harapanrakyat.com,- Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menyatakan kesiapan mendukung Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengoptimalkan produk perikanan lokal.
Kepala DKPKP Kabupaten Pangandaran, Usep Ependi mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan MBG pada tahun 2026. Salah satunya melalui perhitungan kapasitas produksi daerah yang didampingi oleh para penyuluh perikanan.
“Target 2026, kami bersama penyuluh sudah mulai menghitung estimasi kebutuhan MBG. Kita lihat kemampuan produksi kita seperti apa. Mudah-mudahan tahun depan ada bantuan benih yang bisa dikelola kelompok pembudidaya ikan. Lalu hasilnya masuk ke Program MBG sebagai dukungan produk lokal,” kata Usep, Senin (12/1/2026).
Baca Juga: Penyuluh Perikanan di Pangandaran Bagikan Tips Budi Daya Ikan Nila Agar Panen Maksimal
Lanjutnya mengatakan, kelompok pembudidaya yang menerima bantuan nantinya tidak langsung menyalurkan hasil produksi ke MBG. Namun melalui skema kerja sama yang terintegrasi.
Dorong Produk Perikanan Lokal Pangandaran Masuk Program MBG 2026
Program MBG sendiri mengutamakan penggunaan produk lokal, baik ikan, telur, ayam, maupun komoditas pangan daerah lainnya.
“Di tiap daerah ada program KDMP. MBG itu harus memakai produk lokal, sehingga produksi daerah bisa dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” paparnya.
Menurutnya, peran koperasi desa dinilai sangat penting dalam rantai pasok ini. Koperasi berfungsi sebagai penghubung antara kelompok pembudidaya dengan pihak penyuplai MBG.
Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Petani Ikan Nila, Penyuluh Perikanan di Pangandaran Turun ke Lapangan
“Sebelum desa menjadi pemasok ke suplayer, kita siapkan dulu produknya. Nantinya bisa difungsikan oleh rekan-rekan di KDMP. Salah satu fokus kami di dinas adalah mengoptimalkan pembudidaya ikan nila agar bisa memasok kebutuhan MBG melalui penguatan koperasi desa,” jelasnya.
Ia menilai, jika skema tersebut sudah berjalan, maka pasar bagi para pembudidaya ikan di Pangandaran akan semakin jelas dan berkelanjutan.
“Misalnya di Pangandaran ada sekitar 100 ribu siswa. Kalau konsumsi ikan 10 ons, berarti kebutuhan mencapai 10 ton per bulan. Dengan asumsi satu kali makan ikan dalam sepekan dari Senin sampai Jumat,” tambah Usep.
Baca Juga: Dorong Produktivitas, DKPKP Pangandaran Salurkan Bantuan Sarpras Budidaya Ikan Air Tawar
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dibutuhkan luas kolam budidaya sekitar 15 hektar yang tersebar di 10 kecamatan. Setiap kecamatan nantinya akan didampingi oleh satu penyuluh perikanan.
“Ke depan, kami juga mendorong Balai Benih Ikan di Pangandaran agar mampu memenuhi kebutuhan benih secara mandiri. Semua ini kami targetkan bisa berjalan optimal pada tahun 2026,” pungkasnya. (Kiki/R3/HR-Online/Editor: Eva)

5 hours ago
4

















































