harapanrakyat.com,- Para petani di Desa Padaasih, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengeluhkan minimnya pasokan air yang telah berlangsung selama lebih dari dua tahun. Kondisi tersebut terjadi akibat kerusakan pada saluran irigasi tersier. Serta jaringan pipanisasi yang menjadi sumber pengairan bagi lahan pertanian di wilayah tersebut.
Akibat kerusakan itu, sekitar 400 hektar persawahan dari total 717 hektar area pertanian terdampak kekurangan air. Bahkan, sebagian lahan sawah dilaporkan tidak lagi produktif karena kesulitan memperoleh pasokan air untuk kebutuhan bercocok tanam.
Salah seorang petani Desa Padaasih, Yaya mengungkapkan, kerusakan fasilitas irigasi sudah terjadi selama 2 tahun lebih. Menurutnya, kondisi itu menyebabkan distribusi air dari hulu hingga hilir menjadi tidak optimal. Sehingga para petani kerap mengalami kesulitan saat musim tanam.
Baca Juga: Harga Gabah di Ujungjaya Sumedang Stabil, Petani Keluhkan Distribusi Pupuk Phonska
“Air yang mengalir ke sawah sangat terbatas. Kadang-kadang petani harus berebut air untuk mengairi lahannya. Kami khawatir kondisi ini bisa memicu perselisihan antar petani jika tidak segera ditangani,” kata Yaya, Rabu (10/6/2026).
Harapan Petani Padaasih Sumedang
Yaya berharap pemerintah segera melakukan perbaikan pada saluran irigasi dan jaringan pipanisasi, agar pasokan air kembali normal. Dengan demikian, produktivitas pertanian dapat meningkat dan perekonomian masyarakat kembali membaik.
“Faktor penyebabnya kerusakan irigasi ini karena terdampak longsor. Harapannya kami dari petani semoga cepat diperbaiki. Sehingga tanaman petani bisa subur lagi dan mudah mendapatkan air untuk mengairi persawahan. Karena mayoritas di sini kebanyakan petani, kalau airnya tidak berjalan ya susah. Pasti penghasilan petani pun merosot,” harap Yaya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Padaasih, Nunu Nugraha, membenarkan bahwa pihak desa hampir setiap musim tanam menerima keluhan dari para petani terkait minimnya pasokan air.
“Setiap di musim tanam kita mendapatkan keluhan dari para petani. Hanya kita terbatas dari segi anggaran, dari segi material juga kita terbatas. Karena kalau pun ada dana, di desa itu kan peruntukannya tidak semata-mata ada uang kita terapkan,” katanya.
Baca Juga: Amankan Produksi Pangan Saat El Nino, Kementerian PU Tambah Kuota Bantuan Pompa Air
Kondisi Saluran Irigasi dan Pipanisasi
Nunu menyebutkan, saat ini kondisi saluran irigasi maupun pipanisasi mengalami kerusakan cukup parah. Bahkan, intake irigasi yang berada di hulu sungai dilaporkan hancur akibat pergerakan tanah. Sementara sejumlah titik saluran irigasi tersier juga mengalami kerusakan berat.
“Kerusakan ini sudah berlangsung lebih dari dua tahun. Karena keterbatasan kemampuan dan anggaran, pemerintah desa belum dapat melakukan perbaikan secara menyeluruh,” ujar Nunu.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah desa bersama kelompok tani di Padaasih terus melakukan koordinasi dan pengaturan pembagian air secara bergilir. Agar lahan pertanian yang mengalami kekeringan tetap dapat terairi meski dengan pasokan yang terbatas.
“Kerusakan irigasi ini sudah terjadi sekitar 2 tahun lebih. Pernah 3 tahun ke belakang longsor, warga desa semua turun tangan secara swadaya. Tapi akhirnya 2 tahun ke belakang runtuh (rusak) lagi,” terangnya.
Butuh Bantuan Pemda dan Pusat
Baca Juga: Bupati Sumedang Panen Padi Metode Tabela, Strategi Tingkatkan Produksi di Tengah Ancaman El Nino
Pemerintah Desa Padaasih berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Baik berupa pembangunan maupun perbaikan jaringan irigasi dan pipanisasi.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan air para petani. Serta mengembalikan produktivitas pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat Desa Padaasih.
“Untuk pemerintah daerah maupun pusat, kami berharap tidak henti-hentinya memberikan bantuan, berupa pipanisasi atau irigasi. Sesuai dengan kebutuhan yang kami ajukan untuk memenuhi kebutuhan para petani,” pungkas Nunu Nugraha. (Aang/R3/HR-Online/Editor: Eva)

2 hours ago
4

















































