Tembus Pasar Jepang, Kopi Bunar Tasikmalaya Angkat Kesejahteraan Petani Bunihurip

12 hours ago 15

harapanrakyat.com,- Komoditas kopi lokal asal Kampung Bunihurip, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kini berhasil menembus pasar internasional. Kopi Bunar yang menjadi produk unggulan dari daerah tersebut, sukses memikat pasar Jepang dan kini menjadi salah satu pilar andalan sektor perkebunan serta ekonomi kreatif di Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga: Keindahan Taraju Tasikmalaya, Ngopi Sambil Melihat Pemandangan Kebun Teh

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi mengungkapkan, bahwa pencapaian ini merupakan buah dari konsistensi dan kerja keras masyarakat setempat. Warga Kampung Bunihurip secara mandiri dan terorganisir mengelola seluruh rantai produksi, mulai dari proses budidaya di ladang hingga pengolahan pascapenghasilan.

“Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa wilayah pedesaan memiliki potensi besar untuk melahirkan produk berkualitas global. Keterbatasan wilayah geografis terbukti bukan menjadi penghalang bagi warga untuk mencetak prestasi di dunia kopi nusantara,” ungkapnya Jumat (15/5/2025).

Baca Juga: Kelompok Tani Wanoja Ekspor 17 Ton Green Bean Kopi Lokal Jawa Barat ke Belanda

Dukungan Pemkab Tasikmalaya untuk Keberlanjutan Kopi Bunar

Saat ini, permintaan terhadap Kopi Bunar terus melonjak, baik untuk memenuhi pasar domestik maupun kebutuhan ekspor. Selain Jepang, pengelola Kopi Bunar kini tengah aktif menjajaki peluang pasar ke beberapa negara lain demi memperluas jaringan distribusi global.

Sedangkan untuk mendukung keberlanjutan prestasi ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya berkomitmen penuh memberikan stimulus strategis. Langkah nyata yang akan diambil, meliputi percepatan proses sertifikasi produk guna menjamin legalitas dan standar mutu di pasar internasional.

Selain penguatan legalitas, pemerintah daerah juga fokus membenahi infrastruktur penunjang. Rencana pembangunan mencakup Tembok Penahan Tanah (TPT), perbaikan akses jalan menuju sentra produksi,. Kemudian, penyaluran bantuan alat pengolahan kopi modern bagi kelompok tani setempat.

Dampak ekonomi dari popularitas Kopi Bunar Tasikmalaya ini sudah dirasakan langsung oleh masyarakat. Sektor ini berhasil menumbuhkan ekosistem usaha mandiri baru yang secara signifikan, mengatrol pendapatan dan kesejahteraan para petani lokal.

Perbaikan sistem tata kelola dan strategi pemasaran yang lebih rapi membuat nilai jual kopi melonjak drastis. Jika beberapa tahun lalu harga kopi mentah berada di bawah Rp2.000 per kilogram, saat ini harganya sudah terapresiasi positif dan bertengger di atas Rp10.000 per kilogram.

Melihat potensi yang terus berkembang, Pemkab Tasikmalaya ke depan memproyeksikan kawasan Bunihurip sebagai destinasi agrowisata berbasis perkebunan kopi. Konsep ini diharapkan mampu mendatangkan wisatawan sekaligus menjadi motor penggerak baru bagi ekonomi hijau di tingkat desa.

Baca Juga: Dukung Kesejahteraan Petani, Ekspor Kopi Poktan Wanoja Jawa Barat Hingga 7 Ton

Ketertarikan pasar global bahkan meluas pada aspek edukasi. Pihak mitra dari Jepang, kabarnya mulai menaruh minat untuk mempelajari langsung sistem budidaya tradisional, dan keunikan proses pengolahan Kopi Bunar yang menghasilkan cita rasa khas khas pegunungan Tasikmalaya. (Apip/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |