harapanrakyat.com,- Dinamika politik di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terus menuai sorotan dari berbagai tokoh masyarakat. Mantan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ciamis, Maula Sidik, turut angkat bicara mengenai arah perpolitikan di Tatar Galuh. Ia menilai, politik di sana perlu melakukan lompatan berpikir ke depan.
Baca Juga: DPRD dan Para Ketua Parpol Sepakat Tunggu Regulasi yang Tepat untuk Pengisian Wakil Bupati Ciamis
Menurutnya, perdebatan dan pembahasan mengenai pengisian kursi Wakil Bupati (Wabup) Ciamis untuk sisa masa jabatan, saat ini sudah tidak lagi relevan dengan kondisi politik hari ini. Ia menilai energi politik daerah sebaiknya mulai dialihkan untuk memetakan tantangan yang lebih besar.
“Pembahasan mengenai Wakil Bupati itu sudah tidak relevan lagi untuk diperdebatkan saat ini. Momentumnya sudah lewat,” ujar Maula Sidik saat memberikan tanggapan mengenai dinamika politik lokal di Ciamis kepada wartawan, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Politisi PDI Perjuangan Nilai Ciamis Belum Perlu Wakil Bupati
Maula Sidik Dorong Parpol Siapkan Kader untuk 2030
Daripada terjebak dalam ruang nostalgia politik yang stagnan, Maula mendorong para elite politik, akademisi, dan pemuda di Ciamis untuk mulai membuka ruang diskusi yang lebih visioner. Salah satunya adalah membedah proyeksi dan dinamika Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2030.
“Koalisi Ciamis maju hari ini akan berubah peta di kondisi 2030. Makanya kader-kader partai harus segera mempersiapkan diri. Karena saya berharap nantinya pimpinan nomor satu di Ciamis dari partai, agar mempunyai ide-ide brilian untuk mengubah stigma Ciamis kota pensiunan,” tegasnya.
Menurut Maula Sidik, tantangan pembangunan, geopolitik lokal, serta regenerasi kepemimpinan di Ciamis dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan akan jauh lebih kompleks. Sehingga, membutuhkan persiapan yang matang sejak dini.
“Yang harus kita bahas dan persiapkan hari ini adalah bagaimana dinamika Pilkada tahun 2030 nanti. Ciamis butuh peta jalan kepemimpinan jangka panjang, bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan di masa lalu. Kita harus melihat ke depan,” ujarnya.
Pernyataan Maula Sidik ini, seolah menjadi pemantik bagi para aktor politik di Tatar Galuh, agar tidak terjebak dalam pusaran konflik pragmatis jangka pendek. Melainkan mulai merumuskan masa depan Ciamis yang lebih transformatif.
Baca Juga: Tokoh NU dan Muhammadiyah Desak Pengisian Wabup Ciamis, Soroti Dampak ke Pelayanan Publik
“Ada beberapa tokoh politik yang bisa mengisi ruang publik di Ciamis. Di antaranya, Nanang Permana Ketua Partai PDI-Perjuangan sekaligus Ketua PUI Ciamis. Kemudian ada Ketua PKS Didi Sukardi, Ketua NU Arif Ismail Choas yang juga sesepuh partai PKB. Selain itu, Herry dermawan Tokoh Muhammadiyah dari kader PAN Ciamis sekaligus anggota DPR RI,” pungkas Maula Sidik. (Fahmi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

17 hours ago
12

















































