Liga Indonesia berpotensi menambah jumlah wakil di kompetisi Asia musim 2026/27. Hal itu setelah muncul peluang redistribusi slot dari region Timur AFC yang gagal memenuhi verifikasi klub. Kesempatan ini terbuka jika ada asosiasi di kawasan Asia Timur yang tidak mendaftarkan klubnya atau gagal lolos verifikasi kompetisi AFC.
Baca Juga: Siap Sambut AFC Asian Cup 2027, Arab Saudi Sediakan Fasilitas Mewah untuk 24 Negara
Salah satu negara yang besar kemungkinan untuk kembali absen di kompetisi tersebut adalah Korea Utara. Karena ada yang absen, maka AFC pun mencari penggantinya untuk slot yang kosong tersebut. Berdasarkan regulasi dan peringkat regional, Indonesia besar kemungkinan bisa dapatkan jatah tambahan di kompetisi antarklub Asia.
Menurut regulasi AFC, redistribusi slot dilakukan kepada asosiasi anggota dengan peringkat tertentu di regional ranking. Sedangkan untuk kompetisi Asia AFC Champions League Two (ACL Two) musim 2026/27, slot tambahan diberikan kepada asosiasi yang berada di peringkat ke-12 atau lebih tinggi.
Ssementara untuk AFC Challenge League (ACGL), slot bisa diberikan kepada asosiasi di peringkat ke-13 atau lebih rendah. Posisi Indonesia yang kini berada di jajaran menengah atas region Timur membuat peluang tersebut semakin realistis.
Selain itu, regulasi AFC juga menegaskan, bahwa setiap klub yang ingin berpartisipasi di kompetisi Asia 2026/27, wajib memiliki lisensi nasional yang sah.
Jika suatu asosiasi memiliki jumlah klub berlisensi lebih sedikit dari slot yang dialokasikan, maka slot tersebut akan didistribusikan ulang kepada asosiasi lain yang memenuhi syarat. Dengan sistem lisensi nasional yang sudah berjalan baik, Indonesia menjadi salah satu kandidat kuat penerima slot tambahan.
Baca Juga: AFC Hapus Piala Asia U-23 di Tahun Non-Olimpiade, Kerugian Besar Bagi Timnas Indonesia?
Regulasi AFC Perkuat Peluang Tambahan Wakil Indonesia di Kompetisi Asia 2026/27
Dalam dokumen resmi AFC Section 4, Eligibility of Clubs, disebutkan bahwa klub yang gagal memperoleh lisensi tidak dapat mengikuti kompetisi lain di musim yang sama. Artinya, jika ada negara di region Timur yang tidak memenuhi syarat lisensi, maka AFC akan memilih asosiasi lain berdasarkan peringkat regional. Dengan demikian, slot kosong tersebut akan terisi.
Indonesia, yang kini memiliki sistem lisensi klub yang stabil dan diakui AFC, berada dalam posisi strategis untuk memanfaatkan peluang ini. Jika redistribusi slot benar terjadi, klub peringkat ketiga dan seterusnya di Liga Super Indonesia berpotensi tampil di kompetisi Asia musim 2026/27.
Meski belum ada pengumuman resmi dari AFC terkait negara mana yang akan kehilangan slot, indikasi absennya Korea Utara menjadi faktor utama. Hal ini membuka jalan bagi Indonesia untuk menambah wakil di kompetisi Asia.
Baca Juga: Media Asing Soroti Peluang Persib Bandung di ACL 2, Al Nassr Paling Dijagokan
Dengan dukungan regulasi dan posisi ranking yang menguntungkan, Liga Indonesia berpeluang besar kirim tiga wakil ke kompetisi Asia 2026/27. Hal itu memperkuat eksistensi klub nasional di level internasional. (Revi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

1 hour ago
6

















































