Misteri Candi Rambut Monte Blitar, Ada Telaga Hijau yang Dihuni Ikan Dewa Abadi

3 days ago 17

harapanrakyat.com,- Blitar tidak hanya dikenal dengan makam Bung Karno, tetapi juga menyimpan pesona alam dan peninggalan sejarah berupa Candi Rambut Monte. Menariknya, di sekitar situs budaya yang berada Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur ini terdapat telaga berair jernih kehijauan.

Di balik keindahan permukaan telaga tersebut, masih tersimpan teka-teki tentang ikan keramat dan candi Hindu yang dibangun pada zaman Kerajaan Majapahit. Maka dari itu, mari kita ulas hal-hal menarik dari tempat yang jaraknya 30 kilometer dari pusat kota Kabupaten Blitar ini.

Nama Candi Rambut Monte yang Penuh Teka-Teki

Keunikan tempat ini sudah begitu terasa dari namanya. Apalagi ada tiga versi tafsiran berbeda yang beredar di kalangan masyarakat setempat. Versi pertama, mengartikan nama ini sebagai tempat penghormatan leluhur, gabungan dari kata Ra (penghormatan), But (buyut), dan Monte (tumbuhan).

Baca juga: Sejarah Candi Mendut, Permata Tersembunyi yang Lebih Tua dari Borobudur

Sementara versi lainnya mengaitkannya dengan ukiran sulur pada candi yang menyerupai rambut ular. Ini disebut monte oleh warga sekitar. Namun, kisah yang paling populer justru menghubungkan nama ini dengan sosok resi sakti zaman Majapahit bernama Mbah Monte. Dari ketiga tafsiran tersebut, yang sudah pasti dan jelas adalah budaya di lokasi ini masih terjaga dengan baik oleh masyarakat sekitar. 

Kemudian, keberadaan telaga yang menjadi rumah bagi ratusan Ikan Sengkaring atau Ikan Dewa juga sangat unik. Konon, jumlah ikannya selalu tetap dan tidak pernah berubah. Menurut legenda, ikan-ikan ini adalah jelmaan murid Mbah Monte yang dikutuk menjadi ikan selamanya karena lalai menjaga situs suci tersebut.

Karena itu, keberadaan mereka sangat dikeramatkan oleh penduduk lokal. Sehingga muncul larangan keras bagi siapapun untuk memancing atau mengonsumsi ikan tersebut. Sebagian warga percaya bahwa mengganggu ketenangan Ikan Dewa dapat mendatangkan petaka atau musibah besar bagi pelakunya.

Anomali Arsitektur Candi

Sementara itu, tak jauh dari telaga, berdiri Candi Rambut Monte yang terbuat dari batu andesit dengan relief kala yang sangat tidak lazim. Ukiran kepala raksasa di sini justru menyerupai manusia merangkak dengan sulur tanaman. Ini menjadi sebuah anomali artistik yang mengundang banyak tanya para arkeolog.

Baca juga: Sejarah Candi Sambisari, Ditemukan Petani yang Sedang Mencangkul setelah Tertimbun Berabad-abad

Selain itu, pesona visual tempat ini terletak pada gradasi airnya yang menampilkan warna hijau jernih. Lingkaran biru muda tampak di tengahnya. Fenomena alam ini secara ilmiah karena perbedaan sumber mata air. Meski begitu, dari mitos yang berkembang menyebutnya sebagai jelmaan dua murid yang dikutuk sang resi.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, di lokasi Candi Rambut Monte ini juga masih digunakan masyarakat sekitar untuk kegiatan ritual adat. Tradisi seperti Nyadran, Ruwatan Desa, hingga Larung Wedhus Kendit dilakukan di sini. Tradisi ini masih rutin digelar sebagai bentuk tolak bala. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |