Satgas Pangan Lakukan Pengecekan di Pasar Manis Ciamis, Pastikan Stok Bapokting Aman Pasca Nataru

1 day ago 3

harapanrakyat.com,- Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Ciamis bersama instansi terkait seperti Perum Bulog Ciamis, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ciamis serta Dinas KUKMPP Ciamis melaksankan pemantauan bahan pokok penting (Bapokting) di Pasar Manis Ciamis, Selasa (6/1/2026). 

Kegiatan pemantauan Bapokting tersebut dalam rangka memastikan ketersedian stok sejumlah bahan-bahan pokok penting setelah perayaan natal dan tahun baru (Nataru) 2025. 

Ketua Satgas Pangan Ciamis, AKP. Carsono mengatakan, hari ini satgas pangan Kabupaten Ciamis bersama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas KUKMPP Ciamis dan juga Perum Bulog Ciamis melaksanakan pemantauan sejumlah bahan-bahan pokok penting (Bapokting) di Pasar Manis Ciamis. 

“Tentunya untuk hasil pemantauan hari ini terkait stok Bapokting di Pasar Manis Ciamis sampai saat ini masih kondusif dan aman bagi masyarakat,” katanya. 

Baca Juga: Bikin Geger Warga Banjarsari Ciamis, Ular King Kobra 3 Meter Bersembunyi di Bawah Tempat Tidur

Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan ada stok yang kurang yaitu minyak subsidi Minyak Kita di beberapa pedagang di Pasar Manis Ciamis. Namun hari ini pihaknya akan kolaborasi dengan Perum Bulog Ciamis untuk segera mendistribusikan Minyak Kita kepada para pedagang pasar. 

“Kemudian untuk harga beras SPHP itu sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditentukan oleh Pemerintah yakni Rp 12.500 per kilogram. Sedangkan stok beras SPHP di Ciamis aman dan terkendali,” tuturnya. 

Satgas Pangan Ciamis Sebut Bahan Pokok Penting Pasca Nataru Aman dan Terkendali

AKP. Carsono yang juga sebagai Kasat Reskrim Polres Ciamis menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memastikan ketersedian stok dan harga bahan pokok penting di Pasar Manis Ciamis setelah perayaan natal dan tahun baru. 

“Jadi pemantauan ini dalam rangka memastikan ketersedian stok bahan pokok penting pasca natal dan tahun baru. Intinya hasil dari pemantauan ini untuk stok Bapokting aman dan kondusif,” jelasnya. 

Sementara itu, Fauzi Nur Syahban selaku Bidang Bisnis Perum Bulog Ciamis mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan, ketersediaan bahan pokok setelah Nataru dalam kondisi aman dan terkendali. 

Kemudian, lanjut dia, untuk komoditas minyak pihaknya sudah siap mendukung. Bulog juga memiliki program untuk memasukkan Minyak Kita ke pasar-pasar, salah satunya Pasar Manis Ciamis ini. 

“Stok minyak kosong itu paling di akhir tahun kemarin. Karena kemarin itu ada peningkatan pembelian untuk tahun baruan. Untuk awal tahun baru ini kita akan siapkan lagi,” katanya. 

Sementara harga Minyak Kita, kata Fauzi, masih tidak ada perubahan. Para pedagang pasar bisa menjual sesuai harga eceran tertinggi yakni Rp 15.700 per liter. 

“Untuk stok minyak kita saat ini memang belum siap salur, tapi kemungkinan di bulan ini stok kita sudah datang kurang lebih sebanyak 12 ribu liter lebih,” ucapnya. 

Fauzi menambahkan, terkait ketersedian beras SPHP di Gudang Bulog Ciamis saat ini masih mencukupi untuk kebutuhan wilayah Priangan Timur sesuai wilayah kerjannya. 

“Kalau untuk Bulog sendiri program beras SPHP bagi pedagang pasar saat ini masih ada dan masih terbuka sampai saat ini, dan belum ada informasi pemberhentian. Namun bila ada update informasi, kita juga akan sampaikan kepada pedagang atau toko-toko yang bersangkutan,” terangnya. 

Harga Bahan Pokok Penting Masih Stabil

Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Manis Ciamis, Dana Sudana menambahkan, kondisi harga bahan pokok penting di Pasar Manis Ciamis sampai saat ini masih stabil. Hanya harga Daging Sapi yang naik menjadi Rp 140 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp 135 ribu per kilogram. 

Baca Juga: PSGC Ciamis Tutup Putaran Kedua dengan Kemenangan Telak, Puncaki Klasemen Grup B Liga Nusantara

“Harga-harga bahan pokok masih stabil. Namun kenaikan harga terjadi di Daging Sapi dari Rp 135 ribu menjadi Rp 140 ribu per kilogramnya. Jadi ada kenaikan Rp 5 ribu, kemudian juga ada penurunan di harga cabai rawit. Saat Nataru sampai Rp 100 ribu, kini turun di harga Rp 80 ribu per kilogramnya,” pungkasnya. (Feri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |