Baru-baru ini, anggapan tentang rotasi Bumi melambat 25 jam jadi perbincangan hangat bagi para ahli. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah mengkonfirmasi bahwa fenomena tersebut terjadi lantaran rotasi Bumi yang kian melambat. Jika tren terus berlanjut, maka siklus 24 jam bisa saja berganti menjadi 25 jam dalam sehari.
Baca Juga: Bagian Bumi Tanpa Zona Waktu, Ternyata Faktanya Mengejutkan
Penjelasan Ahli Terkait Rotasi Bumi Melambat 25 Jam
Sebenarnya, fenomena viral terkait melambatnya rotasi Bumi bukan hanya isu semata. Sebab, Thomas Djamaluddin, Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN telah mengkonfirmasi bahwa fenomena terjadi lantaran gaya gravitasi Bulan. Di mana, interaksi antara Bumi dan Bulan menyebabkan efek pasang surut air laut yang berguna sebagai “rem alami” bagi perputaran planet.
Akibat adanya gesekan energi tersebut, secara bertahap rotasi Bumi hilang kecepatannya. Sementara itu, Bulan semakin menjauh dari Bumi dengan kecepatan kurang lebih 3.8 cm per tahun.
Deretan Alasan Rotasi Bumi Melambat
Menurut para ahli, rotasi Bumi masih terus melambat hingga kini. Penyebabnya adalah gesekan pasang surut air laut akibat tarikan gravitasi Bulan. Tarikan ini membuat tonjolan pasang surut tidak sejajar dengan posisi Bulan. Akibatnya, gesekan menyerap energi rotasi Bumi sekaligus memperpanjang durasi hari, kurang lebih sekitar 1.7 milidetik per abad.
Selain bulan, ada beberapa faktor lain yang secara bertahap mempengaruhi rotasi Bumi. Deretan faktor ini meliputi pencairan es di kutub, pergerakan inti dan mantel bumi, perubahan permukaan laut hingga dinamika atmosfer. Akibat faktor tersebut, sumbu rotasi semakin bergeser sedikit demi sedikit. Fenomena seperti ini terkenal dengan sebutan polar motion.
Baca Juga: Lubang Ozon Antartika Menyusut, Pertanda Pemulihan Bumi
Sejarah mencatat bahwa rotasi bumi melambat 25 jam serupa dengan kasus-kasus sebelumnya. Perubahan ini tergolong nyata, bisa dilihat dari pemodelan geologi pada batuan purba dan fosil.
Sekitar 1.4 miliar tahun lalu, durasi satu hari di Bumi hanya sekitar 18 jam. Kemudian, berkembang pada era dinosaurus sekitar 600 juta tahun yang lalu. Pada masa itu, diketahui bahwa durasi satu hari sudah berkembng menjadi 21 jam.
Bumi Pernah Berdurasi 19 Jam Sehari
Merujuk pada fakta ilmiah, tak banyak yang tahu bahwa satu hari tidak selalu memiliki durasi 24 jam. Faktanya, catatan geologis menunjukkan jika durasi jam sehari pernah lebih pendek ketimbang sekarang. Penelitian menyebutkan bahwa Bumi pernah bertahan dengan durasi 19 jam sekitar satu miliar tahun.
Temuan menarik tersebut berasal dari riset Ross Mitchell. Ia adalah seorang geofisikawan dari Institute of Geology and Geophysics, Chinese Academy of Sciences. Mitchell menyebutkan bahwa kondisi ini terjadi lantaran munculnya dorongan pasang surut atmosfer yang terjadi akibat pemanasan Matahari. Di mana, Matahari sepenuhnya mengimbangi efek pengereman dari Bulan.
Rotasi bumi yang stabil pada durasi 19 jam bisa memberikan dampak besar terhadap proses evolusi. Dampak ini juga bisa terjadi ketika rotasi Bumi melambat 25 jam. Sebab, pada periode tersebut, produksi oksigen Bumi terkonfirmasi didominasi oleh mikroba fotosintetik yang berasal di laut dangkal.
Secara keseluruhan, lama waktu di siang hari menentukan jumlah oksigen yang terlepas ke lingkungan. Nah, hari yang terlalu pendek ini membuat mikroba menyerap lebih banyak oksigen.
Kapan Durasi 25 Jam Sehari akan Terjadi?
Pada dasarnya, para ilmuwan sudah memprediksi bahwa satu hari dengan durasi 25 jam memang akan terjadi lantaran rotasi Bumi melambat. Hanya saja, perubahan durasi jam ini mungkin baru terwujud sekitar 200 juta tahun yang akan datang.
Tidak ada tanggal pasti kapan durasi tersebut akan terwujud. Hanya saja, saat ini durasi hari sudah mulai berubah dalam hitungan milidetik. Perubahannya sendiri terjadi perlahan, sehingga hampir tidak terasa.
Dibalik perubahan durasi jam tersebut, rotasi Bumi merupakan proses alam dinamis yang terus akan berubah. Bahkan, fenomena ini sudah terjadi sejak miliaran tahun yang lalu. Oleh sebab itu, perubahan durasi jam sehari pun wajar saja terjadi.
Baca Juga: Menyingkap Dampak Magnet Bumi Atlantik Melemah dan Penyebabnya
Hanya saja, jika rotasi Bumi melambat 25 jam benar adanya, maka dampaknya tidak main-main. Sebab, rotasi Bumi melambat 25 jam bisa saja mengganggu waktu biologis manusia untuk mengatur pola tidur, hormon maupun metabolisme tubuh. Seluruh makhluk hidup pun perlu evolusi drastis untuk beradaptasi dengan ritme dunia yang baru. (R10/HR-Online)

1 day ago
6

















































