Kisah Sukses Ani di Pasar Sindangkasih Ciamis, Dari Jualan Nasi Jinggo Hingga Punya Toko Sembako dan Kontrakan

8 hours ago 15

harapanrakyat.com,- Ani Setiawati (55) tampak ramah menyapa satu per satu pembeli yang datang ke toko sembakonya di Pasar Sindangkasih, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dengan senyum yang nyaris tak lepas dari wajahnya, ia melayani pelanggan sambil sesekali berbincang ringan dengan para langganan. Sebelum berjualan sembako seperti saat ini, belasan tahun lalu, Ani memulai usahanya dari jualan nasi jinggo dengan modal sederhana.

Nasi jinggo sendiri merupakan makanan khas berupa nasi porsi kecil yang dibungkus daun pisang, biasanya berisi sambal, mie, dan lauk sederhana. Dari jualan itulah Ani mulai mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk menyambung hidup keluarganya.

“Dulu saya jualan nasi jinggo kecil-kecilan di pasar. Untungnya sedikit, tapi disyukuri dan terus diputar lagi buat modal,” ujar Ani mengenang awal perjuangannya, Rabu (13/5/2026).

Baca Juga: Liburan ke Sungai Cireong Ciamis Bayar Rp 5 Ribu, Pengunjung Otomatis Terlindungi Asuransi 

Perempuan yang sudah 14 tahun berdagang di Pasar Sindangkasih itu kemudian memberanikan diri mengembangkan usaha dengan memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI. Dari jualan nasi jinggo, Ani pun membuka toko sembako.  

Awalnya, Ani hanya meminjam Rp 15 juta. Modal tersebut ia gunakan untuk menambah stok dagangan sembako. Karena usahanya terus berkembang dan pembayaran kreditnya lancar, ia kembali mendapatkan tambahan modal hingga beberapa kali.

Toko Ani di Pasar Sindangkasih pun kini dibagi jadi dua ruangan, satu bagian untuk jualan nasi jinggo, satu ruangan lagi untuk jualan sembako.

Usaha yang semula kecil perlahan membesar. Kini, plafon pinjamannya bahkan mencapai Rp 240 juta melalui pinjaman komersial umum karena usahanya dianggap sudah “naik kelas”.

“Alhamdulillah sekarang usaha sembako makin lengkap. Dari hasil muter modal juga saya bisa bangun kontrakan lima pintu,” katanya dengan wajah sumringah.

Baca Juga: BRI Ciamis Dorong Perlindungan Karyawan SPPG Lewat Asuransi Mikro

Tak hanya berkembang dari sisi usaha, Ani juga mulai mengikuti perkembangan teknologi. Bersama anaknya, Imey Indayani (26), tokonya kini sudah menggunakan layanan pembayaran digital QRIS BRI.

“Gratis dan mudah dengan QRIS BRI, pembeli sekarang banyak yang sukanya tinggal scan saja,” tambahnya.

Penguatan Ekosistem Pasar Tradisional

Melihat kesuksesan pedagang seperti Ani, BRI Unit Sindangkasih kini semakin aktif turun langsung ke lapangan. Manajer Bisnis Mikro BRI Branch Office Ciamis, Mochamad Heru Yudha, mengatakan pihaknya memiliki perhatian khusus terhadap penguatan ekosistem pasar tradisional.

“Kami ingin selalu dekat dengan masyarakat, khususnya para pelaku usaha dan pedagang pasar. Karena itu, tim Mantri (marketing BRI) kami aktif melakukan jemput bola langsung ke lapak-lapak pedagang,” ujar Heru.

Menurutnya, layanan pickup service tersebut menjadi solusi agar pedagang tidak perlu meninggalkan atau menutup tokonya hanya untuk mengurus kebutuhan perbankan.

Selain pembiayaan usaha, BRI juga terus mendorong pentingnya perencanaan keuangan bagi para pedagang pasar. 

“Melalui kegiatan di pasar ini, kami juga mengedukasi masyarakat mengenai produk BritAma Rencana. Ini merupakan tabungan berjangka yang fleksibel untuk membantu menyiapkan biaya pendidikan anak, pernikahan, hingga rencana ibadah haji. Kami ingin para pedagang memiliki akses keuangan yang praktis, aman, dan sesuai kebutuhan mereka,” katanya.

Baca Juga: Dongkrak Ekonomi Lokal, BRI Ciamis Guyur KUR Mikro dan KPP Rp 242 Miliar untuk Ribuan Nasabah

Melalui sinergi tersebut, BRI berharap budaya menabung dan kemandirian ekonomi masyarakat di Ciamis terus meningkat, sehingga akan lahir lebih banyak pelaku usaha seperti Ani yang sukses berkembang dari pasar tradisional. (Fahmi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |