Sejarah Pesantren Lirboyo, dari Tempat Ibadah Kecil Menjadi Pondok Besar

10 hours ago 7

Sejarah Pesantren Lirboyo di Kediri menjadi kisah yang tidak boleh terlupakan dan harus selalu dikenang. Sebab sejarah pesantren yang sangat panjang tersebut menjadi bukti perjuangannya bahkan sejak zaman penjajahan. Bagi yang belum terlalu memahami bagaimana sejarah panjang dari pondok tersebut, berikut pembahasannya.

Baca Juga: Jejak Pesantren Pasambangan Jati, Pusat Pendidikan Islam Tertua di Cirebon

Mengenang Sejarah Pesantren Lirboyo di Kota Kediri

Lirboyo merupakan salah satu pondok pesantren ternama yang berada di Kota Kediri, Jawa Timur. Pondok ini bahkan juga menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang terbesar dan usianya tertua. Pondok ini pun telah melahirkan banyak tokoh masyarakat dan ulama yang berperan penting bagi bangsa.

Sejak awal berdirinya, pondok pesantren ini bukan hanya fokus untuk belajar ilmu sejarah saja. Namun pondok, ulama, dan para santrinya bahkan ikut serta secara langsung dalam perjuangan melawan penjajah. Hal tersebutlah yang membuat pondok ini semakin kuat, berharga, dan pastinya kaya akan sejarah.

Berdiri Pada Tahun 1910

Pesantren Lirboyo berdiri pada tahun 1910 di Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur. Pendirinya adalah tokoh ulama KH. Abdul Karim atau Kiai Manab yang berasal dari Magelang, Jawa Tengah. Awalnya pesantren besar ini hanya berupa surau sederhana hingga akhirnya berkembang menjadi pondok yang besar.

Sejarah awal pendirian Pesantren Lirboyo terjadi ketika KH. Abdul Karim pindah ke Desa Lirboyo. Ia pindah ke Lirboyo atas permintaan mertuanya yaitu KH. Sholeh agar mengubah desa menjadi lebih baik. Sejak saat itulah KH. Abdul Karim menetap di Lirboyo dan mulailah kisah panjang dari pesantren ini.

Awalnya wilayah Lirboyo sendiri hanyalah kawasan terpencil dan tersembunyi yang terkenal menjadi sarang kejahatan. Desa ini menjadi tempat berkumpulnya orang jahat bahkan dikatakan menjadi tempat tinggal bangsa lelembut atau makhluk halus. Karena itulah lurah desa kemudian meminta KH. Sholeh yang lantas mengutus KH. Abdul Karim untuk memberikan bimbingan pada penduduknya.

Baca Juga: Sejarah Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, Ponpes Tertua di Kota Soto

Berawal dari Tempat Ibadah Kecil

Di desa Lirboyo, KH. Abdul Karim kemudian membangun sarana berupa tempat ibadah yang terbilang cukup kecil. Tempat ibadah tersebut merupakan sebuah mushola yang kemudian dikenal dengan nama Langgar Angkring. Sejarah Pesantren Lirboyo selanjutnya pada tahun 1913 berdirilah sebuah masjid yang bernama Masjid Lawang Songo.

Saat itu, KH. Abdul Karim mengajar santri secara sederhana dengan membaca kitab kuning dan berdiskusi langsung. Tak berselang lama, santri dari berbagai wilayah pun mulai berdatangan untuk menimba ilmu di bawah asuhannya. Berkat semangat, keikhlasan, dan ketulusannya dalam mengajar pesantren ini pun mulai tumbuh dengan pesat.

Turut Berjuang untuk Kemerdekaan Indonesia

Pada era Kolonial, pondok pesantren ini tidak hanya diam namun juga turut berjuang bersama pejuang lainnya. Pada era kolonial Belanda, para santri aktif dalam pergerakan Nahdlatul Ulama yang berdiri pada tahun 1926. Kemudian saat masa penjajahan Jepang, pondok ini pun masih bertahan meskipun pergerakannya menjadi terbatas.

Dalam sejarah perjalanannya, pesantren Lirboyo juga berkontribusi pada Resolusi Jihad NU pada tahun 1945. Para santri ikut terjun dalam pertempuran melawan penjajah seperti dalam Pertempuran Surabaya 10 November 1945. Hal tersebut pun membuktikan betapa besarnya keberanian para santri untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Mendirikan Madrasah dengan Pendidikan Formal

Pasca kemerdekaan peran Pondok Lirboyo untuk menyebarkan ilmu masih terus berlanjut bahkan semakin berkembang pesat. Pada tahun 1964, pondok ini kemudian mendirikan Madrasah Tsanawiyah Al Khoziny yang menandai integrasi pendidikan formal dengan salafiyah. Pesantren inipun menggabungkan pendidikan tradisional dengan sistem pendidikan formal yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Pada tahun 1970-an pondok mulai membangun sarana pendidikan Madrasah Aliyah dan perguruan tinggi. Kini pondok ini sudah memiliki setidaknya 15 pendidikan dari jenjang TK hingga perguruan tinggi. Hal tersebut menjadi bukti keseriusan pondok ini untuk memberikan pendidikan yang layak untuk masyarakat.

Baca Juga: Inilah Deretan Pesantren Tertua di Indonesia, Saksi Bisu Perjuangan Islam sejak Abad ke-15

Sejarah Pesantren Lirboyo menunjukkan bagaimana awal mula dan perjuangan salah satu pondok terbesar satu ini. Berawal dari tempat ibadah yang kecil, pondok ini berhasil berkembang menjadi sebesar sekarang. Pondok ini pun berhasil bertahan dari masa era kolonial dengan santri-santrinya yang luar biasa. Sejarah Pondok Pesantren Lirboyo yang luar biasa ini pun membuatnya semakin disegani oleh masyarakat. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |