harapanrakyat.com,- Kisah Nabi Syamwil mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, namun ia memiliki peran penting dalam sejarah besar Bani Israil. Dalam literatur barat dan sejarah dunia di agama samawi, ia dikenal sebagai Samuel. Ia adalah nabi agung yang menjadi jembatan peralihan dari masa hakim menuju masa kerajaan.
Kisah hidupnya diperkirakan terjadi sekitar abad ke-11 Sebelum Masehi di wilayah Palestina. Saat itu, kondisi umat sedang berada di titik nadir kehancuran. Ia hadir ketika Bani Israil sedang terpuruk, kehilangan arah, dan ditindas habis-habisan oleh Kerajaan Filistin (Philistines) yang dipimpin raja kejam bernama Jalut.
Pada masa itu, kaum Bani Israil mendatangi nabi mereka dengan permintaan mendesak agar ditunjuk seorang raja yang bisa memimpin perang fisik. Mereka merasa lelah menjadi bangsa yang tertindas tanpa pemimpin militer. Mereka juga ingin merebut kembali tanah serta kehormatan mereka yang telah dirampas musuh.
Baca juga: Kisah Talut dan Jalut, Bukti Kekuatan Iman Mengalahkan Kedzaliman
Mendengar permintaan tersebut, Nabi Syamwil berdoa dengan khusyuk kepada Allah. Ia meminta petunjuk mengenai siapa sosok yang pantas mengemban beban berat tersebut. Allah kemudian memberikan wahyu bahwa Thalut (Saul) adalah orang yang terpilih. Ia adalah seorang pemuda desa dari suku Benyamin yang memiliki tubuh kuat dan ilmu luas.
Keputusan ini sontak mendapat penolakan keras dari para pemuka Bani Israil. Mereka merasa lebih berhak menjadi raja karena harta mereka jauh lebih melimpah. Mereka meragukan kapasitas Thalut hanya karena ia miskin dan bukan keturunan Yahuza (garis keturunan raja). Padahal Allah memilih pemimpin berdasarkan kelebihan ilmu dan fisik.
Baca juga: Kisah Nabi Hanzhalah, Penakluk Burung Raksasa Pemakan Hewan dan Manusia
Nabi yang bijaksana ini kemudian menegaskan bahwa keputusan Allah tidak bisa diganggu gugat oleh keinginan hawa nafsu manusia semata yang materialistis. Nabi Syamwil menjelaskan bahwa kepemimpinan sejati membutuhkan kekuatan strategi, ilmu pengetahuan dan ketahanan fisik di medan perang. Ini bukan sekadar tumpukan emas atau nasab bangsawan.
Bukti Kebenaran Melalui Kembalinya Tabut Perjanjian
Untuk meyakinkan kaumnya yang keras kepala, Allah memberikan tanda nyata berupa kembalinya Tabut Perjanjian (The Ark of Covenant). Tabut itu telah lama hilang direbut musuh. Kotak suci berisi peninggalan keluarga Musa dan Harun itu dibawa terbang oleh para malaikat di siang bolong. Hingga mendarat tepat di hadapan mereka.
Melihat mukjizat yang luar biasa tersebut, barulah kaum Bani Israil mau tunduk dan mengakui Thalut sebagai raja sah mereka di bawah bimbingan wahyu. Peristiwa bersejarah ini menjadi titik balik bersatunya kembali kekuatan umat. Mereka sempat terpecah belah akibat ego kesukuan yang tinggi selama ratusan tahun.
Baca juga: Kisah Nabi Daud AS dan Ayat Tentang Gunung Bertasbih
Di bawah komando Raja Thalut dan restu sang nabi, terbentuklah pasukan kecil yang solid. Mereka bersiap untuk menghadapi raksasa Jalut (Goliath) yang menakutkan di medan tempur. Dalam pasukan inilah nantinya muncul sosok Daud remaja. Dia kelak akan mewarisi kerajaan dan kenabian sekaligus setelah berhasil membunuh Jalut dengan ketapelnya.
Dari penjelasan singkat kisah Nabi Syamwil tersebut, menunjukkan bahwa ketaatan pada petunjuk ulama dan pemimpin yang sah adalah kunci kemenangan melawan kezaliman. Bahkan karena perjuangannya itu, ia merupakan nabi yang berhasil melahirkan era keemasan raja-raja sholeh, yakni Daud dan Sulaiman di tanah Palestina. (Muhafid/R6/HR-Online)

2 days ago
13

















































