Mantan Bupati Jeje Wiradinata Ungkap Strategi Jangka Panjang Pembangunan Infrastruktur untuk Pondasi Pariwisata Pangandaran

1 day ago 9

harapanrakyat.com,- Mantan Bupati Pangandaran dua periode, Jeje Wiradinata mengungkapkan, bahwa pembangunan infrastruktur yang terintegrasi menjadi pondasi utama dalam menata dan mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran secara berkelanjutan. Strategi jangka panjang tersebut, difokuskan pada pembangunan jalan dan jembatan penghubung antar destinasi wisata di sepanjang pesisir pantai selatan.

Baca Juga: Jembatan Sodongkopo Jadi Ikon Baru Pangandaran, Tarik Perhatian Warga dan Wisatawan

Jeje menjelaskan, sejak awal masa kepemimpinannya, ia menaruh perhatian besar pada konektivitas kawasan wisata, mulai dari Pantai Pangandaran, Batu Hiu, Batukaras, hingga Pantai Madasari. Selain membangun jalur penghubung, penataan kawasan pantai di setiap objek wisata juga dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat daya tarik pariwisata daerah.

“Penghubung jalan pesisir pantai antar objek wisata itu, untuk pemerataan mengurangi kepadatan wisatawan di Pantai Pangandaran. Jadi, nanti akan menyebar ke Pantai Batu Hiu, Batukaras sampai ke Madasari melalui konektivitas tanpa putus,” ungkapnya kepada harapanrakyat.com, Selasa (6/1/2026).

Mantan Bupati Jeje Wiradinata Ungkap Peran Jembatan Sodongkopo

Menurut Jeje, terbangunnya infrastruktur jalan dan jembatan antar destinasi wisata tidak hanya memperlancar arus wisatawan. Tetapi juga, membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di wilayah Pangandaran bagian timur dan barat. Sektor perhotelan, kuliner, jasa transportasi, hingga usaha pendukung pariwisata lainnya, diyakini akan berkembang seiring meningkatnya mobilitas.

Oleh karena itu, pada masa kepemimpinannya, ia fokus pada strategi panjang membangun pondasi pariwisata yang akan diteruskan oleh bupati selanjutnya bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

​”Bupati sekarang fokus pada penyelesaian Jembatan Sodongkopo, karena sebagai puncak dari rangkaian pembangunan infrastruktur strategis ini. Alhamdulillah Bupati Citra Pitriyami yang berkolaborasi dengan  Gubernur Jawa Barat bisa menyelesaikannya, tinggal peresmiannya saja,” ujarnya.

Baca Juga: Pembangunan Jembatan Sodongkopo di Pangandaran Diprediksi Selesai Sebelum Tahun Baru

Mantan Bupati Jeje Wiradinata menilai, keberadaan Jembatan Sodongkopo sangat vital. Karena bisa menjadi penghubung utama menuju kawasan wisata Batukaras, sekaligus akses strategis ke Bandara Nusawiru. Infrastruktur tersebut diyakini mampu mempercepat akses wisatawan serta meningkatkan mobilitas masyarakat dan nelayan.

Jeje menyebut, Jembatan Sodongkopo kini menjadi jembatan terpanjang sekaligus ikon baru konektivitas jalan lintas pantai dari Pangandaran hingga Madasari. Jembatan ini melengkapi infrastruktur yang telah lebih dulu dibangun. Seperti Jembatan Merah Pantai Timur, Jembatan Aston, Jembatan Wiradinata Ranggajipang. Kemudian, Jembatan Karang Tirta menuju Batu Hiu, serta penguatan akses menuju Pantai Madasari.

Lebih lanjut, Jeje menegaskan, bahwa tersambungnya jalur lintas pantai tersebut merupakan hasil estafet kepemimpinan. Selain itu, hasil kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Peletakan batu pertamanya dilakukan pada masa kepemimpinan saya bersama Gubernur Ridwan Kamil di tahun 2023 menggunakan APBD Provinsi. Sempat ada penghitungan ulang dan dilanjutkan pada masa Penjabat (Pj) Gubernur di APBD 2025,” jelas Jeje.

“Sementara penyelesaiannya pada masa Kepemimpinan saat ini Gubernur Dedi Mulyadi dan Bupati Pangandarannya Citra Pitriyami,” pungkas mantan Bupati Jeje Wiradinata.

Dampak Nyata bagi Sektor Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Optimisme serupa juga disampaikan oleh Ketua PHRI Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana. Tersambungnya akses dari Bandara Nusawiru langsung ke arah Batukaras, diyakini akan mendongkrak tingkat hunian (okupansi) hotel dan restoran secara signifikan.

Ia berharap, turis mancanegara akan banyak lagi datang ke Batukaras. Karena Jembatan Sodongkopo berdampingan dengan bandara, dan juga lebih dekat ke Batukaras.

Baca Juga: Siap Bawa Usulan ke Rakerda Jabar, PHRI Pangandaran Soroti Tiga Masalah Utama Pariwisata

Sementara dari sektor ekonomi, bisa mempercepat akses cepat perputaran. Sebab, nelayan lebih cepat antara pelelangan ikan.

“Akses Bandara Nusawiru menjadi mudah bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Karena konektivitas yang lebih dekat, juga memperlancar aktivitas ekonomi nelayan dan warga lokal antar wilayah,” katanya. (Madlani/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |