Dari Dapur Azmi hingga Lapak PKL, BRI Ciamis Kenalkan QRIS dan Proteksi Usaha sampai Malam 

6 hours ago 5

harapanrakyat.com,- Telepon genggam milik Rini Nuraeni sesekali berbunyi saat pelanggan menyelesaikan pembayaran. Tak ada lagi kerepotan mencari uang kembalian di Rumah Makan Dapur Azmi yang ia kelola di kawasan Toko Serba Ada (Toserba) Yogya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Cukup memindai kode QRIS, transaksi langsung tuntas dalam hitungan detik.

Kemudahan itu kini menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari di rumah makan miliknya. Padahal, belum lama ini Rini masih mengandalkan transaksi tunai seperti kebanyakan pelaku usaha kecil lainnya.

Perempuan berusia 35 tahun itu mengaku layanan QRIS BRI yang kini digunakan di tempat usahanya berawal dari program jemput bola petugas BRI Cabang Ciamis.

“Awalnya saya datang ke kantor untuk membuat tabungan BRI. Ternyata ditanya sudah punya QRIS belum di tempat usaha rumah makan. Saya jawab belum. Alhamdulillah responsnya cepat, petugas langsung datang untuk membuatkan karena kebetulan lokasi usaha dekat Alun-Alun Ciamis, pinggir Yogya Toserba,” ungkap Rini kepada harapanrakyat.com, Sabtu (13/6/2026).

Baca Juga: Agen BRILink di Ciamis Ini Layani Warga dari Subuh hingga Larut Malam, Dulu Penjual Pisang Kini Beromzet Belasan Juta

Menurut Rini, transaksi menggunakan QRIS sangat membantu jalannya usaha. Sebab, saat ini sebagian besar pelanggan lebih memilih pembayaran digital dibandingkan membawa uang tunai.

“Transaksi menggunakan QRIS memang sangat membantu sekali karena konsumen rata-rata menanyakan pembayaran digital. Mau belanja Rp10 ribu ataupun Rp20 ribu juga bisa. Makanya saya sediakan layanan pembayaran digital untuk konsumen,” katanya.

Ia pun mengaku bersyukur karena layanan tersebut diberikan secara gratis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

“Alhamdulillah layanannya gratis dan sangat terbantu karena zaman sudah berbeda. Mau jajan berapa pun sekarang bisa menggunakan QRIS,” pungkasnya.

Dapur Azmi dan Upaya BRI Ciamis Dorong Digitalisasi UMKM dan Perlindungan Usaha

BRI Ciamis Kenalkan QRIS dan Proteksi Usaha sampai Malam Petugas BRI Ciamis saat mengenalkan QRIS BRI pada PKL di sekitar Alun-alun Ciamis. Foto: Istimewa

Kisah Rini menjadi gambaran kecil dari upaya yang tengah dilakukan BRI Cabang Ciamis dalam mendekatkan layanan kepada pelaku UMKM. Tidak hanya menyasar rumah makan dan toko usaha, program tersebut juga menjangkau para pedagang kaki lima yang berjualan hingga malam hari.

Rabu (10/6/2026) malam, misalnya. Saat sebagian warga mulai beristirahat, suasana di sekitar Alun-Alun Ciamis dan kawasan Maleber justru masih dipenuhi aktivitas jual beli. Sejumlah pedagang kaki lima tampak sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti.

Baca Juga: Modal Gelang Nikah dan Mental Baja, Asep Sutisna dari Ciamis Sukses Jadi Penggerak Ekonomi Desa Lewat BRILink

Aroma gorengan yang baru matang bercampur dengan hiruk-pikuk kendaraan dan percakapan para pengunjung yang menikmati suasana malam. Di tengah keramaian itu, sejumlah petugas berseragam terlihat berjalan menyusuri satu per satu lapak pedagang.

Mereka bukan petugas penertiban ataupun razia. Malam itu, tim BRI Kantor Cabang Ciamis turun langsung ke lapangan untuk menjalankan program jemput bola yang dikemas melalui aksi gerebek simpatik kepada para pelaku UMKM.

Dipimpin Taupik Sofiana, tim bergerak dari satu lapak ke lapak lainnya. Mereka menyapa pedagang yang masih melayani pembeli hingga yang mulai bersiap menutup dagangan.

“Kalau kita panggil mereka ke kantor siang hari, kasihan. Mereka pasti kehilangan waktu jualan. Makanya kami yang jemput bola. Istilahnya menggerebek malam-malam saat mereka sedang santai,” ujar Taupik.

Sosialisasi QRIS BRI

Salah satu misi utama yang dibawa tim BRI malam itu adalah mengedukasi para pedagang mengenai pentingnya transaksi non tunai melalui QRIS BRI.

Taupik mengungkapkan, tidak sedikit pedagang yang awalnya merasa kaget saat didatangi timnya. Namun suasana segera mencair setelah mereka memahami tujuan kedatangan para petugas.

Menurutnya, banyak pedagang kaki lima yang selama ini mengeluhkan sulitnya menyediakan uang kembalian, terutama saat kondisi ramai. Belum lagi risiko menerima uang palsu yang masih kerap menghantui para pelaku usaha kecil.

Melalui QRIS, proses transaksi menjadi jauh lebih praktis. Pembeli cukup memindai kode QR menggunakan telepon genggam, sementara pembayaran langsung masuk ke rekening pedagang.

“Responnya luar biasa. Tadi ada mang-mang penjual gorengan yang langsung mau dibuatkan malam ini juga. Prosesnya cepat dan mereka langsung paham manfaatnya,” kata Taupik.

Tak hanya mengenalkan transaksi digital, tim BRI juga membawa misi lain yang tak kalah penting, yakni memberikan perlindungan usaha melalui program asuransi mikro.

Bagi pedagang kaki lima, gerobak, lapak, dan barang dagangan merupakan aset utama yang menjadi sumber penghidupan keluarga. Ketika musibah seperti kebakaran, pencurian, atau bencana alam terjadi, usaha yang selama ini dibangun bisa terancam berhenti.

Kenalkan Asuransi Mikro

Karena itu, BRI turut memberikan edukasi mengenai pentingnya perlindungan usaha dengan premi yang terjangkau.

“Kami sampaikan ke mereka, jualan di jalanan itu risikonya tinggi. Kalau ada apa-apa dengan gerobak atau lapaknya, siapa yang mau tanggung? Nah, BRI hadir memberikan rasa aman itu. Kami tawarkan asuransi mikro agar mereka bisa tidur tenang setelah lelah berjualan,” jelasnya.

Bagi Taupik dan timnya, kegiatan tersebut bukan sekadar menjalankan program perbankan. Lebih dari itu, mereka ingin memastikan pelaku UMKM di tingkat paling bawah dapat ikut berkembang melalui pemanfaatan teknologi dan perlindungan usaha.

Semakin malam, suasana Alun-Alun Ciamis perlahan mulai lengang. Lampu-lampu jalan masih menyala, sementara udara malam terasa semakin dingin.

Namun langkah tim BRI belum berhenti. Mereka masih terlihat berbincang dengan penjual nasi goreng, pedagang gorengan, hingga penjual cilok yang berjualan di berbagai sudut kawasan alun-alun.

Kelelahan yang tampak di wajah mereka seolah terbayar ketika para pedagang mulai memahami manfaat QRIS dan pentingnya perlindungan usaha yang ditawarkan.

Baca Juga: Kisah Helmi Bangun Seblak Chacha Jadi Kuliner Hits di Ciamis

“Satu per satu PKL di Ciamis harus naik kelas. Kalau bukan kita yang mendatangi dan merangkul mereka, siapa lagi?” pungkas Taupik sebelum kembali memimpin timnya menyusuri lapak-lapak yang masih tersisa di sekitar kawasan Alun-Alun Ciamis. (Fahmi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |