Menelusuri Jejak Manusia Pawon Bandung, Benarkah Leluhur Orang Sunda dari Sini?

1 day ago 9

harapanrakyat.com,- Penemuan tulang belulang manusia pawon Bandung di gua kapur Padalarang membuktikan bahwa Cekungan Bandung purba sudah dihuni manusia sejak ribuan tahun lalu. Lokasi bersejarah ini, berada di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. 

Penemuan kerangka Manusia Pawon ini juga menjadi kepingan penting dalam menelusuri jejak nenek moyang orang Sunda di masa prasejarah. Para arkeolog melakukan ekskavasi dan berhasil mengungkap kehidupan prasejarah yang terkubur rapat di bawah lapisan tanah vulkanik serta kotoran kelelawar selama ribuan tahun.

Penelitian Manusia Pawon Bandung

Para ahli memperkirakan, manusia purba ini hidup sekitar sembilan ribu lima ratus hingga lima ribu enam ratus tahun yang lalu. Sedangkan tepatnya pada masa Mesolitikum atau zaman batu madya. Mereka memanfaatkan gua-gua karst sebagai tempat tinggal. Gua-gua tersebut terbentuk dari terumbu karang laut purba yang terangkat ke permukaan akibat proses geologi jutaan tahun silam.

Baca juga: Situs Pangguyangan Sukabumi, Peninggalan Sejarah yang Mirip Piramida Kuno 

Secara fisik, manusia Pawon Bandung memiliki ciri ras Mongoloid dengan rahang kuat dan gigi yang masih utuh, meskipun telah terkubur sangat lama. Posisi kerangka yang ditemukan dalam keadaan terlipat (flexed position) memperlihatkan bahwa mereka sudah memiliki ritual penguburan yang tertata rapi dalam budaya mereka.

Gua Pawon sendiri berada pada ketinggian 716 meter di atas permukaan laut, menyajikan pemandangan langsung ke arah bekas Cekungan Danau Bandung Purba. Lokasi yang strategis itu memudahkan mereka memburu hewan liar dan mencari sumber air bersih yang melimpah di tepian danau.

Para peneliti menemukan artefak di sekitar kerangka, meliputi alat-alat batu serpih, perhiasan dari gigi binatang, dan sisa-sisa pembakaran api unggun purba. Temuan ini menegaskan bahwa mereka telah mengenal teknologi sederhana untuk bertahan hidup, mengolah makanan buruan, dan bahkan memiliki selera estetika. 

Baca juga: Jejak Misterius Manusia Purba Flores Homo floresiensis, Sang Hobbit dari Nusa Tenggara

Keberadaan manusia Pawon di lokasi ini mematahkan anggapan bahwa wilayah Bandung dulunya kosong sebelum kedatangan manusia modern atau migrasi bangsa Austronesia. Justru, situs ini membentuk pusat peradaban awal jauh sebelum Kerajaan Tarumanegara atau Pajajaran berdiri megah di tanah Pasundan.

Kaitan Manusia Pawon dengan Legenda Sangkuriang

Masyarakat sering mengaitkan penemuan ini dengan legenda Sangkuriang. Legenda tersebut menceritakan danau raksasa yang membendung wilayah Bandung akibat letusan gunung berapi purba. Secara geologis, Manusia Pawon memang hidup ketika Danau Bandung Purba masih menggenangi wilayah itu, sebelum airnya surut melalui Sanghyang Tikoro.

Baca juga: Misteri Jejak Benua Sundaland, Ini Fakta-fakta yang Jarang Diketahui 

Para peneliti melakukan analisis DNA mitokondria terhadap kerangka. Hasilnya menunjukkan adanya kemiripan genetika dengan masyarakat Sunda modern yang hidup saat ini. Temuan ini memperkuat teori bahwa orang Sunda asli merupakan keturunan langsung dari penghuni gua karst di Padalarang tersebut yang berevolusi seiring zaman.

Saat ini, pengelola memamerkan replika kerangka di lokasi gua untuk edukasi sejarah Indonesia. Tujuannya agar generasi muda dapat mengenal manusia Pawon Bandung secara langsung. Hal ini demi menjaga kelestarian kawasan karst Citatah ini supaya jejak sejarah peradaban manusia tidak hilang ditelan penambangan kapur. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |