harapanrakyat.com,- Kisruhnya proses Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB) mendorong Budi Hermawan (45) menciptakan sebuah solusi berbasis teknologi, warga Desa Cibunar, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat itu mengembangkan aplikasi berbasis WhatsApp yang diklaim dapat membantu orang tua dan calon siswa menentukan pilihan sekolah tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.
Aplikasi tersebut memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk memberikan informasi terkait peluang masuk sekolah berdasarkan jalur zonasi, prestasi, afirmasi maupun akademik. Melalui layanan itu, pengguna cukup berinteraksi menggunakan pesan WhatsApp untuk memperoleh rekomendasi sekolah yang sesuai dengan data yang dimasukkan.
Budi menjelaskan, aplikasi sengaja dirancang sesederhana mungkin agar mudah digunakan masyarakat dari berbagai kalangan. Seluruh proses dilakukan melalui WhatsApp tanpa dashboard atau aplikasi khusus seperti yang umum digunakan pada layanan digital lainnya.
“Aplikasi itu tidak pakai aplikasi tambahan karena semuanya lewat WhatsApp. Saya buat sekitar dua jam dan langsung bisa digunakan. Untuk satu provinsi cukup satu nomor saja untuk pemetaan calon murid baru,” kata Budi, Sabtu (13/6/2026).
Baca Juga: Pemuda Garut Sulap Sampah Plastik Jadi BBM Alternatif, Bisa Digunakan untuk Kompor Minyak
Ketertarikan Budi mengembangkan teknologi berbasis AI sebenarnya sudah berlangsung sekitar dua tahun terakhir. Sebelum membuat aplikasi pemetaan calon murid baru, ia lebih dulu mengembangkan aplikasi Asisten Desa (Asdes) yang dirancang untuk mendukung layanan pemerintahan.
Tujuan pengembangan aplikasi tersebut, kata dia, bukan semata-mata untuk mencari keuntungan. Budi ingin inovasi yang dibuatnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun pemerintah.
Aplikasi Asdes yang pernah ia kembangkan bahkan sempat ditawarkan kepada Pemerintah Kabupaten Garut secara cuma-cuma. Namun pemerintah daerah saat itu memilih tidak menggunakannya karena telah memiliki sistem layanan publik yang lebih dahulu diterapkan.
Meski demikian, pengalaman tersebut tidak membuatnya berhenti berinovasi. Budi justru terus mengembangkan berbagai aplikasi yang menurutnya dapat membantu memecahkan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, aplikasi pemetaan calon murid baru dapat menjadi sarana konsultasi awal bagi orang tua maupun siswa sebelum menentukan sekolah tujuan.
“Jadi masyarakat lewat WhatsApp bisa membuka komunikasi. Misalnya ingin mengetahui kemungkinan terbesar bisa masuk ke sekolah mana. Tidak perlu konsultasi ke banyak tempat, cukup melalui nomor tersebut,” ujarnya.
Pengguna, lanjut Budi, cukup mengetik kata “daftar” pada nomor layanan yang tersedia. Sistem kemudian akan memberikan balasan otomatis dan mengarahkan pengguna ke tahapan berikutnya.
Pilihan sekolah yang ditampilkan akan menyesuaikan dengan jalur pendaftaran yang dipilih. Untuk jalur zonasi misalnya, sistem akan merekomendasikan sekolah yang berada paling dekat dengan lokasi calon siswa.
Sementara apabila sekolah tujuan berada di luar jangkauan zonasi, aplikasi akan memberikan alternatif berdasarkan jalur lain seperti afirmasi maupun prestasi.
Baca Juga: Jarah Warung dan Curi Motor, Pemuda Asal Garut Babak Belur Dimassa
Akses Informasi Kuota Sekolah
Informasi mengenai kuota sekolah juga dapat diakses melalui sistem tersebut. Dengan begitu, calon siswa dan orang tua dapat mengetahui peluang penerimaan sekaligus mempertimbangkan pilihan sekolah lain apabila kuota di sekolah yang dituju sudah penuh.
Persoalan pemetaan sekolah selama ini kerap menjadi tantangan bagi orang tua maupun calon siswa. Tidak sedikit yang memilih mendaftar ke sekolah favorit tanpa mengetahui peluang diterima berdasarkan jalur yang tersedia. Kondisi tersebut sering kali menimbulkan kebingungan ketika proses seleksi berlangsung.
Budi berharap aplikasi yang dikembangkannya dapat membantu masyarakat memperoleh gambaran lebih awal sebelum mengikuti tahapan pendaftaran resmi.
“Ini kontribusi kami untuk masyarakat dan pemerintah. Semua dibuat gratis. Tidak perlu mengunduh aplikasi, cukup melalui WhatsApp. Walaupun pernah ditolak pemerintah, saya tetap percaya suatu saat aplikasi yang saya buat bisa bermanfaat untuk masyarakat,” katanya.
Baca Juga: Bayi Laki-laki Dalam Tas Cokelat Ditemukan di Gang Garut, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan
Saat ini layanan tersebut masih dalam tahap uji coba dan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat melalui nomor WhatsApp 088211778831. Pengguna cukup mengirimkan pesan dengan mengetik kata “daftar”, kemudian sistem akan memberikan respons otomatis sesuai kebutuhan informasi yang dicari. (Pikpik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

5 hours ago
2

















































