Pedagang Daging Sapi Pasar Kosambi Bandung Mogok Jualan, Konsumen Terpaksa Beralih ke Ayam

19 hours ago 11

harapanrakyat.com,- Suasana di sudut los basahan Pasar Kosambi, Kota Bandung, tampak lengang tak seperti biasanya. Meja-meja beton di Pasar Kosambi yang biasanya penuh dengan gantungan daging sapi segar, kini kosong melompong, tidak ada pedagang maupun barang jualannya.

Kosongnya los basahan itu bukan tanpa sebab, para pedagang daging sapi ini melakukan aksi mogok berjualan sejak Minggu 17 Mei 2026. 

Imbas dari kosongnya pasokan daging sapi segar ini membuat para konsumen kecewa dan terpaksa beralih ke komoditas lain, salah satunya daging ayam.

Baca Juga: Perayaan Milangkala Tatar Sunda, Ribuan Warga Sambut Kirab Mahkota Binokasih di Bandung

Kepala Unit Pasar Kosambi, Yayan Agustina Gunawan mengonfirmasi seluruh lapak pedagang daging sapi di wilayahnya terpantau tutup.

Namun, Yayan tak tahu menahu alasan dan durasi mogok massal pedagang daging sapi, karena tidak ada surat pemberitahuan.

Kami kurang tahu. Kami tahu mereka tidak jualan dari kemarin, Minggu 17 Mei 2026. Terus karena apa, kami kurang tahu, karena tidak ada pemberitahuan ke kantor unit,” kata Yayan di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Senin (18/5/2026). 

Pedagang Daging Sapi di Pasar Kosambi Bandung Terjepit Kenaikan Harga dari Hulu

Meski belum menerima laporan resmi, Yayan tidak menampik adanya informasi yang beredar mengenai potensi kenaikan harga beli di tingkat rumah potong hewan atau distributor utama.

Keluhan mengenai tingginya harga modal ini sebenarnya sudah dirasakan para pedagang sejak sebelum hari raya Idulfitri 1447 H lalu, hingga sempat memicu rangkaian inspeksi mendadak (sidak) dari instansi terkait.

“Katanya (dari informasi yang beredar) ada kenaikan harga dari sananya. Tapi itu juga belum pasti. Kalau keluhan dari sebelum lebaran, katanya dari sananya harga naik terus,” ujarnya.

Baca Juga: Ribuan Warga Sambut Kirab Mahkota Binokasih di Bandung

Kondisi dilematis dialami para pedagang lokal karena mereka kesulitan menaikkan harga jual di tingkat eceran akibat khawatir kehilangan pelanggan setia.

Sebelum aksi mogok, harga daging sapi di Pasar Kosambi di angka Rp140.000 per kilogram untuk kualitas reguler. Sedangkan, daging dengan harga Rp160.000 per kilogram untuk kualitas premium yang sudah dibersihkan dari lemak atau filet.

“Rp140 ribu per kilogram. Terus yang paling Rp160 ribu karena sudah dibersihkan, enggak ada lemak dan lainnya. (Filet) Iya seperti itu. Tapi para pedagang daging sapi susah menaikkan harga, takut ditinggal oleh pelanggan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Yayan menambahkan, pedagang daging sapi di Pasar Kosambi berjumlah 7 orang yang menyewa 10 lapak.

Yayan pun tak menampik bahwa aksi ini bedanya pada aktivitas belanja masyarakat. Banyak konsumen yang terpaksa pulang dengan tangan hampa atau beralih ke daging ayam.

“Dampaknya kayak tadi banyak pembeli yang nyari pada pulang lagi. Tapi tadi saya sempat mengobrol sama pengunjung, mereka juga ada yang beralih ke daging ayam dulu. Kebetulan sekarang harga daging ayam sedang turun, Rp38 ribu per kilogram jenis broiler,” tuturnya.

Sementara itu, seorang ibu rumah tangga yang hendak mencari daging sapi, Sutiah (53) mengaku sangat kesulitan dan menyayangkan aksi mogok ini karena mengganggu pemenuhan kebutuhan.

Baca Juga: Pemkot Bandung Tak Persoalkan Pemprov Jawa Barat Bongkar Lapak PKL di Jalan Prof Eyckman

“Harusnya setiap hari ada. Kesulitan, tapi kalau ada mah enggak papa mahal juga walaupun berat juga. Harapannya sih harganya daging jangan terus-terusan naik,” kata Sutiah. (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |