harapanrakyat.com,- Tradisi penjelajahan lintas alam di kalangan Pramuka SMAN 1 Ciamis kembali bergeliat. Setelah terhenti selama sekitar enam tahun akibat pandemi COVID-19, Gerakan Pramuka Ambalan Ciung Wanara dan Diah Pitaloka kembali menggelar Hiking Rally Ci Radika (HRCD) 2026, Sabtu (29/8/2026).
Baca Juga: Jamnas XII Jadi Ajang Pembentukan Karakter, Kontingen Ciamis Resmi Dilepas Bupati Herdiat
Kembalinya HRCD ditandai dengan pelepasan sekitar 1.300 anggota Pramuka Penggalang dan Penegak dari halaman utama SMAN 1 Ciamis. Peserta tidak hanya berasal dari lingkungan sekolah tersebut, tetapi juga datang dari sejumlah sekolah di Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, hingga Kabupaten Kuningan.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk penjelajahan sejauh 12 kilometer itu menjadi momentum bagi SMAN 1 Ciamis untuk menghidupkan kembali salah satu agenda khas kepramukaan yang sebelumnya terakhir dilaksanakan pada 2020.
HRCD 2026 SMAN 1 Ciamis Ajang Latih Kemandirian dan Kejujuran
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Ciamis, Nanang Permana, menyambut positif kembalinya kegiatan tersebut. Ia memberikan apresiasi kepada dewan ambalan dan para pembina. yang dinilai berhasil menghidupkan kembali tradisi kegiatan setelah cukup lama vakum.
“Saya sangat menghormati dedikasi adik-adik Penegak di Ambalan Ciung Wanara dan Diah Pitaloka. Kegiatan ini terakhir digelar sebelum pandemi, dan sekarang dimunculkan kembali. Tanggapan saya sangat positif, ini harus dilanjutkan dan kita patut memberikan applause serta penghargaan setinggi-tingginya,” ujar Nanang seusai memberikan sambutan.
Menurut Nanang, keberhasilan penyelenggaraan HRCD 2026 juga menunjukkan bagaimana pola pembinaan Pramuka Penegak dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi peserta didik, untuk belajar mengelola kegiatan secara mandiri.
“Pembina di gugus depan ini paham betul cara membina Penegak. Mereka tidak terlalu banyak intervensi karena porsi Penegak itu 80% dari peserta didik. Berbeda dengan Penggalang yang 80%-nya masih diarahkan pembina. Hal ini melatih mereka untuk benar-benar mandiri,” tambahnya.
Ia menilai kegiatan lintas alam tidak semata-mata harus dilihat sebagai ajang adu kemampuan fisik. Lebih dari itu, HRCD dapat menjadi sarana bagi peserta untuk belajar mengenai kejujuran, keberanian, tanggung jawab, sekaligus kemampuan mengevaluasi diri.
“Kegiatan ini bertujuan agar mereka mengukur diri oleh dirinya sendiri. Ini lebih ke pembinaan karakter kejujuran, sedangkan keterampilan fisik hanyalah media. Jika tidak bisa, harus mengaku tidak bisa. Pintu perbaikan itu dimulai saat seseorang mengakui kesalahannya. Karena itu, saya pesankan kepada pembina dan pendamping, jangan memarahi anak saat mereka melakukan kesalahan dalam proses belajar ini,” tegas Ketua Kwarcab.
Menguji Ketangkasan dan Pembentukan Karakter Mandiri
Dari sisi penyelenggaraan, Kepala SMAN 1 Ciamis, Noor Rahmawati, S.Pd., M.Pd., mengatakan, HRCD memiliki identitas yang tidak terlepas dari dua ambalan di pangkalan sekolah tersebut. Nama Ci Radika merupakan akronim dari Ciung Wanara (Ci-Ra) dan Diah Pitaloka (Di-Ka).
Pada pelaksanaan HRCG tahun 2026 ini, panitia membawa tema Bhinneka Tunggal Ika. Pesan keberagaman tersebut ditampilkan melalui beragam atribut kebudayaan yang dikenakan peserta selama mengikuti kegiatan.
“Ini menjadi babak baru bagi kami untuk mempromosikan kembali HRCD setelah edisi sebelumnya pada 2020 lalu. Kami berharap kegiatan ini betul-betul memberikan sumbangan nyata dalam pembentukan karakter dan pembekalan mental peserta,” ungkap Noor Rahmawati.
Dari total peserta, sekitar 100 orang merupakan peserta internal SMAN 1 Ciamis. Sementara peserta lainnya berasal dari berbagai sekolah di wilayah Ciamis dan daerah sekitar, dengan peserta terjauh tercatat berasal dari Kawali, Kota Banjar, hingga Kabupaten Kuningan.
Selama kegiatan, peserta menempuh rute sepanjang 12 kilometer dengan estimasi waktu perjalanan sekitar tiga hingga lima jam. Sepanjang jalur tersebut, panitia menyiapkan lima pos penilaian, yang masing-masing dapat diikuti peserta dengan alokasi waktu sekitar 5-10 menit.
Setiap pos dirancang untuk menguji sejumlah kemampuan peserta, mulai dari ketangkasan fisik hingga pengetahuan yang berkaitan dengan kepramukaan dan keagamaan.
Kegiatan HRCD 2026 ini mendapat pendampingan langsung dari Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan Hidup Gerakan Pramuka Kwarcab Ciamis Yayat Ruhyat (Ki Wira), terkait manajemen risiko. (Jujang/HR-Online)

41 minutes ago
3

















































