Ketika Penambahan Skor Jalur Non Akademik PCMB di Jawa Barat Tak Memberi Kepastian

6 hours ago 8

harapanrakyat.com,- Sore itu di Aula Ki Hajar Dewantara, Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, wajah pria berusia 42 tahun terlihat harap-harap cemas, menanti nasib pendidikan anaknya. Ia datang dengan satu harapan, memastikan peluang anaknya diterima di sekolah negeri melalui jalur non akademik di Jawa Barat.

Pria itu adalah Hendri Hidayat asal Kopo, Kota Bandung, ia kembali terduduk di posko pengaduan, sembari melihat layar gawai yang tak lepas dari genggamannya.

Di layar itu, terpampang laman Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) SMA/SMK Negeri Jawa Barat, sebuah sistem digital yang dalam beberapa hari terakhir sukses membuat tidur para orang tua tidak nyenyak.

Namun hari ini, Rabu 10 Mei 2026 ada sedikit ruang napas baru bagi Hendri yang memperjuangkan anak perempuannya agar bisa bersekolah di SMAN 4 Bandung melalui jalur non-akademik.

Setelah kunjungan dilakukan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pada hari sebelumnya, para orang tua calon murid baru bisa mereset akun pada proses PCMB. 

“Sebelumnya enggak bisa,” kata Hendri saat berbincang santai mengenai kelanjutan nasib pendaftaran anaknya.

Baca Juga: Keluhkan SPMB Sekolah Maung dan PCMB, Ratusan Orang Tua Calon Murid Baru Geruduk Disdik Jabar

Reset Pengaturan PCMB, Angin Segar yang Membuka Kunci Pilihan Sekolah Pendaftar Jalur Non Akademik di Jawa Barat

Bagi Hendri dan ratusan orang tua lainnya, pengaturan ulang ini layaknya oase di tengah gurun. Reset akun ini memberikan kemudahan penuh kepada pendaftar untuk merombak ulang strategi yang sebelumnya telanjur dikunci mati oleh sistem.

Lewat menu ini, pendaftar PCMB bisa mengubah jalur seleksi seperti, berpindah dari jalur non-akademik ke akademik maupun menata kembali pilihan sekolah tujuan.

“Harapan saya, dengan melakukan pengaturan ulang ini, kalkulasi nilai prestasi anak saya bisa kembali terbaca normal dan akurat. Saya pribadi tetap memilih jalur non-akademik (prestasi olahraga gulat), tapi mungkin akan mengubah urutan sekolah. Yang asalnya pilihan pertama sampai ketiganya di SMAN 4, SMAN 8, dan SMAN 11. Nanti akan saya sesuaikan lagi melihat peta persaingan,” tutur Hendri.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Resmi Memperpanjang Pendaftaran PCMB SMA dan SMK Negeri di Jawa Barat hingga Besok

Teka-Teki Kenaikan Nilai Massal yang Semu

Meski pintu perbaikan data telah dibuka, kegelisahan Hendri belum sepenuhnya reda. Karut-marut sistem PCMB justru memunculkan babak teka-teki baru setelah kunjungan Gubernur ke dinas kemarin.

Hendri mendapati skor anaknya tiba-tiba terkoreksi naik cukup drastis, melonjak dari 297 poin menjadi 360 poin. Kenaikan itu mulanya memberikan secercah harapan bagi Hendri dan putri yang merupakan Juara 1 Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kota Bandung dan Juara Harapan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025.

Namun, senyum Hendri langsung surut begitu ia meneliti lembar basis data pendaftar lainnya secara jeli. Penambahan angka itu ternyata bukan ‘hadiah’ khusus atas nota komplain yang ia layangkan.

“Saya teliti dan selidiki lagi, ternyata yang bertambah nilai itu bukan cuma anak saya atau mereka yang komplain ke sini. Yang enggak komplain pun nilainya ikut naik masal. Jadi ya sama saja, proporsi poinnya tidak berubah,” tuturnya.

Anomali skor ini memicu efek domino yang aneh pada sistem pemeringkatan otomatis. Logika awam mengatakan, ketika nilai seorang siswa bertambah puluhan poin, posisi peringkatnya akan terdongkrak naik di sekolah pilihan utama.

Nyatanya, posisi anak Hendri justru bergeming, bahkan terus merosot akibat terdorong oleh kenaikan nilai massal siswa lain. Hakikat penambahan poin itu dirasanya semu.

Baca Juga: Bukan Pendaftaran Reguler, Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Siswa Pahami Fungsi PCMB Jabar

Kini, sang anak terlempar ke peringkat nomor 19 di sekolah pilihan ketiga yaitu, SMAN 11 Bandung. Waktu yang tersisa hingga penutupan jalur PCMB pada Kamis (11/6/2026) besok menjadi pertaruhan terakhir bagi Hendri untuk terus mengawal hak pendidikan buah hatinya di Kota Bandung. (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |