Manila Digger tak Berdaya di SJH, Peralta Gokil Banget! Sistem Rotasi Persib Mulai Kelihatan

8 hours ago 4

Lolos ke ACL 2 tapi mainnya monoton? Slow Bob, jangan bilang gito ah! Yang penting tiket fase grup sudah di tangan, dan sepertiga akhir lapangan Persib Bandung sebenarnya punya kejutan taktik baru! Keberhasilan Persib Bandung melenggang ke fase grup AFC Champions League Two (ACL 2) usai Manila Digger tak berdaya di Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Senin (31/8/2026) malam. Kemenangan Maung Bandung ini memancing beragam reaksi dari kalangan suporter.

Baca Juga: Persib Bandung Lebih Ekspansif Bersama Tolic, Reuni Peralta-Berguinho Jadi Game Changer

Menanggapi anggapan sebagian pihak yang menyebut laga berjalan monoton, pemerhati Persib, Erix Exvrayanto, menilai hasil akhir tetap menjadi prioritas utama.

“Peluang kita sebenarnya melimpah, ada 12 kali ancaman walau cuma satu gol dari Peralta. Tapi ya mau menang sepuluh nol atau satu kosong sama saja, yang penting Persib lolos dan Manila Digger tak berdaya di SJH,” kata Erix saat diwawancarai harapanrakyat.com, Selasa (1/9/2026).

Sekjen Boboko Kuningan mengingatkan para Bobotoh agar tidak keburu pesimistis saat menyaksikan laga Maung Bandung. “Satu hal yang wajib diingat, nonton Persib itu harus tahan sampai menit akhir pertandingan,” tegas Erix yang juga Sekjen BOBOKO Distrik Kuningan.

Manila Digger tak Berdaya di SJH, Tapi Finishing Jadi PR Persib

Meski begitu, ia tak menampik jika urusan penyelesaian akhir (finishing) masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pangeran Biru, selepas ditinggal asisten pelatih spesialis penyerangan, Goran Paulic.

Kemenangan tipis ini memastikan langkah Persib melaju ke babak penyisihan grup ACL 2. Hasil manis tersebut sekaligus membakar semangat para pendukung setianya, untuk bersiap melakukan perjalan tandang mendukung klub kesayangan.

“Ini kepastian luar biasa. Bobotoh sekarang sudah bisa siap-siap merencanakan awayday mendukung Persib ke Korea Selatan, Australia, atau Vietnam,” tutur Erix.

Melihat jalannya laga, keputusan pelatih Igor Tolic memang dipengaruhi terbatasnya pilihan pemain dalam Daftar Susunan Pemain (DSP). Absennya nama seperti Gakuto Notsuda serta Uilliam Barros yang terkena akumulasi kartu, membuat kedalaman skuad cukup teruji sejak awal.

Baca Juga: Peta Liga 1 Musim 2026-2027, Persib Kejar Sejarah Quattrick Juara tapi Diadang Skema Mewah Klub Rival

Permainan Apik Persib

Namun dari segi skema permainan, Bobotoh asal Kuningan ini menilai alur bola Maung Bandung di sepertiga akhir lapangan sebenarnya tampil sangat dinamis dan cair.

“Peralta tadi sempat difungsikan sebagai pemain nomor 10 dan kerap bertukar posisi dengan Ragnar Oratmangoen,” papar Erix.

Sayangnya, keberuntungan belum berpihak pada Maung Bandung untuk mengunci kemenangan lebih cepat di 15 hingga 20 menit awal babak pertama.

Kegagalan memaksimalkan momentum awal tersebut membuat Persib sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan saat memasuki paruh kedua. Kendala finishing yang berlanjut dari musim lalu pun kembali terlihat pada laga kompetitif pertama bagi Igor Tolic ini.

Guna menambah daya gedor dan membuat Manila Digger tak berdaya di SJH, di babak kedua Tolic sempat memasukkan Thom Haye dan Berguinho. Haye diplot sebagai deep-lying playmaker sejajar dengan Marc Klok. Sedangkan Berguinho, bergerak bebas mengatur serangan dari lini tengah.

Masuknya Berguinho terbukti memberi perbedaan berarti, lewat kontribusinya pada proses gol penentu yang dicetak Mariano Peralta menjelang laga usai.

Perubahan taktik juga terlihat dari arah serangan. Jika babak pertama berfokus di sisi kanan lewat Kakang Rudianto, babak kedua beralih ke sisi kiri yang dihuni Eliano Reijnders dan Ragnar Oratmangoen.

Baca Juga: Analisis ACL Two 2026; Strategi Rasional Persib Kunci Tiket Lolos Fase Grup Menurut Bobotoh Asal Kuningan

Secara keseluruhan, aksi individu Mariano Peralta menjadi sorotan utama yang sukses menghidupkan atmosfer pertandingan di momen kritis. Akselerasi serta pergerakan pemain baru tersebut terbukti menjadi pembeda nyata di atas lapangan, sekaligus membuat Manila Digger tak berdaya di SJH. (Adi/R5/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |