harapanrakyat.com,- Wakil Wali Kota Banjar, Jawa Barat Supriana mengingatkan para perawat agar bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Hal itu ia sampaikan usai meresmikan gedung sekretariat Dewan Perwakilan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kota Banjar di jalan raya Banjar – Cimaragas, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, Sabtu (27/4/25).
Wakil Wali Kota Banjar, Supriana mengatakan, secara pribadi ia sangat bersyukur. Ia juga mengapresiasi kepada DPD PPNI Kota Banjar yang sudah memiliki gedung sekretariat yang sangat representatif.
“Saya berharap sekretariat ini menjadi tempat berkumpul dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Supriana.
Ia menjelaskan, dengan tempat tersebut bisa menjadikan semangat untuk membangun sinergi dengan pemerintah dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
“Kami berharap dari kegiatan ini timbul spirit bagi perawat untuk membangun sinergi dengan kami pemerintah Kota Banjar. Kami memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik,” jelasnya.
Sedangkan, terkait peristiwa yang saat ini terjadi di dunia kedokteran dan menjadi perhatian publik, dirinya turut prihatin. Ia berharap tidak terulang kembali.
“Terkait yang terjadi di dunia medis dan menjadi perhatian publik, saya turut prihatin. Jangan sampai terjadi kembali ke depannya, karena yang viral saat ini di luar etika seorang tenaga medis, baik dokter maupun perawat. Mudah-mudahan di Kota Banjar tidak terjadi hal seperti itu,” terangnya.
Perawat Jaga Profesionalitas
Kemudian, Supriana juga menyebut perawat sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat Karena itu, mereka harus menjaga profesionalitas dan mengutamakan pelayanan prima.
“Yang pasti karena mereka itu garda terdepan mungkin kunci utamanya adalah pelayanan prima. Artinya profesionalitas mereka harus dijaga. Mereka harus mengutamakan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD PPNI Kota Banjar, Dede Sudiono menyampaikan, ia sangat bersyukur dan bahagia dengan berdirinya gedung sekretariat tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan hasil musyawarah anggota dan iuran sejak tahun 2020 lalu.
“Tentu kami sangat bahagia dan bersyukur telah memiliki gedung sekretariat dan ini hasil musyawarah tahun 2020. Ini merupakan hasil iuran sebesar Rp 30 ribu per orang setiap bulan dari anggota. Sampai sekarang masih berjalan untuk menutupi kekurangan dan itu sesuai kesepakatan anggota,” katanya.
Lebih lanjut, menanggapi peristiwa yang viral di dunia kedokteran, hal itu menjadi perhatian khususnya bagi DPD PPNI Kota Banjar.
“Karena seperti tadi yang disampaikan oleh pak wakil wali kota bahwa kita sebagai garda terdepan dalam hal pelayanan,” ungkapnya.
Ia menyebut, bukan hal yang tidak mungkin apa yang menjadi perhatian publik di dunia kedokteran bisa terjadi pada perawat.
“Itu harus menjadi pelajaran khususnya bagi kami sebagai perawat untuk melakukan pembinaan secara etika dan disiplin,” paparnya.
Dede Sudiono menambahkan, jika ada perawat yang kedapatan melanggar etik dan disiplin, tentunya akan diberikan sanksi sesuai perbuatannya.
“Jika ada yang kedapatan melanggar di kita, ada yang namanya komite etik untuk melakukan penelusuran dan mencari fakta untuk menentukan sanksi. Biasanya sanksi terberat bisa sampai pencabutan izin kalau dari profesi. Yang mencabut izin pemerintah, tapi atas dasar rekomendasi dari profesi,” pungkasnya. (Sandi/R6/HR-Online)