Pesona Gunung Luhur Jahim, Puncak Tersembunyi di Batas Majalengka-Ciamis yang Belum Banyak Terekspos

1 day ago 3

harapanrakyat.com,- Gunung Luhur Jahim yang berada di wilayah Majalengka, Jawa Barat ternyata menyimpan pesona alam yang memukau. Meski informasi di mesin pencari sangat terbatas, namun berbeda ketika ditelusuri melalui media sosial. 

Sebagai informasi, kawasan ini berada di perbatasan Majalengka dan Ciamis yang mana akhir-akhir ini menjadi buruan pada pendaki lokal. Apalagi bagi mereka yang mendambakan suasana tenang layaknya Puncak Bogor tanpa harus menghadapi kemacetan kendaraan

Baca juga: Gunung Bagus Paliyan: Menjelajahi Pesona Bukit New Zealand yang Tengah Viral di Gunungkidul

Sebenarnya, untuk mencapai puncak gunung ini tidak perlu perlu waktu berjam-jam. Sebab lokasinya berada di dataran tinggi yang dilewati jalur alternatif penghubung Kabupaten Majalengka (Kecamatan Cingambul) dengan Kabupaten Ciamis (Kecamatan Panjalu). Sehingga, keindahan alam yang tersembunyi ini layak disebut sebagai hidden gem di wilayah Priangan Timur yang perlu dicoba.

Menjelajahi Lorong Kabut Gunung Luhur Jahim

Daya tarik kawasan gunung ini terletak pada atmosfernya yang memanjakan mata. Karena berada di area ketinggian, kabut tipis hampir selalu menyelimuti daerah ini, terutama saat pagi dan sore hari. 

Sehingga, pengendara yang ingin merasakan sensasi seperti memasuki lorong waktu ketika melintasi jalan, bisa mencobanya ke sini. Menariknya lagi, di sisi kiri dan kanan jalan, terdapat deretan pohon pinus menjulang tinggi secara rapi. Hal ini membentuk kanopi alami yang menyegarkan mata.

Sementara itu, jalur ini juga menawarkan latar belakang foto yang sangat instagramable dan sinematik bagi para pemburu konten visual. Oleh karena itu, banyak warganet di media sosial menyamakan suasananya dengan hutan dalam film Twilight. Beberapa bahkan menyamakan dengan suasana Eropa ketika musim gugur. 

Baca juga: Cipeundeuy Endah Majalengka, Wisata Baru yang Lagi Viral

Kemudian, fenomena Ray of Light atau sinar matahari yang menerobos sela-sela batang pinus, menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu fotografer lanskap.

Di sisi lain, pesona gunung ini menawarkan kemewahan dari kesederhanaan. Hal ini berbeda dari destinasi wisata komersial yang biasanya mematok tiket masuk mahal dan menyediakan wahana buatan. Pengunjung dapat melakukan aktivitas terbaik, yaitu duduk santai di warung-warung semi-permanen yang berjejer di pinggir jalan.

Hanya dengan memesan segelas kopi panas, mie rebus, atau gorengan hangat, pengunjung bisa menikmati udara dingin yang menusuk tulang selama berjam-jam. 

Tak hanya itu, para pengunjung banyak yang menganggap ini sebagai kemewahan yang sulit ditemukan di pusat kota yang panas. Sehingga, jalur lokasi ini jadi favorit komunitas motor atau keluarga yang sedang menempuh perjalanan lintas kota. Tempat ini cocok untuk sekadar istirahat sambil menyegarkan mata.

Secara administratif, kawasan ini berada di perbatasan Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Majalengka. Jika bergerak dari arah Cirebon atau pusat kota Majalengka, pengendara harus mengarahkan kendaraan menuju Cikijing. Kemudian berbelok ke arah Cingambul menuju Kecamatan Panjalu.

Kondisi jalan di Jalur Gunung Luhur Jahim terbilang mulus dengan kualitas aspal yang baik. Namun, pengemudi harus tetap ekstra waspada. Kontur jalan yang berkelok tajam, disertai tanjakan dan turunan curam, menuntut pengemudi memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima. 

Selain itu, ketika kabut turun, jarak pandang dapat menjadi sangat terbatas. Oleh karena itu, pengemudi wajib menyalakan lampu kabut atau lampu utama demi keselamatan.

Sedangkan waktu terbaik untuk menikmati lokasi tersebut berdasarkan pantauan tren di media sosial, pengunjung dapat memilih waktu Pagi Hari sekitar pukul 07.00 sampai pukul 10.00 WIB. Di waktu ini, pengunjung bisa mendapatkan udara tersegar dan momen kabut yang belum terlalu tebal. Selain itu, cahaya matahari pagi yang dramatis juga bisa dinikmati. 

Baca juga: Telaga Herang Majalengka, Wisata Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Sementara jika di sore hari, sebaiknya di pukul 15.00 sampai pukul 17.00 WIB. Waktu ini agar bisa menikmati suasana syahdu dan dingin, cocok untuk meminum kopi dengan santai.

Dari penjelasan Gunung Luhur Jahim di Majalengka ini, bisa menjadi alternatif pencinta alam di wilayah Priangan Timur untuk menjajal lokasi baru berswafoto. Karena belum terlalu viral dan padat, bisa jadi momen yang tepat bagi wisatawan. Ini kesempatan untuk menjajal dinginnya jalur perbatasan Majalengka dan Ciamis. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |