Melihat pertumbuhan ekosistem cryptocurrency di Indonesia yang semakin positif, PINTU perluas daftar aset kripto. Sebagai platform investasi kripto terpercaya, PINTU mengambil langkah strategis dengan perluas daftar aset serta tokenisasi di aplikasi. Keputusan ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak opsi kepada pengguna sekaligus memperkuat pengalaman investasi.
Baca Juga: Cara Kerja Hybrid Exchange Crypto dan Perannya dalam Ekosistem Blockchain
Alasan di Balik Keputusan PINTU Perluas Daftar Aset Crypto
Seperti diketahui, tren investasi berbasis tokenisasi kini semakin menjanjikan di pasar global. Perkembangan teknologi blockchain membuat berbagai instrumen investasi konvensional dapat berubah menjadi aset digital. Tentunya lebih mudah perdagangannya, transparan, serta dapat pengguna akses secara luas.
Kondisi tersebut turut mendorong meningkatnya minat masyarakat terhadap tokenized asset. Hal ini menjadi alasan utama perluasan portofolio di platform PINTU yang terus menunjukkan pertumbuhan menarik. Tingginya minat terhadap aset tokenisasi juga jadi indikator bahwa pasar kripto tidak hanya berfokus pada Bitcoin atau Ethereum.
Iskandar Muhammad selaku Head of Product Marketing PINTU menyebut persentase pertumbuhan transaksi tokenized asset mengalami peningkatan signifikan. Pada Bulan April 2026, jumlah pengguna kumulatif meningkat sebanyak 9,49% dari Maret 2026. Sementara itu, rata-rata transaksi tiap pengguna turut melonjak hingga 87,32%.
Baca Juga: Cara Trading Crypto Futures di Pluang yang Paling Efektif
Secara global, minat terhadap tokenisasi aset digital juga terus meningkat. Berdasarkan data dari RWA.xyz per tanggal 12 Mei 2026, kapitalis pasar tokenisasi aset dalam 30 hari ke belakang naik 5,38%. Nilainya pun menjadi 32,18 miliar dolar AS atau setara Rp563 triliun. Artinya, investor kini semakin tertarik pada aset yang memiliki underlying asset nyata.
Tokenized Asset Terlaris
Ada setidaknya lima tokenized asset yang paling aktif diperdagangkan pada April 2026. Ini sekaligus jadi acuan PINTU perluas daftar aset kripto. Asetnya secara berurutan meliputi iShares Silver Trust (SLVON), Apple (AAPLX), Tesla (TSLAX), serta Alibaba Group (BABAON). Dominasi aset-aset tersebut menunjukkan investor Indonesia punya minat tinggi terhadap perusahaan teknologi global. Begitu juga dengan instrumen investasi berbasis komoditas.
SLVON misalnya, menjadi salah satu opsi menarik karena memberikan eksposur terhadap harga perak sebagai aset lindung nilai. Di sisi lain, saham teknologi seperti Apple dan Tesla tetap jadi favorit karena nilainya punya prospek pertumbuhan jangka panjang yang kuat. Terutama seiring perkembangan teknologi AI, kendaraan listrik, maupun transformasi digital global.
Tambah 48 Portofolio Baru
Aplikasi yang telah berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini perluas pilihan investasi dengan menghadirkan total 48 aset tokenisasi. Langkah perluas portofolio kripto baru tersebut menjadi bagian dari strategi PINTU dalam memenuhi kebutuhan investor yang semakin beragam. Penambahan 48 aset tokenisasi ini mencakup berbagai sektor industri global.
Termasuk sektor teknologi, AI, semikonduktor, e-commerce, finance, consumer goods, kesehatan, energi, IT, hingga ETF dan emas digital. Diversifikasi semakin memungkinkan investor memilih aset sesuai profil risiko sekaligus preferensi investasi masing-masing. Deretan asetnya juga mencakup nama besar seperti Apple, Meta, Tesla, NVIDIA, Microsoft, Amazon dan JPMorgan Chase & Co.
Di samping perluas daftar aset kripto, langkah ini juga menunjukkan bahwa PINTU kian berkembang menuju ekosistem yang lebih terintegrasi. Khususnya dengan ekosistem di pasar global. Inovasi tokenisasi akan terus menjadi tren utama dalam industri blockchain. Mengingat mereka mampu menjembatani investasi tradisional dengan teknologi digital modern.
Baca Juga: Mengenal Bursa Kripto ICEXL dan Potensinya di Pasar Aset Digital
Kabar PINTU perluas daftar aset kripto ini pun sukses menarik atensi masyarakat. Apalagi berkat tambahan daftar aset kripto, PINTU tidak hanya perluas layanan, tetapi juga dorong literasi dan adopsi digitalisasi di Indonesia. Ekosistem cryptocurrency nasional diprediksi akan semakin berkembang dalam beberapa tahun mendatang. (R10/HR-Online)

12 hours ago
13

















































