DPKP Sumedang Kembangkan Teknologi Kultur Jaringan Ubi Cilembu, Produksi Tak Lagi Bergantung Tanah Asal

16 hours ago 12

harapanrakyat.com,- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terus mengembangkan inovasi budidaya ubi Cilembu agar dapat ditanam di berbagai wilayah tanpa kehilangan cita rasa khasnya. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui teknologi kultur jaringan yang saat ini tengah diuji coba bersama sejumlah perguruan tinggi dan tenaga ahli.

Kepala DPKP Kabupaten Sumedang, Tono Suhartono menjelaskan, selama ini ubi Cilembu dikenal memiliki rasa manis seperti madu yang tidak dimiliki jenis ubi lainnya.

Menurutnya, karakteristik tersebut berasal dari unsur bakteri patogen dan kondisi tanah khas wilayah Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan.

Baca Juga: Panen Raya Ubi Cilembu di Tanjungkerta Sumedang Tegaskan Daya Saing Global Komoditas Lokal

“Kalau tidak ada rasa madunya itu, berarti bukan ubi Cilembu asli, tapi ubi biasa. Ciri khasnya memang muncul setelah dibakar,” kata Tono, Rabu (13/5/2026).

Hasil Pengembangan Teknologi Kultur Jaringan Ubi Cilembu

Untuk menjaga kualitas tersebut sekaligus memperluas budidaya, DPKP Sumedang melakukan pengembangan kultur jaringan. Teknologi ini memungkinkan bibit ubi tetap menghasilkan rasa manis khas meskipun ditanam di luar kawasan Cilembu.

Uji coba budidaya telah pihaknya lakukan di sejumlah wilayah. Termasuk melalui program penanaman di 26 Polsek jajaran Polres Sumedang menggunakan media polybag. Beberapa lokasi berhasil menghasilkan ubi berkualitas, sementara sebagian lainnya mengalami kegagalan akibat metode tanam yang belum sesuai.

“Hasilnya ada yang berhasil dan ada yang gagal. Yang menggunakan teknologi kultur jaringan hasilnya jauh lebih baik,” terangnya.

Baca Juga: Saat di Sumedang, Kementrans Gandeng Unpad Kembangkan Industri Ubi Jalar di Kawasan Transmigrasi

Kegagalan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan berikutnya. Pemerintah daerah berencana memperluas program hingga ke 26 kecamatan di Sumedang, agar ubi Cilembu semakin dikenal luas dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Selain fokus pada budidaya, Pemkab Sumedang juga mulai menjalin kerja sama dengan investor dan perusahaan pangan untuk mendukung pemasaran produk ubi Cilembu. Salah satu kerja sama kami lakukan dengan PT Garudafood melalui nota kesepahaman MoU oleh pak Bupati Sumedang,” katanya.

Kerja sama tersebut bertujuan melindungi petani, konsumen, dan mitra usaha. Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan dalam pengembangan komoditas unggulan daerah tersebut.

Investor Mulai Lirik Ubi Cilembu

Ia menyebut, banyak investor mulai melirik ubi Cilembu. Namun yang utama tetap keberpihakan kepada petani dan kesejahteraan masyarakat.

Pengembangan teknologi kultur jaringan ubi Cilembu juga melibatkan sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Winaya Mukti (Unwim), serta tenaga ahli pertanian. Saat ini, teknologi tersebut tengah diproses untuk mendapatkan hak paten.

“Makanya kita menjalin kerjasama dengan Unpad, Unwim dan tenaga ahli dari KTI. Bagaimana rekayasa genetik bakteri patogen tersebut bisa dikembangbiakan dimasifkan,” ujarnya.

Tono mengungkapkan, hasil uji coba terbaru di Kecamatan Tanjungkerta menunjukkan keberhasilan signifikan. Ubi yang ditanam menggunakan kultur jaringan mampu menghasilkan rasa manis khas Cilembu tanpa harus menggunakan tanah asli dari wilayah Cilembu.

Di sisi hilirisasi produk, ubi Cilembu kini mulai dikembangkan menjadi berbagai olahan makanan UMKM. Salah satu produk yang mulai populer ialah bakpia ubi Cilembu dari wilayah Tanjungsari yang memiliki rasa manis alami tanpa tambahan gula.

Baca Juga: Gebyar Ternak Unpad di Sumedang Jadi Ajang Adu Kualitas, Peternak Lokal Diminta Naik Kelas

Selain pasar domestik, komoditas ubi Cilembu juga mulai menarik perhatian pasar luar negeri, termasuk dari Jepang. Namun demikian, tantangan utama yang masih dihadapi adalah menjaga kontinuitas produksi agar mampu memenuhi permintaan ekspor secara berkelanjutan.

“Kami berharap inovasi kultur jaringan dan penguatan industri olahan dapat menjadikan ubi Cilembu sebagai komoditas unggulan nasional. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Sumedang,” pungkasnya. (Aang/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |