Ancaman Bibit Siklon Tropis 91S di Wilayah Indonesia, Masyarakat Diminta Meningkatkan Kewaspadaan

1 day ago 4

harapanrakyat.com,- Peringatan potensi cuaca ekstrem kembali muncul di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pemantauan BMKG, pemicu utama ancaman ini adalah Bibit Siklon Tropis 91S. Ini adalah sebuah sistem cuaca kuat yang bergolak di wilayah Samudra Hindia. Lokasinya berada di sebelah barat daya Lampung. 

Meskipun namanya bibit siklon terdengar ringan, sistem ini membawa dampak luas di seluruh penjuru negeri. Dampaknya adalah hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi. Sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. 

Waspada Ancaman Bibit Siklon 91S 

Peringatan Bibit Siklon 91S yang paling mencengangkan adalah kemampuannya menghasilkan dua jenis bahaya secara serentak. Bahaya terjadi di daratan dan lautan. Di darat, dinamika atmosfer akibat bibit siklon tersebut meningkatkan intensitas curah hujan secara signifikan. BMKG juga telah merilis peringatan potensi cuaca ekstrem, terutama hujan lebat, di banyak kawasan. Sementara itu, di laut, fenomena itu memicu peningkatan drastis kecepatan angin. Kondisi ini secara langsung mempengaruhi keselamatan pelayaran.

Baca juga: Waspada! BMKG Rilis Peringatan Dini Potensi Gelombang Tinggi 4 Meter Selama Libur Nataru 2025

Kemudian, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi dengan dua kategori kewaspadaan yang harus diwaspadai. Yang pertama adalah Gelombang Sedang (1,25 – 2,5 meter) yang berpotensi muncul di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh dan Kepulauan Nias. Juga di Samudra Hindia selatan wilayah Banten sampai NTT, Selat Karimata bagian utara, Laut Flores, Laut Banda, Laut Seram, Laut Arafuru bagian barat hingga utara, Selat Makassar, dan Laut Sulawesi.

Lalu, Gelombang Tinggi (2,5 – 4,0 meter) yang mana peringatan khusus ini ditujukan untuk perairan Samudra Hindia barat seperti Kepulauan Mentawai, Bengkulu, dan Lampung. Kawasan lain yang harus waspada antara lain Laut Natuna Utara, Laut Arafuru bagian timur, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua.

Sementara itu, BMKG menggarisbawahi risiko keselamatan juga berdasarkan jenis kapal. Mereka mengimbau perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, hingga kapal kargo berukuran besar. Semuanya harus waspada penuh terhadap batas aman kecepatan angin dan tinggi gelombang yang terjadi.

Dampak Bibit Siklon 91S Membelah Pola Cuaca Indonesia

Pengaruh lain yang unik dari Bibit Siklon 91S adalah kemampuannya membagi Indonesia menjadi dua zona cuaca yang berbeda. Pola dampaknya tidak sama, melainkan terbagi secara geografis antara sisi timur dan barat.

Di Wilayah Timur misalnya, BMKG memprediksi dampak paling signifikan berupa hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat. Ini akan mengguyur kawasan Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat (dengan kewaspadaan khusus di sekitar Kota Mamuju), Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan.

Baca juga: Siklon Misterius di Kutub Jupiter Membingungkan Para Ilmuwan

Sebaliknya, di Wilayah Barat Indonesia, ancaman cuaca datang dalam wujud hujan disertai kilat atau petir. Kota-kota besar yang diminta waspada antara lain: Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Semarang, Banjarmasin, dan Tanjung Selor.

Pola cuaca yang terbelah ini menunjukkan betapa rumitnya pengaruh sebuah bibit siklon. Prakirawan BMKG, Bintari Ayuningtyas, menjelaskan bahwa kombinasi dinamika atmosfer adalah hasil langsung yang memicu potensi cuaca signifikan di berbagai daerah. Dampak Ancaman Bibit Siklon 91S ini bahkan meluas, dengan peringatan kabut untuk kota Padang dan udara kabur di Palu.

Mengenal Istilah Bibit

Melihat ancaman ganda di darat dan laut, serta pola cuaca yang terbelah, publik mungkin bertanya-tanya. Bagaimana bibit yang kecil bisa begitu berkuasa? Jawabannya terdapat pada kekuatan sesungguhnya yang dimiliki sistem ini, jauh melampaui namanya. 

Istilah bibit siklon sering kali menipu, karena kata bibit memberi kesan sesuatu yang belum berkembang. Kenyataannya, Bibit Siklon 91S sudah menjadi sistem cuaca sangat kuat dan terorganisir. Sistem ini mencatatkan kecepatan angin maksimum hingga 40 knot, atau setara dengan 75 kilometer per jam.

Baca juga: Siklon Tropis Seroja, Ketahui Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya

BMKG juga mengkaji bahwa potensi sistem ini untuk berkembang menjadi siklon tropis penuh dalam 48 hingga 72 jam ke depan berada dalam kategori sedang sampai tinggi. Kekuatan signifikan ini berasal dari kemampuannya membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) yang memanjang. 

Konfluensi ini bekerja layaknya jalan tol di atmosfer yang memaksa udara lembab naik dan membentuk awan hujan raksasa. Oleh karena itu, masyarakat tidak boleh terkecoh. Bibit ini adalah sistem cuaca matang yang memerlukan kewaspadaan penuh dari semua pihak.

Karena itu, masyarakat perlu memahami sifat ancaman Bibit Siklon 91S. Ini terutama berlaku bagi para pelaut di perairan rawan dan masyarakat di wilayah timur Indonesia. Tak hanya itu, masyarakat juga harus terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG. Jangan meremehkan kekuatan alam yang terjadi. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |