Pemkab Sumedang Temukan Sejumlah Kekurangan di Dua Dapur MBG Ujungjaya

21 hours ago 16

harapanrakyat.com,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Ujungjaya, Senin (18/5/2026). Hasil dari sidak di 2 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) wilayah Ujungjaya ini, menemukan sejumlah kekurangan fasilitas dan operasional.

Baca Juga: Pemkab Sumedang Dorong Program MBG Berbasis Pasokan Pangan Lokal

Inspeksi dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, bersama Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG. Dua lokasi dapur MBG yang diperiksa yakni SPPG Ujungjaya dan SPPG Keboncau.

Sedangkan hasil dari pemeriksaan, tim menemukan beberapa sarana yang dinilai belum memenuhi standar operasional yang ditetapkan Badan Gizi Nasional. Terutama terkait pengolahan bahan makanan, sistem sanitasi, dan fasilitas pendukung dapur.

Di SPPG Ujungjaya, perhatian utama tertuju pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL), sistem penyimpanan bahan baku, hingga kondisi lapisan lantai epoksi yang mulai mengalami kerusakan. “Beberapa bagian memang harus segera diperbaiki. Terutama bagian IPAL, area penyimpanan bahan baku, dan lapisan epoksi yang sudah mulai rusak,” ungkap Tuti saat sidak.

Sementara itu, di SPPG Keboncau, tim menilai kapasitas ruangan masih terlalu sempit untuk mendukung aktivitas operasional secara optimal. Selain itu, fasilitas pengeringan alat makan seperti tray juga belum tersedia. “Epoksi di sini pun belum sempurna dan masih banyak yang harus diperbaiki,” ucapnya.

Baca Juga: Puluhan Sekolah di Sumedang Masuk Program Revitalisasi 2026, Perbaikan Menyeluruh

Pemkab Sumedang belum Ambil Langkah Penghentian Operasional di Dua Dapur MBG Ujungjaya

Pemkab Sumedang menyatakan akan segera mengirimkan surat resmi kepada pihak mitra dan pengelola kedua SPPG, agar segera melakukan pembenahan. Mitra disebut bertanggung jawab terhadap perbaikan infrastruktur. Sedangkan pengelola SPPG diminta memastikan proses operasional berjalan sesuai prosedur.

“Nanti kami akan memberikan surat resmi kepada kedua SPPG yang ditujukan kepada mitra dan ketua SPPG. Mitra bertanggung jawab pada perbaikan sarana-prasarana, sementara SPPG bertanggung jawab memastikan proses operasional berjalan sesuai standar,” jelasnya.

Meski 2 dapur MBG di Ujungjaya ini ditemukan sejumlah catatan, pemerintah daerah belum mengambil langkah penghentian operasional. Pengelola masih diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan dalam waktu dekat.

“Kami masih memberi ruang untuk pembenahan. Tujuannya agar tidak muncul keluhan dari para penerima manfaat program,” kata Tuti.

Pemkab juga memastikan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG akan terus dilakukan di berbagai wilayah lain di Sumedang. Monitoring dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas layanan makanan tetap terjaga dan program nasional tersebut berjalan sesuai target.

Ia menambahkan, sidak serupa ke dapur MBG tidak hanya dilakukan di Kecamatan Ujungjaya. Secara paralel, Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila, juga melakukan monitoring di lokasi lain. Inspeksi akan terus dilakukan ke seluruh SPPG di Kabupaten Sumedang.

Baca Juga: Wakil Kepala BGN Geram, SPPG Cimahi Beroperasi Tanpa Pengawas Gizi

“Mudah-mudahan dengan pengawasan ini, kualitas dan kuantitas layanan SPPG di Kabupaten Sumedang semakin meningkat. Sehingga, MBG sebagai program prioritas nasional dapat berjalan baik, berkualitas, dan memberi manfaat optimal bagi masyarakat,” pungkasnya. (Aang/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |