harapanrakyat.com,- Ratusan warga memadati area parkir Mall Pelayanan Publik Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) jelang Idul Adha, Jumat (22/5/2026).
Antrean warga bahkan sudah terlihat sejak pagi sebelum operasi pasar dimulai. Banyak warga rela menunggu berjam-jam demi memperoleh beras, minyak goreng, hingga bahan pokok lainnya dengan harga dibawah pasaran.
Namun, panjangnya antrean sempat memicu keluhan dari sejumlah warga. Beberapa pembeli mengaku kesal karena ada oknum yang diduga menyerobot antrean.
Baca Juga: Pemkab Sumedang Gelar GPM, Warga Dapatkan Sembako Murah Jelang Lebaran
“Saya ngantri dari jam 8 pagi, sampai siang belum dapat karena di depan banyak yang nyalip antrian,” kata Neneng, salah seorang warga.
Meski harus menunggu lama, ia mengaku tetap bertahan demi mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau untuk persiapan Hari Raya Idul Adha.
“Saya mau beli minyak buat Idul Adha. Meskipun ngantri, saya rela seperti ini, karena beli di warung harganya lebih mahal,” ungkap Neneng.
Warga lainnya, Ipah, mengaku terbantu dengan adanya program GPM jelang Idul Adha, karena harga kebutuhan pokok di pasar saat ini cukup tinggi.
“Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan ini merasa terbantu. Saya beli beras sama minyak dan sayuran untuk kebutuhan sehari-hari. Mudah-mudahan cukup sampai Idul Adha,” kata Ipah.
Ia juga menyebutkan bahwa pembelian bahan pokok dibatasi. Untuk beras, warga hanya boleh membeli maksimal 10 kilogram atau dua kemasan SPHP. Sedangkan minyak goreng satu liter per orang.
“Harga minyak di pasar sekarang bisa sampai Rp 23 ribu per liter, sedangkan di sini hanya Rp15 ribu. Beras juga lebih murah, sekitar Rp 12 ribu per kilogram,” ujar Neneng.
Baca Juga: Gerakan Pangan Murah di Ciamis, Stabilkan Harga dan Bantu Warga Jelang Lebaran
Program GPM Jelang Idul Adha, Upaya Kendalikan Inflasi di Sumedang
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang, Tono Suhartono mengatakan, kegiatan GPM ini sebagai upaya pemerintah daerah dalam membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Idul Adha 1448 Hijriah.
“Kegiatan ini merupakan upaya dari pemerintah daerah, Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati,” kata Tono.
Ia menjelaskan, pelaksanaan program GPM ini bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan berlangsung serentak di 24 kota/kabupaten di Jawa Barat.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga subsidi. Seperti beras lokal dan beras SPHP Rp 60 ribu per 5 kilogram, telur Rp 24 ribu per kilogram. Kemudian, gula Rp 13.500 per kilogram, minyak goreng kemasan Rp 15 ribu per botol. Serta aneka sayuran dan cabai dengan harga mulai Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per kemasan.
“Selain itu, tersedia juga produk makanan olahan, bumbu dapur, hingga produk UMKM lokal dengan harga terjangkau,” jelasnya.
Tono menambahkan, harga beras lokal di Sumedang saat ini disamakan dengan beras SPHP karena daerah tengah mengalami surplus produksi beras.
Baca Juga: Kendalikan Inflasi, Pemkot Bandung Subsidi Kebutuhan Pokok Masyarakat
Pihaknya berharap program GPM jelang Idul Adha dapat membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi di daerah.
“Mudah-mudahan upaya-upaya pemerintah daerah ini bisa bermanfaat untuk seluruh warga masyarakat Sumedang, dan bisa mengendalikan inflasi,” pungkas Tono Suhartono. (Aang/R3/HR-Online/Editor: Eva)

4 hours ago
3

















































