Ahli Geologi Ungkap Fenomena Sinkhole dan Penyebab Amblesnya Tanah di Sumatera Barat

1 day ago 4

harapanrakyat.com,- Misteri penyebab amblesnya tanah yang mengejutkan masyarakat Nagari Situjuah Batua, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat, pada pekan lalu terungkap. Sepetak sawah tiba-tiba lenyap ditelan bumi, menyisakan lubang raksasa sedalam 20 meter yang dikenal warga sebagai sawah luluih. 

Fenomena ini, menurut ahli, bukanlah kejadian mistis, melainkan murni proses geologis yang dikenal sebagai sinkhole. Di balik hamparan tanah vulkanik yang subur dan pemandangan Gunung Sago yang asri, tersimpan proses geologis kompleks yang bekerja diam-diam. Ahli geologi kemudian membedah tuntas mengenai penyebabnya.

Menurut para ahli, penyebab utama fenomena ini terletak pada struktur lapisan tanah yang unik dan menipu. Secara geologis, wilayah Situjuah merupakan bagian dari Formasi Kuantan di Blok Sumatera Barat yang didominasi oleh batuan kapur (limestone). Batuan kapur ini tertutup rapat oleh material tanah vulkanik tebal hasil erupsi purba Gunung Sago.

Baca juga: Ancaman Bibit Siklon Tropis 91S di Wilayah Indonesia, Masyarakat Diminta Meningkatkan Kewaspadaan

Kondisi ini menciptakan sebuah paradoks geologis. Lapisan vulkanik di permukaan memberikan kesuburan luar biasa bagi pertanian, tetapi lapisan ini menyembunyikan fondasi batuan kapur di bawahnya yang mudah larut oleh air. Kombinasi antara fondasi kapur yang rentan dan curah hujan yang tinggi menjadi resep sempurna bagi terjadinya pelarutan batuan yang tidak terlihat di permukaan.

Kemudian, proses pembentukan sinkhole ini tidak terjadi dalam semalam atau hitungan bulan. Air hujan yang meresap ke dalam tanah selama ribuan tahun bertindak sebagai pemahat alami yang melarutkan batuan kapur. Sehingga, proses kimia ini menciptakan jaringan rongga, gua, dan aliran sungai bawah tanah yang rumit dan tersembunyi.

Baca juga: Waspada! BMKG Ungkap 13 Zona Megathrust di Indonesia yang Berpotensi Gempa Besar

Lubang yang muncul di Situjuah dikategorikan sebagai collapse sinkhole. Fenomena ini terjadi ketika atap dari rongga atau sungai bawah tanah tidak lagi kuat menahan beban di atasnya—meliputi beban tanah, air, maupun vegetasi—sehingga runtuh secara tiba-tiba ke dasar rongga.

Faktor Aktivitas Manusia Mempercepat Keruntuhan

Ahli Geologi dan Mitigasi Bencana, Ade Edward, memberikan analisis spesifik mengenai pemicu kejadian ini. Ia menduga adanya penyumbatan pada aliran sungai bawah tanah. Penyumbatan ini menyebabkan tekanan air meningkat dan retakan merambat ke atas, melemahkan struktur tanah permukaan hingga akhirnya ambruk seketika.

Meskipun sinkhole adalah proses alamiah, para ahli menyebut aktivitas manusia seringkali bertindak sebagai katalisator yang mempercepat terjadinya keruntuhan. Keseimbangan hidrologi bawah tanah yang rapuh dapat terganggu oleh berbagai kegiatan modern.

Baca juga: Waspada! BMKG Rilis Peringatan Dini Potensi Gelombang Tinggi 4 Meter Selama Libur Nataru 2025

Para ahli juga menyoroti beberapa pemicu buatan manusia, antara lain pemompaan air tanah berlebih untuk sumur atau industri yang mengurangi tekanan pori batuan penopang. Pembangunan infrastruktur atau bangunan berat di atas lahan yang memiliki rongga bawah tanah juga menjadi beban permukaan yang signifikan. Selain itu, getaran mesin pengeboran atau perubahan sistem drainase air permukaan yang mengarahkan air dalam jumlah besar ke satu titik resapan dapat memperburuk kondisi ini.

Dari fenomena alam ini menegaskan bahwa semua yang berada di lapisan bumi itu dinamis. Sehingga, pemahaman mengenai karakteristik geologi setempat sangat penting untuk mitigasi risiko. Salah satu langkah mitigasinya adalah dengan tidak membebani lahan kritis dan mengelola air tanah dengan bijak untuk mencegah percepatan penyebab amblesnya tanah. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |