Bapenda Temukan 20 Jalan Tikus ke Objek Wisata di Pangandaran

1 day ago 8

harapanrakyat.com,- Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran, Jawa Barat, memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata masih menghadapi tantangan serius. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, mendeteksi keberadaan puluhan jalan tikus yang wisatawan manfaatkan untuk masuk ke kawasan objek wisata tanpa melalui pintu resmi. Sehingga tentunya berpotensi menimbulkan kebocoran retribusi.

Baca Juga: Libur Nataru 2026; Kunjungan ke Obwis Pangandaran Melonjak, Tembus 28 Ribu Wisatawan

Kepala Bapenda Pangandaran, Sarlan mengungkapkan, bahwa penutupan jalur tikus menjadi pekerjaan rumah utama dalam meningkatkan optimalisasi PAD dari sektor wisata unggulan tersebut.

“Itu juga memang ada yang bawa (wisatawan) juga ada yang mengarahkan,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (5/1/2026).

Kebocoran PAD Akibat Jalan Tikus Masuk ke Objek Wisata Pangandaran

Pihaknya pun berupaya untuk meningkatkan kesadaran wisatawan, dan peningkatan disiplin dalam menertibkan jalan tikus tersebut. Sebab, akibat adanya jalan tikus ke objek wisata tersebut, retribusi pariwisata Pangandaran bocor saat malam tahun baru kemarin.

“Karena kemarin banyak yang masuk ke objek wisata dengan menggunakan kendaraan roda dua, memang ada yang mengerahkan,” ungkapnya menambahkan.

Baca Juga: 21,2 Juta Warga Bergerak Saat Nataru, Akses Wisata Pangandaran Rawan Macet

Saat malam tahun baru, Bapenda mendapat Rp 610 juta, namun estimasi berkurang 10 persen karena adanya jalan tikus. Sedangkan pada hari Minggu (4/1/2026), mendapatkan Rp 750 juta.

“Kalau saya lihat jumlah kunjungan hampir sama. Namun karena malam tahun baru banyak yang pakai kendaraan roda dua, mereka mencari jalan tikus,” katanya.

Langkah Tegas Tindak Oknum

Hingga saat ini, Bapenda Pangandaran telah mengidentifikasi 20 titik jalan tikus untuk masuk ke objek wisata. Sementara dari jumlah tersebut, 10 jalur telah berhasil ditutup berkat kerja sama dengan Satpol PP Pangandaran.

Ia merinci, tiga jalur tikus di kawasan Pantai Timur telah ditutup, disusul jalur di wilayah Cikembulan dan sejumlah titik lainnya. Bahkan, beberapa pihak yang terlibat dalam praktik tersebut telah diamankan untuk diberikan pembinaan.

“Yang bersangkutan sudah membuat pernyataan dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Jika kembali melakukan hal serupa, mereka siap diproses secara hukum,” tegasnya.

Baca Juga: Pemkab Pangandaran Antisipasi Getok Harga di Objek Wisata Jelang Nataru

Sarlan juga mengimbau masyarakat, agar tidak lagi mengarahkan wisatawan untuk memasuki kawasan objek wisata melalui jalan tikus tersebut. Ia menyebutkan, sejauh ini dua kelompok dan dua individu telah diberi pembinaan dan membuat pernyataan resmi yang direkam dalam bentuk video.

“Di Batukaras juga ada (jalan tikus), namun kebanyakan di Pangandaran,” ucapnya.

Ke depan, Bapenda Pangandaran terus melakukan pembaruan sistem penarikan retribusi guna menutup celah kebocoran. “Kami akan meminta izin kepada Ibu Bupati agar aplikasi ini bisa dipublikasikan. Sehingga, pendapatan retribusi objek wisata dapat dipantau secara terbuka, bahkan diperbarui per menit dan per detik,” pungkasnya. (Ala Heryana/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |