harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi keberanian Nopi Sopani, guru seni tari SMA 15 Garut yang memanjat tiang bendera saat upacara HUT RI ke-80. Aksi itu berawal ketika tali bendera putus di tengah prosesi, membuat suasana khidmat berubah tegang.
Di tengah ketegangan itu, Nopi menunjukkan keberaniannya dengan sigap memanjat tiang bendera. Tindakan spontan tersebut dilakukan demi memastikan Sang Saka Merah Putih tetap berkibar.
Melalui pertemuan yang kemudian dibagikan di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Dedi Mulyadi mengajak Nopi untuk menceritakan langsung bagaimana kronologi peristiwa dirinya memanjat tiang bendera.
“Waktu itu apa yang terjadi waktu upacara itu?” tanya Dedi Mulyadi, dikutip Jumat (22/08/2025).
“Karena anak-anak (pengibar bendera) begitu semangatnya dia sampai menarik putus,” jelas Nopi.
Baca Juga: Lama Mati Suri, Ini Gagasan Dedi Mulyadi untuk Hidupkan Kembali Bandara Kertajati
Kronologi Guru SMA 15 Garut Memanjat Tiang Bendera saat Upacara HUT RI
Tidak berhenti di situ, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi juga ingin mengetahui bagaimana kondisi para siswa petugas pengibar bendera saat insiden tali tiang bendera putus.
“Apa yang terjadi pada pengibar bendera itu? Pertama ketika lepas,” tanya lagi Dedi Mulyadi.
“Ketika lepas mereka merasa panik pak,” terang Nopi.
Dedi juga penasaran dengan tindakan refleks yang dilakukan Nopi saat itu.
“Ketika melihat itu apa yang Bapak lakukan?,” tanya Gubernur Dedi Mulyadi.
“Refleks Pak,” jawab Nopi.
“Oh refleks naik ke tiang bendera itu, Bapak tidak takut jatuh?” tanyanya lagi.
“Insyaallah pak demi NKRI,” kata Nopi.
Kagum dengan keberanian itu, Dedi Mulyadi melanjutkan pertanyaan tentang apa yang dilakukan Nopi setelah turun dari tiang bendera.
“Luar biasa. Apa yang Bapak lakukan setelah turun?” tanya Dedi Mulyadi.
“Ikut lagi ke barisan Pak (barisan Guru),” jawab Nopi.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Klarifikasi Penyerahan Bendera ke Penari: Bukan Nyi Ratu Kidul, tapi…
Kagum dengan Keberanian Nopi, Gubernur Dedi Mulyadi Berikan Apresiasi
Percakapan kemudian berlanjut pada kehidupan pribadi Nopi. Nopi juga menuturkan bahwa dirinya adalah seorang ayah dari tiga orang anak.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi kemudian penasaran dengan latar belakang keseharian Nopi.
“Di rumah punya sanggar? hanya ngajar murni?” tanya Dedi Mulyadi.
“Gak punya Pak, ngajar murni, cuma ngamen aja Pak Sabtu Minggu,” ungkap Nopi.
Penasaran dengan jawaban tersebut, Dedi kembali bertanya lebih detail. “Ngamen gimana?” tanya lagi Dedi Mulyadi penasaran.
Nopi menjelaskan bahwa ia sering tampil di berbagai acara adat pernikahan.
Dedi Mulyadi pun melanjutkan dengan pertanyaan lain mengenai perlengkapan untuk mengamen. Ia juga ingin tahu lebih jauh soal biaya yang dikeluarkan untuk seragam tersebut.
“Oh, seragamnya?” tanyanya lagi.
“Seragamnya sewa,” kata Nopi.
Melihat perjuangan Nopi yang tulus, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi pun memberikan apresiasi dengan memberikan sejumlah uang Rp10 juta untuk biaya pembuatan seragam rombongan seni yang nantinya bisa dipakai Nopi.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Jelaskan Tiga Simbolisasi Alam dalam Budaya Sunda, Apa Saja?
“Sini salam, saya sumbang Rp10 juta untuk seragam rombongan seni,” kata Dedi Mulyadi.
“Subhanallah, makasih Pak,” kata Nopi. (Erna Ayunda/R7/HR-Online/Editor-Ndu)