Getaci Gagal Lelang Lagi, Pemerintah Diminta Fokuskan Tol Sampai Tasikmalaya Dulu

5 hours ago 13

harapanrakyat.com,- Proyek Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) kembali mengalami kebuntuan setelah dua kali proses lelang proyek strategis nasional tersebut gagal mendapatkan investor. Kondisi itu membuat pemerintah didorong untuk mengubah strategi pembangunan, salah satunya dengan memprioritaskan pembangunan ruas tol Getaci hanya sampai Tasikmalaya terlebih dahulu agar proyek lebih realistis dan menarik bagi investor.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Infrastruktur Strategis (PUKIS), M. M. Gibran Sesunan mengatakan, pemerintah tidak bisa terus-menerus mengulang proses lelang tanpa terobosan baru. Menurutnya, fokus pembangunan hingga Tasikmalaya menjadi opsi paling masuk akal dibanding proyek terus stagnan.

“Menurut kami, lebih baik pembangunan Tol Getaci diprioritaskan hingga Tasikmalaya terlebih dahulu ketimbang proyek ini terus berulang kali gagal lelang tanpa ada perkembangan yang jelas,” kata Gibran dalam rilis yang diterima harapanrakyat.com, Senin (11/5/2026)

Gibran mengatakan, pada proses lelang pertama sebenarnya Tol Getaci sempat memiliki pemenang. Namun konsorsium tersebut tidak mampu menuntaskan kewajiban pembiayaan proyek atau financial close. Akhirnya pemerintah pun terpaksa membuka kembali lelang untuk kedua kalinya. Akan tetapi, pada lelang kedua proyek itu kembali gagal menarik investor. 

Menurut Gibran, kegagalan itu menunjukkan proyek Tol Getaci dinilai belum cukup menarik secara bisnis. Salah satu penyebab utamanya adalah tingginya biaya investasi yang tidak sebanding dengan proyeksi lalu lintas kendaraan di sebagian ruas tol.

Baca Juga: Akses Makin Mudah, Risiko Macet Mengintai: DPRD Pangandaran Soroti Dampak Tol Getaci

Jalan Tol Getaci sampai Tasikmalaya, Potensi Kendaraan dari Gedebage Masih Tinggi

PUKIS memperkirakan potensi kendaraan dari Gedebage hingga Tasikmalaya masih cukup tinggi. Namun untuk ruas Tasikmalaya-Cilacap, volume kendaraan diprediksi rendah sehingga mempengaruhi tingkat kelayakan investasi.

“Investor pasti menghitung potensi pengembalian modal. Kalau trafik rendah, pendapatan tarif tol juga tidak terlalu menjanjikan,” katanya.

Selain faktor bisnis, kondisi iklim investasi infrastruktur yang sedang lesu juga dinilai menjadi penyebab minimnya minat investor. Ketidakpastian ekonomi membuat investor cenderung lebih berhati-hati karena proyek infrastruktur membutuhkan modal besar dengan masa pengembalian investasi jangka panjang.

Baca Juga: Bappeda Jabar Tepis Kabar Pembangunan Jalan Tol Getaci Hanya Sampai Tasikmalaya 

PUKIS menilai pemerintah perlu melakukan revisi terhadap skema pengusahaan proyek. Salah satu opsi yang dianggap paling realistis ialah membagi Tol Getaci menjadi dua paket berbeda, yakni ruas Gedebage-Tasikmalaya dan Tasikmalaya-Cilacap.

Dengan skema tersebut, beban investasi dinilai akan lebih ringan sehingga peluang mendapatkan investor lebih besar. Selain itu, jika ruas Gedebage-Tasikmalaya lebih dulu beroperasi dan trafik kendaraan mulai terbentuk, maka ruas lanjutan menuju Cilacap akan lebih mudah ditawarkan kepada investor.

“Ketika konektivitas dan aktivitas ekonomi sudah tumbuh sampai Tasikmalaya, pemerintah nantinya akan lebih mudah menarik investor untuk melanjutkan ruas berikutnya,” jelas Gibran.

Baca Juga: Menunggu Pembangunan Tol Getaci, 26 Desa di Ciamis Bakal Kena Gusur

Selain opsi pemecahan ruas, PUKIS juga mengusulkan keterlibatan langsung pemerintah melalui dukungan konstruksi maupun mendorong badan investasi negara seperti Danantara atau INA ikut masuk dalam proyek tersebut. Namun, Gibran pesimistis pemerintah akan memberikan dukungan anggaran besar karena prioritas pembangunan infrastruktur dinilai mulai berkurang di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |