Strategi Kepala DKP Kota Banjar Tingkatkan Tata Kelola Arsip Melalui Satria dan Simonika

6 days ago 18

harapanrakyat.com,- Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Banjar (DKP) Nia Kania Permasih meluncurkan proyek perubahan melalui strategi peningkatan kepatuhan terhadap tata kelola arsip. Ini dilakukan dengan gerakan sadar tertib arsip (Satria) melalui sistem monitoring kearsipan (Simonika) di Auditorium DKP Kota Banjar, Jumat (22/8/25). 

Nia Kania mengatakan, kearsipan memegang peranan strategis sebagai tulang punggung penyedia informasi yang otentik, dipercaya dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Baca juga: Pameran Arsip Bersejarah Kota Banjar, Pj Wali Kota Minta Pejabat Ikut Kontribusi ke DKP

Namun kenyataannya, kata Nia, di kabupaten/kota masih terdapat kendala dan tantangan. Seperti halnya masih rendahnya tertib arsip, minim penerapan regulasi tentang kearsipan, dan lemahnya pengawasan terhadap siklus hidup arsip. 

“Dinas Perpustakaan dan Kearsipan selaku lembaga yang memiliki tanggung jawab di bidang ini. Karena itu, saya memiliki strategi untuk meningkatkan kepatuhan terhadap tata kelola arsip melalui proyek perubahan ini,” jelas Nia. 

Strategi Tata Kelola Arsip

Menurutnya, strategi ini merupakan salah satu jawaban dari berbagai kondisi regulasi saat ini. Di lingkungan pemerintah, seperti harus mengurangi penggunaan ATK karena aturan efisiensi. Tak hanya itu, Kota Banjar saat ini juga tengah berusaha untuk mengurangi penggunaan kertas atau paperless. 

“Kita di bidang kearsipan selalu melakukan pembinaan setiap tahunnya kepada para arsiparis di tiap OPD dan Kecamatan,” imbuh Nia. 

Dengan adanya simonika ini, sambung Nia, nantinya akan memudahkan melakukan pengawasan kearsipan di tiap OPD hanya melalui satu tools. Sementara yang bertugas mengunggah data ini adalah arsiparis di tiap lembaga. 

Meski masih belum sempurna karena dalam proses pengembangan, Nia yakin sistem ini perlu ditingkatkan. Bahkan, pihaknya mengenalkan salah satu aplikasi yang bernama Srikandi. Aplikasi ini akan merambah ke semua desa agar tata kelola arsipnya bisa lebih baik. 

“Keberadaan arsip itu sangat penting, bisa menyelamatkan dan bisa juga menjerumuskan. Makanya yang paling penting adalah bagaimana menjaga sebaik mungkin arsip-arsip yang ada. Kita bersepakat dengan para arsiparis perlu adanya penataan lebih lanjut tata kelolanya dari hulu sampai hilir. Ini karena selama ini belum menjadi perhatian,” katanya.

DKP Kota Banjar, lanjutnya, juga berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Banjar  dalam pembuatan tools yang terintegrasi dengan E-Office. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan sistem informasi yang terintegrasi, efisien, dan responsif. Ini diterapkan terhadap kegiatan pengawasan kearsipan internal di perangkat daerah secara digital.

Dukungan Kepala Daerah

Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjar Supriana mengapresiasi terobosan ini. Ia harap gagasan tersebut bukan sekadar ide semata, namun bisa terealisasi. Tidak hanya di dinas kearsipan saja, namun semua lembaga pemerintah yang ada di Kota Banjar. 

“Saya lihat kerangka teoritisnya sudah sangat rasional, tinggal bagaimana implementasinya di lapangan,” kata Supriana. 

Menurutnya, arsip merupakan catatan sejarah yang terdokumentasikan. Jika tidak ada arsip, maka akan terjadi loss informasi hingga loss generasi. “Makanya arsip itu adalah sebuah keniscayaan yang bukan di institusi saja, namun personal juga sama pentingnya,” pungkasnya.

Hadir dalam launching tersebut sejumlah pejabat Pemkot Banjar seperti Asisten Daerah, Kepala Perangkat Daerah dan camat se-Kota Banjar, Arsiparis dan pengelola arsip di perangkat daerah di Kota Banjar. (Muhafid/R6/HR-Online) 

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |