Viral Santri Mengadu ke KDM Soal Kerusakan Lingkungan di Bogor, Dedi Mulyadi Gercep Respon

6 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Seorang santri menyampaikan keluhan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi soal kerusakan lingkungan di wilayah tempat tinggalnya, tepatnya di Kampung Parakanpanjang, Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor yang semakin memprihatinkan. 

“Pak Dedi, coba ini Pak Dedi tolong atensinya. Ini kobong ini Pak Dedi,” ujar seorang santri dalam video yang diunggah akun TikTok @azkiaaaastecuu, dikutip Selasa (05/05/2026).

Dalam unggahan video itu, santri tersebut memperlihatkan kondisi Kali Cipamingkis dan  menjelaskan bahwa ancaman utama yang mereka hadapi saat ini adalah kerusakan lingkungan berupa erosi. 

“Ini air sungai Kali Cipamingkis yang semakin hari, semakin curah hujan tinggi, terus semakin erosi,” lanjutnya.

Baca Juga: Jembatan Cirahong Jadi Destinasi Wisata, Pemprov Jawa Barat Siapkan Penataan Ikonik Berbasis Budaya

Ia juga mengungkapkan banyaknya pembangunan tempat wisata di kawasan tersebut telah menyebabkan penebangan hutan secara besar-besaran, yang pada akhirnya memperburuk kondisi lingkungan dan meningkatkan risiko bencana.

“Kita yang ada di sini terancam sekali pak Dedi, kenapa? Karena di sana, di bukit-bukit sana sudah banyak sekali wisata, tempat-tempat wisata yang dibangun sehingga tempat hutan ditebang,” tandasnya.

Soal Kerusakan Lingkungan, Dedi Mulyadi Janji Kembalikan Fungsi Tata Ruang di Bogor

Menanggapi keluhan dari tersebut, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi merespon melalui unggahan video di akun TikTok pribadinya @dedimulyadiofficial.

‘Terima kasih ya. Saya sangat memahami berbagai problem kerusakan alam di Kabupaten Bogor. Maka sesuatu hal yang memang agak unik, Bogor hari ini banyak banjir, longsor,” kata KDM.

Baca Juga: Demi Melihat Dedi Mulyadi di Kawali Ciamis dari Dekat, Warga Rela Basah Kuyup

Ia menyebut, salah satu pemicu utama berulangnya bencana seperti banjir dan longsor adalah ketidaksesuaian tata ruang di Kabupaten Bogor.

“Masalahnya ada pada perubahan tata ruang di Kabupaten Bogor. Kawasan hijau yang semestinya menjadi daerah resapan air dan penahan longsor di wilayah perbukitan justru dialihfungsikan,” ujarnya.

Sebagai langkah perbaikan, KDM mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini berupaya menata kembali fungsi ruang agar sesuai dengan peruntukannya.

“Saat ini kami di Pemprov Jawa Barat berusaha mengembalikan tata ruang Bogor, supaya gunung, aliran sungai, dan danau tetap terjaga, sehingga bencana tidak terus berulang,” kata Dedi Mulyadi.

Ia menambahkan, tujuan akhir dari upaya tersebut adalah menghadirkan kesejahteraan masyarakat melalui lingkungan yang aman dan nyaman.

“Pada akhirnya, kemakmuran masyarakat terwujud lewat kehidupan yang tenang, nyaman, dan damai dalam lingkungan yang tetap terpelihara,” pungkasnya.

Dedi Mulyadi Ajak Jaga Bogor untuk Lindungi Wilayah Sekitar

Selain itu, Dedi Mulyadi juga mengungkapkan bahwa wilayah Sukamakmur mengalami perubahan signifikan, terutama pada kawasan perbukitan yang kini banyak dialihfungsikan menjadi perumahan.

“Ini yang berdampak yang cukup luas pada meluapnya aliran sungai, longsor beberapa titik, dan banjir di areal hilir,” ungkapnya.

Padahal wilayah Bogor memiliki peran penting yang tidak hanya berdampak bagi masyarakat Bogor, tetapi juga bagi daerah sekitar seperti Bekasi, Karawang, hingga Jakarta.

Karena itu, di akhir pernyataannya, Gubernur Dedi Mulyadi mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan alam di Bogor.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Bakal Sulap Kawasan Monju Jadi ‘Satu Napas’ dengan Gedung Sate

“Kalau ingin Bogor terbebas dari bencana, Bekasi terjaga dari bencana, Karawang terjaga dari bencana, Jakarta terjaga dari bencana, yuk kita bersama-sama jaga wilayah Bogor, jangan hanya menjadi pusat eksploitasi berbagai kepentingan dengan menyampingkan aspek keselamatan dan keasrian alam,” pungkasnya. (Erna/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |