Cegah Transaksi Jual Beli Kursi Sekolah Negeri, Disdik KBB Imbau Warga Waspada Janji Palsu!

4 hours ago 3

harapanrakyat.com,- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB), telah menyiapkan langkah-langkah pencegahan guna menghindari praktik jual beli kursi pada proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Seluruh rangkaian penerimaan siswa baru dijamin berjalan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Untuk mencegah terjadinya kecurangan, sejak tahun lalu sudah disepakati pakta integritas antara Bupati bersama unsur pimpinan daerah. Di dalamnya tertulis jelas bahwa SPMB harus bebas dari praktik suap, korupsi, maupun pilih kasih. Prosesnya akan dilaksanakan dengan aturan yang ketat. Sehingga tidak ada lagi cara titip-menitip siswa,” kata Plt Kepala Disdik KBB, Edy Syafrudin, Jumat (19/6/2026).

Baca Juga: Soal Bantuan Murid Swasta di Jawa Barat, Dedi Mulyadi: Pendidikan Bukan Tempat Cari Untung

Ia menjelaskan, seluruh pendaftaran untuk jenjang SD dan SMP Negeri dilakukan sepenuhnya secara daring. Jadwalnya, pendaftaran SD berlangsung mulai 19 Juni hingga 3 Juli 2026.

Sementara untuk SMP, jalur domisili dibuka 19 – 25 Juni 2026, dan jalur prestasi, bantuan khusus, serta perpindahan siswa dibuka pada 29 Juni sampai 3 Juli 2026.

Disdik KBB Imbau Warga Waspada Janji Palsu

Edy juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergoda bujukan oknum yang mengaku bisa memastikan anak langsung diterima masuk sekolah negeri.

Baca Juga: Buka Peluang Usut Kekacauan SPMB, Komisi V DPRD Jabar Dukung Pembentukan Pansus

“Kami ingatkan, jangan percaya pada siapa pun yang mengatasnamakan pihak sekolah atau dinas pendidikan. Lalu menjanjikan kelulusan dengan cara instan. Semua penilaian dan penentuan hasil murni mengikuti sistem yang sudah terprogram dalam aplikasi,” tegasnya.

Secara rinci, ketersediaan tempat belajar tahun ini mencapai sekitar 31.000 kursi untuk SD Negeri yang tersebar di 701 unit sekolah seluruh kecamatan. Sedangkan untuk jenjang SMP Negeri tersedia daya tampung sebanyak 17.132 kursi di 67 sekolah.

Edy mengakui bahwa SMP Negeri yang ada memang belum bisa menampung seluruh lulusan SD yang mencapai sekitar 28.000 orang. Sebagai solusi, siswa yang belum diterima di sekolah negeri dapat mendaftar ke sekolah swasta.

“Memang masih ada sekitar separuh lulusan yang belum tertampung di SMP Negeri. Untuk itu kami arahkan mereka mendaftar ke sekolah swasta. Karena di Bandung Barat tersedia sebanyak 111 lembaga pendidikan swasta yang siap menerima,” jelasnya.

Baca Juga: Sudah Lulus tapi Siswa di Kota Banjar Belum Terima Ijazah, Kenapa?

Dari sisi teknis, Disdik KBB juga memastikan sistem pendaftaran siap digunakan. Server yang dipakai sudah diuji coba selama sekitar tiga minggu dan berjalan lancar. Baik dari sisi koneksi maupun kemudahan akses.

“Alhamdulillah, pengujian sistem tidak menemui kendala berarti. Jaringan berjalan stabil, dan warga yang mencoba mengaksesnya juga sudah mulai paham cara menggunakannya. Kami berharap proses pendaftaran nanti bisa berjalan tanpa hambatan,” tutup Edy. (Eri/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |