harapanrakyat.com,- Sejarah Candi Ijo yang berada di Sleman, Yogyakarta ternyata memiliki banyak fakta menarik. Salah satunya banyak wisatawan yang mengira bahwa nama ijo situs budaya ini berasal dari warna batu yang kehijauan.
Kenyataan dari sisi nama Candi yang tidak berkaitan dengan warna fisik bangunan peninggalan kerajaan ini menjadi daya tarik sendiri. Apalagi posisi tempatnya yang terletak di lereng barat sebuah bukit kapur.
Baca juga: Sejarah Candi Kalasan dan Teknologi Kuno Vajralepa yang Membuat Ukiran Awet Berabad-abad
Berdasarkan referensi dari berbagai sumber, masyarakat setempat sejak dahulu menyebut lokasi tersebut sebagai Gumuk Ijo. Bahkan terdapat bukti sejarah berupa Prasasti Poh yang berangka tahun 906 Masehi. Prasasti ini menyebutkan kalimat anak wanua i wuang hijo atau “anak desa, orang Ijo”.
Sejarah Candi Ijo yang Masih Misteri
Bangunan yang masih kokoh hingga saat ini tersebut belum diketahui secara pasti siapa yang merancang dan membangun candi tersebut. Namun, para arkeolog dan hasil penelusuran sejarah, candi ini dibangun oleh Dinasti Sanjaya pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Sementara itu, penguasa saat proses pembangunan candi ini berlangsung berada di masa pemerintahan Rakai Pikatan dan Rakai Kayuwangi.
Sementara itu, keistimewaan utama Candi Ijo adalah letak geografisnya yang berada di ketinggian sekitar 425 meter di atas permukaan laut di perbukitan Batur Agung. Posisi ini menjadikannya candi paling tinggi di Yogyakarta. Ini memberikan sudut pandang panorama yang unik dan tidak bisa didapatkan di candi-candi dataran rendah lainnya.
Baca juga: Sejarah Candi Mendut, Permata Tersembunyi yang Lebih Tua dari Borobudur
Dari pelataran candinya, pengunjung disuguhi pemandangan spektakuler hamparan persawahan hijau dan aktivitas landasan pacu Bandara Adisucipto di kejauhan. Pemilihan lokasi tinggi ini didasari alasan spiritual. Tujuannya untuk mendekatkan diri kepada para dewa di kahyangan dan menjauhkan diri dari hiruk pikuk duniawi di bawahnya.
Misteri Mantra Kutukan dan Simbol Penyangga Bumi
Di balik keindahan dan kedamaiannya, Candi Ijo menyimpan rahasia kelam. Hal ini terungkap melalui penemuan prasasti batu yang memuat mantra kutukan berulang. Mantra yang berbunyi Om sarwwawinasa, sarwwawinasa ini diulang sebanyak enam belas kali. Ini secara harfiah bisa diartikan sebagai seruan kehancuran total.
Hingga kini, para ahli masih belum bisa memastikan apa tujuan sebenarnya dari penulisan mantra kutukan yang mengerikan tersebut di tempat suci ini. Penemuan ini menambah lapisan aura misterius. Ini memperkuat misteri sejarah Candi Ijo dan membuktikan bahwa situs ini pernah menjadi saksi ritual perlindungan yang serius di masa lalu.
Baca juga: Sejarah Candi Pawon yang Menyimpan Misteri Tempat Pembakaran Jenazah Raja Indra
Selain itu, keunikan lain terdapat pada detail ukiran Lingga-Yoni di bilik utama candi yang berbeda dari candi Hindu pada umumnya. Yoni di sini dihiasi dengan ukiran naga yang kepalanya menopang seekor kura-kura, serta figur ular sendok yang menyangga struktur tersebut. Simbolisme ini melambangkan konsep penyangga bumi dalam mitologi Hindu. Candi Ijo ini menjadi bukti perpaduan antara keindahan alam, kedalaman spiritual, dan misteri sejarah Indonesia yang belum terpecahkan sepenuhnya. (Muhafid/R6/HR-Online)

2 days ago
8

















































