PSSI Bocorkan Lawan Indonesia di FIFA Series 2026, Ujian Perdana John Herdman

5 hours ago 3

Panggung sepak bola internasional pada Maret 2026 mendatang akan menjadi momen krusial bagi Tim Nasional (timnas) Indonesia. Tak sekadar melakoni laga persahabatan biasa, Indonesia juga resmi ditunjuk sebagai salah satu dari 8 tuan rumah penyelenggara FIFA Series, yang dijadwalkan berlangsung pada 23 hingga 31 Maret 2026. Lantas siapa lawan timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026 nanti?

Baca Juga: Bawa Satu Asisten Asing, John Herdman akan Interview Langsung Calon Pelatih Lokal Timnas Indonesia

Turnamen undangan bergengsi ini untuk mempertemukan negara-negara dari konfederasi yang berbeda. Sehingga nantinya memberikan atmosfer kompetisi global yang lebih kompetitif.

Tim Kuat Eropa Calon Lawan Indonesia di FIFA Series 2026

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, memberikan sinyal kuat bahwa Indonesia tengah dalam proses finalisasi untuk mendatangkan lawan tangguh dari Eropa. Meski saat ini Timnas Indonesia dijadwalkan bertemu Saint Kitts dan Nevis (peringkat 154 FIFA), PSSI menargetkan satu slot lawan tambahan dari negara papan atas.

“Ada negara besar juga yang akan masuk. Mudah-mudahan dapat,” ujar Arya Minggu (11/1/2026).

Baca Juga: FIFA Series 2026 di Indonesia; Bukan Menantang Finlandia, Ini Calon Lawan Timnas Garuda

Ia mengisyaratkan, bahwa calon lawan Indonesia di FIFA Series nanti adalah dari Benua Biru atau Eropa yang berada di posisi 100 besar peringkat FIFA. Tentunya jika benar terwujud, maka akan menjadi sebuah tantangan besar bagi Garuda yang saat ini bertengger di posisi 122 dunia.

Debut John Herdman

FIFA Series 2026 bukan sekadar ajang uji coba, melainkan panggung debut bagi John Herdman. Pelatih asal Inggris yang baru saja ditunjuk menggantikan Patrick Kluivert ini, memikul ekspektasi besar untuk membawa perubahan taktikal bagi Indonesia.

PSSI memberikan keleluasaan penuh bagi Herdman dalam meracik komposisi pemain. Arya Sinulingga menyoroti reputasi Herdman sebagai pelatih yang fleksibel, atau yang kerap dijuluki sebagai pelatih dengan “format bunglon”.

“Dalam satu pertandingan, dia bisa mengubah format hingga tiga kali. Kita akan melihat bagaimana dia menemukan kombinasi yang paling cocok untuk karakter pemain Indonesia,” tambah Arya.

Alih-alih membebankan target kemenangan mutlak, federasi lebih memprioritaskan proses adaptasi antara pelatih dan pemain. FIFA Series kali ini akan menjadi laboratorium eksperimen bagi Herdman, untuk menguji pola permainan baru sebelum memasuki turnamen resmi yang lebih berat.

Baca Juga: Jadi Tuan Rumah FIFA Series 2026, Timnas Indonesia Tanpa Dua Pemain Andalan

Kehadiran lawan dari Eropa di FIFA Series, diharapkan mampu memberikan tekanan mental dan teknis yang diperlukan bagi skuad Indonesia untuk naik level di kancah internasional. (Adi/R5/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |