Klenteng An Tjeng Bio Indramayu dari Tempat Ibadah hingga Jadi Cagar Budaya

1 day ago 9

Klenteng An Tjeng Bio Indramayu merupakan tempat ibadah yang memiliki sejarah penting. Bagaimana tidak, An Tjeng Bio sudah ada sejak abad ke-19 sekaligus menjadi saksi peradaban di pesisir utara Jawa Barat. Bahkan, bangunannya juga telah ditetapkan sebagai situs budaya oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu.

Baca Juga: Situs Buyut Banjar Indramayu, Kisah 41 Prajurit Monyet Kutukan

Biasanya, klenteng ini ramai pengunjung datangi pada saat perayaan tertentu. Termasuk Tahun Baru Imlek dan perayaan Cap Go Meh atau 15 hari pasca Imlek. Pada momen itu, suasana klenteng tampak lebih semarak dengan berbagai ritual keagamaan serta tradisi khas Tionghoa.

Warga keturunan Tionghoa hingga kini masih merayakan kirab Cap Go Meh sebagai penutup rangkaian perayaan Imlek. Hal yang sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat luas. Tidak hanya umat, wisatawan dan warga sekitar pun kerap datang untuk menyaksikan kemeriahan tersebut.

Klenteng An Tjeng Bio Indramayu dan Sejarah Pendirianya

Sebelum sepopuler sekarang, kehadiran An Tjeng Bio memang melewati proses pembangunan cukup panjang.

Berawal dari Indramayu yang terkenal sebagai wilayah terbuka untuk siapa saja. Mulai dari warga negara dari berbagai bangsa seperti Belanda, Arab, Tionghoa dan etnis lainnya.

Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya masyarakat dari etnis Tionghoa, kebutuhan akan tempat ibadah kian tinggi. Klenteng An Tjeng Bio sendiri pertama kali berdiri pada tahun 1848 oleh seorang tokoh Tionghoa bernama Poey Soen Kam.

Pendirian klenteng ini bertujuan sebagai tempat ibadah sekaligus pusat spiritual bagi masyarakat Tionghoa. Khususnya yang menetap dan berdagang di wilayah Indramayu.

Sejalan dengan perkembangan kawasan sekitar, klenteng An Tjeng Bio kemudian dipindahkan ke bagian depan. Kala itu, penggagas proses pemindahannya adalah Tan Liong Siang pada tahun 1880. Tujuannya tentu saja agar lebih mudah umat akses ketika ingin beribadah.

Hingga kini, Klenteng An Tjeng Bio tetap berdiri kokoh dan menjadi simbol keberlanjutan tradisi serta kepercayaan masyarakat Tionghoa di Indramayu.

Menyusuri Keindahan Arsitektur yang Khas

Saat memasuki halaman Klenteng An Tjeng Bio, pengunjung akan disambut dengan suasana yang tenang dan penuh nuansa religius. Di area klenteng ini terdapat empat bangunan utama yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri.

Setiap bangunan tampil elegan dengan dominasi warna merah yang menjadi ciri khas klenteng. Konon merah melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, serta perlindungan dari energi negatif.

Bangunan utama klenteng terhiasi berbagai ornamen khas Tionghoa yang sarat makna filosofis. Misalnya saja ukiran naga, lampion, hingga simbol-simbol keberkahan.

Di dalamnya juga terdapat patung Toa Pekong Lak Kwan Ya yang menjadi pusat pemujaan utama bagi umat.

Sementara itu, di sisi sebelah kiri ada bangunan khusus untuk menyembah para leluhur. Bangunan ini menjadi tempat penghormatan kepada nenek moyang sebagai bentuk bakti dan penghargaan terhadap asal-usul keluarga.

Baca Juga: Napak Tilas Situs Megalitik Bojongmangu Karawang

Menariknya, di bangunan ini turut menampilkan beberapa foto dokumentasi klenteng-klenteng lain. Khususnya yang tersebar di Provinsi Jawa Barat, Banten, Sumatera, hingga DKI Jakarta. Hal itu seolah memperlihatkan jaringan sejarah dan spiritual antar-klenteng.

Sudut untuk Persembahan

Bergeser ke bagian kanan dari bangunan utama Klenteng An Tjeng Bio Indramayu, terdapat sudut khusus. Sudut khusus tersebut kerap umat gunakan untuk menyembah Buddha Sakyamuni.

Area ini terasa lebih hening. Tak heran jika seringkali umat datang untuk bermeditasi atau berdoa dengan khusyuk. Di tempat ini juga tersimpan berbagai foto bersejarah. Salah satunya adalah foto Ibu Tien Soeharto yang sedang berdialog dengan seorang biksu.

Selain itu, ada pula sebuah papan tulis yang mencantumkan nomor telepon yang bisa para umat gunakan untuk berkonsultasi. Baik itu yang berkaitan dengan keagamaan maupun kegiatan sosial di kawasan klenteng.

Lokasi dan Jam Kunjungan

Jika ingin berkunjung, Klenteng An Tjeng Bio berlokasi di Jalan Veteran No. 406, Kabupaten Indramayu. kawasannya buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 20.00 WIB.

Pengunjung bisa datang untuk beribadah maupun sekadar berkunjung dan menikmati keindahan arsitektur serta suasana religius yang menenangkan.

Baca Juga: Makam Raden Adipati Singacala, Tokoh Teladan dari Tatar Galuh Ciamis

Di samping itu, dengan nilai sejarah, budaya dan spiritualnya, Klenteng An Tjeng Bio Indramayu tidak hanya menjadi tempat ibadah. Melainkan juga simbol toleransi, keberagaman, hingga warisan budaya yang patut kita jaga dan lestarikan bersama. Sebagai informasi, papan nama di depan Klenteng An Tjeng Bio Indramayu bertuliskan Vihara Dharma Rahayu. Jadi jangan bingung apabila mendapati nama yang berbeda. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |