Analisa Saham Mina Meroket, Bisa Tembus Level 9.000

22 hours ago 8

Menginjak awal tahun 2026, analisa saham Mina dari emiten properti PT Sanurhasta Mitra Tbk beranjak naik. Bahkan, pergerakan harganya berlangsung agresif, bisa tembus hingga level 9.000. Terhitung sejak pembukaan tahun hingga Selasa, 6 Januari lalu, saham ini membawa perubahan signifikan dengan melesat sebesar 34.82 % dan bertengger di level Rp 515 per saham. 

Baca Juga: Chengdong Divestasi Saham Bumi, Kepemilikan Turun Jadi 5,99 Persen di Akhir 2025

Analisa Saham Mina Meroket, Begini Detail Informasinya

Pada Rabu, 7 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih memiliki peluang untuk mengalami penguatan. IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang mulai dari 8.800 hingga 9.000, seiring sentimen positif yang terus mendominasi pasar di saham domestik. Tren penguatan ini menjadi informasi penting bagi para pelaku usaha, sebab IHSG kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Sebagai informasi, IHSG memiliki peran penting dalam pasar modal. Di mana, IHSG ini berperan sebagai penunjuk arah terkait pergerakan saham. Ketika IHSG naik, maka sebagian besar harga saham juga mengalami peningkatan. 

Penguatan IHSG Didorong Euforia Pasar

William Hartanto, seorang praktisi pasar modal sekaligus founder WH-Project menyebutkan bahwa penguatan IHSG saat ini berlangsung tanpa sentimen negatif yang membayangi. Ia menyebutkan bahwa pergerakan positif tersebut merupakan dorongan euforia pasar terhadap kenaikan IHSG yang berlangsung konsisten, sepanjang tahun 2025 hingga awal tahun 2026. Hal tersebut mencerminkan bahwa kepercayaan para investor semakin kuat terhadap kondisi pasar saham terkini. 

Menguat Naik 0.84 Persen

Pada 6 Januari 2026, IHSG tutup dengan angka penguatan sebesar 74.42 poin. Besaran angka ini naik sekitar 0,84 persen ke level 8.933,61. Kenaikan ini mempertegas soal bullish yang masih terjaga. Di mana, volume dan minat beli investor juga tergolong stabil. Hal tersebut menandakan bahwa penguatan indeks tidak terjadi sementara, namun juga didukung kekuatan pasar yang begitu solid. 

Baca Juga: BEI Suspensi Saham, Gencarkan Aksi Cooling Down

Menurut Willian, secara teknikal IHSG sudah mengonfirmasi pola bullish flag sejak perdagangan akhir pekan yang lalu. Pola ini menjadi sinyal lanjutan dari tren naik yang terus menguat. Dengan terbentuknya ATH (All Time High) baru, IHSG sudah tidak memiliki level resistance yang berarti. Kondisi tersebut memberikan ruang yang cukup luas bagi indeks untuk bergerak jauh lebih tinggi. 

Harus Bijak Mengelola Risiko

Meskipun terdeteksi naik, William menyebutkan bahwa kesimpulan yang diambil masih terbatas pada peluang untuk terbukanya jalan menuju level 9.000. Berdasarkan hal tersebut, investor tetap harus mencermati pergerakan pasar untuk mengelola risiko dengan bijak. Terlebih bagi investor yang berencana untuk melakukan transaksi dalam jangka pendek. 

Baca Juga: Saham Emiten Tekstil Tercuan yang Masuk Dalam Daftar BEI

Selain menjelaskan analisa saham Mina, William juga menyebutkan beberapa saham yang direkomendasikan secara teknikal. Mulai dari analisa saham Mina dengan estimasi target Rp560 – Rp600, ANTM estimasi target Rp3.600, DEWI estimasi target Rp187 hingga ASII dengan estimasi target Rp7.000 – Rp7.100. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |