harapanrakyat.com,- Suasana semarak mewarnai peringatan Hari Jadi ke-19 Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (19/6/2026). Momen ini menandai perjalanan panjang daerah yang telah berdiri sendiri setelah memisahkan diri dari Kabupaten Bandung sebagai induknya.
Puncak perayaan dimulai dengan upacara resmi di halaman Kantor Pemerintah KBB. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Jeje Ritchie Ismail bersama istri, Syahnaz Sadiqah yang tampil anggun mengenakan kebaya berwarna biru dongker.
Baca Juga: Solusi Sebelum TPA Sarimukti Penuh, Bandung Barat Siapkan 50 Titik Lokasi Pengolahan Sampah
Acara semakin meriah dengan penampilan memukau dari pasukan drumband Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Tak hanya itu, langit di atas lokasi upacara pun dihiasi dua pesawat paralayang yang melayang mengelilingi area.
Momen yang cukup menarik terjadi saat Bupati KBB sempat berdiri di atas alat musik bas drum dan mengayunkan tongkat mayoret. Aksi tersebut yang langsung disambut riuh tepuk tangan dari seluruh tamu undangan.
Setelah rangkaian upacara selesai, Bupati Jeje menyampaikan bahwa usai 19 tahun bukanlah masa kanak-kanak lagi bagi sebuah daerah. Oleh sebab itu, perayaan Hari Jadi ke-19 KBB kali ini dikemas dengan cara yang sederhana namun tetap bermakna.
“Di usia 19 tahun ini, Kabupaten Bandung Barat bisa dikatakan sudah beranjak dewasa. Jadi kita tidak menggelar perayaan yang berlebihan. Kegiatannya kita laksanakan secara bersahaja, seperti ziarah ke makam para mantan Bupati yang telah tiada. Serta menyalurkan bantuan kepada warga yang terkena musibah longsor di Pasirlangu,” ungkapnya.
Beragam Prestasi Diraih, Bandung Barat Masih Perlu Dibenahi
Selain rangkaian kegiatan syukuran, perjalanan pembangunan selama ini juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Berbagai data perkembangan daerah mencatat arah yang positif.
“Pertumbuhan ekonomi tahun 2025 mencapai 5,28 persen. Kemudian, angka kemiskinan turun menjadi 9,87 persen. Tingkat inflasi tetap terjaga rendah di angka 2,13 persen. Lalu, jumlah pengangguran terbuka menurun menjadi 6,60 persen, Ketimpangan ekonomi semakin membaik dengan indeks gini di angka 0,364. Kualitas hidup warga meningkat, terlihat dari Indeks Pembangunan Manusia yang naik ke 71,65 poin,” terang Bupati Jeje.
Ia juga memaparkan, di sektor infrastruktur, pemerintah telah memperbaiki dan merawat jalan kabupaten sepanjang lebih dari 36 kilometer. Hasilnya, persentase jalan dalam kondisi baik mencapai 78,80 persen atau melampaui target yang direncanakan.
Sementara itu, kualitas pelayanan dasar bagi warga sudah memenuhi standar hingga 98,50 persen. Pengelolaan pemerintahan pun dinilai semakin baik. KBB kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Baca Juga: 25 Gerai Koperasi Merah Putih Rampung, Bandung Barat Siap Cetak Ekonomi Baru Desa
Penilaian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga terus menunjukkan perbaikan. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah mewujudkan birokrasi yang bersih, terbuka. Serta dapat dipertanggungjawabkan.
Meski beragam prestasi berhasil diraih, Bupati Jeje tetap rendah hati. Ia menyampaikan bahwa perjalanan ini belum berakhir.
“Berbagai capaian ini bukan berarti semua masalah di Bandung Barat sudah selesai sepenuhnya. Masih ada banyak hal yang perlu dibenahi dan ditingkatkan demi kesejahteraan warga ke depannya,” tutupnya. (Eri/R3/HR-Online/Editor: Eva)

3 hours ago
3

















































