harapanrakyat.com,- Minat baca anak di Kabupaten Pangandaran menunjukkan tren peningkatan signifikan sejak awal 2025 hingga saat ini. Peningkatan tersebut terlihat dari lahirnya berbagai karya tulis berbentuk buku yang dibuat langsung oleh para siswa.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangandaran menyebut, peningkatan minat baca ini merupakan hasil dari berbagai program pemerintah yang telah dijalankan, mulai dari sosialisasi literasi hingga layanan perpustakaan keliling ke sekolah-sekolah.
“Bahkan pada Desember 2025 kemarin, banyak siswa yang sudah menunjukkan karya melalui tulisan buku. Otomatis, kalau sudah bisa menulis, mereka pasti suka membaca,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangandaran, Heri Gustari, Selasa (6/1/26).
Keseriusan Minat Baca Anak di Pangandaran
Heri menjelaskan, karya buku tersebut lahir dari bimbingan para guru di sekolah. Setiap buku merupakan kumpulan tulisan siswa dalam satu kelas, dengan masing-masing siswa menyumbangkan dua hingga tiga halaman tulisan sesuai tema yang mereka angkat.
“Kalau yang diserahkan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ada lima buku. Dalam satu buku itu isinya tulisan dari beberapa siswa. Kalau satu kelas dikumpulkan, jumlahnya cukup banyak dan menjadi sebuah buku utuh,” katanya.
Menurut Heri, tema tulisan para siswa pun beragam dan unik. Sebagian besar menuliskan kisah kehidupan sehari-hari yang mereka alami sendiri. “Isinya alami, apa yang mereka alami sehari-hari. Itu bisa menjadi sebuah catatan atau bahkan sejarah kecil dari sudut pandang anak-anak,” tambah Heri.
Ia pun mengapresiasi hasil karya para siswa tersebut. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi menulis yang baik jika mendapatkan bimbingan yang tepat dari guru. “Karya mereka bagus-bagus, tinggal bagaimana pembinaannya. Kami dari dinas terus mendorong seluruh siswa di Pangandaran untuk berkarya,” paparnya.
Baca juga: Bikin Geger Warga Pangandaran, Wanita Asal Bandung Diduga Tak Bayar BBM, Hotel hingga ATV
Selain dari karya tulis, peningkatan minat baca juga terlihat dari tingginya kunjungan pelajar ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangandaran. Setiap harinya, tercatat hingga lima sekolah datang berkunjung didampingi para guru.
“Per hari bisa sampai lima sekolah. Kita atur jadwal supaya tetap tertib. Fasilitas di sini juga lengkap, mulai dari taman baca, koleksi buku, sampai nonton film edukatif. Kita menyesuaikan dengan keinginan mereka,” jelas Heri.
Ia menambahkan, peningkatan minat baca tidak bisa dilakukan secara instan dan harus dilakukan secara bertahap, dimulai dari memperkenalkan bacaan ringan seperti buku cerita. “Melihat siswa senang membaca dan beraktivitas di perpustakaan itu membuat kami bangga. Ini tanda bahwa budaya literasi mulai tumbuh,” ujarnya. (Kiki/R6/HR-Online)

1 day ago
8

















































