harapanrakyat.com,- Saat mendengar nama Tesla hari ini, pikiran kita mungkin langsung tertuju pada mobil listrik mewah yang merevolusi industri otomotif modern. Namun, jauh sebelum mobil listrik itu ada, terdapat sejumlah penemuan Nikola Tesla berbahaya yang terkubur dalam misteri sejarah sains dunia.
Baca juga: Penemuan Kehidupan dalam Sampel Asteroid Bennu, Menguak Misteri Kosmik
Visi jenius ilmuwan ini melampaui zamannya, sehingga sering dianggap terlalu berbahaya atau merugikan kepentingan bisnis para elit global saat itu. Ia sendiri pernah berkata dengan getir bahwa nasibnya adalah untuk selalu berpikir mendahului waktu yang ditinggalinya.
Penemuan Nikola Tesla yang Membahayakan
Pada perayaan ulang tahunnya yang ke tujuh puluh delapan di tahun 1930-an, Tesla mengumumkan senjata partikel bernama Teleforce. Senjata ini diklaim mampu menghancurkan 10 ribu pesawat musuh dari jarak 320 kilometer. Meskipun media menjulukinya Sinar Kematian, Tesla merancangnya sebagai dinding pertahanan total untuk mengakhiri segala bentuk perang ofensif di muka bumi.
Baca juga: Misteri Jejak Benua Sundaland, Ini Fakta-fakta yang Jarang Diketahui
Sebelumnya, pada tahun 1893 ia mematenkan osilator uap yang secara tidak sengaja menciptakan resonansi getaran dahsyat di gedung laboratorium New York miliknya. Tesla terpaksa menghancurkan mesin itu dengan palu saat tanah bergetar hebat dan polisi tiba di lokasi kejadian karena kepanikan warga.
Selain itu, jauh sebelum teknologi pemindaian otak modern ada, Tesla sudah yakin bahwa setiap pikiran manusia membentuk citra fisik di retina mata. Ia berteori bahwa dengan alat yang tepat, pikiran seseorang bisa dipotret dan dilihat layaknya buku yang terbuka. Ide ini termasuk kategori penemuan Nikola Tesla berbahaya karena berpotensi melanggar privasi secara total.
Proyek Ambisius dan Akhir Hayat yang Menyedihkan
Proyek paling ambisius sekaligus tragis adalah Menara Wardenclyffe yang dibangun tahun 1901 dengan dana dari bankir J.P. Morgan untuk sistem komunikasi nirkabel global. Namun, Tesla diam-diam ingin menggunakannya untuk mentransmisikan listrik gratis ke seluruh dunia. Ide ini langsung dimatikan pendanaannya oleh investor kapitalis.
Morgan menarik seluruh dananya karena menyadari bahwa listrik gratis akan menghancurkan model bisnis energi konvensional yang sangat menguntungkan bagi para elit. Akibatnya, proyek revolusioner ini ditinggalkan pada tahun 1906. Menara ikonik itu akhirnya dibongkar paksa pada tahun 1917.
Baca juga: Pegunungan Tertua di Dunia Jadi Laboratorium untuk Mengungkap Awal Kehidupan
Pembongkaran menara tersebut menandai titik balik yang menyedihkan dalam karier sang penemu besar yang meninggal dalam kemiskinan dan ketidakjelasan. Banyak ide terbesarnya disita oleh agen pemerintah AS sesaat setelah kematiannya, membungkus warisannya dalam selubung misteri yang belum terpecahkan hingga kini.
Visi penemuan baru Tesla terlalu besar dan altruistik bagi dunia yang saat itu didorong oleh profit dan perebutan kekuasaan. Kisah hidupnya adalah tragedi seorang jenius yang melampaui zamannya namun dihancurkan oleh kepentingan sempit zaman itu sendiri. Warisan ini menjadi peringatan abadi tentang penemuan Nikola Tesla berbahaya yang tak pernah terwujud. (Muhafid/R6/HR-Online)

2 days ago
11

















































