Sejarah Candi Mendut, Permata Tersembunyi yang Lebih Tua dari Borobudur

3 days ago 18

harapanrakyat.com,- Banyak wisatawan belum menyadari bahwa sejarah Candi Mendut menyimpan fakta mengejutkan karena usianya ternyata lebih tua dari Candi Borobudur. Sehingga, mengulas salah satu peninggalan sejarah Indonesia ini sangat penting untuk ilmu pengetahuan.

Candi yang berada di Magelang, Jawa Tengah ini berdiri megah. Lokasinya hanya berjarak tiga kilometer dari mahakarya dunia tersebut dan menyimpan pesona spiritual yang mendalam. Sebagai warisan Wangsa Syailendra, situs ini bukan sekadar pelengkap wisata semata bagi para pelancong yang datang.

Fakta Sejarah Candi Mendut

Berdasarkan data Prasasti Karangtengah, para ahli menyimpulkan bahwa candi ini dibangun pada tahun 824 Masehi. Raja Indra dari Kerajaan Mataram Kuno adalah pendirinya. Hal ini secara otomatis menempatkan Candi Mendut sebagai “kakak” spiritual yang lebih senior. Candi ini lebih tua dibandingkan Candi Borobudur yang jauh lebih terkenal itu.

Uniknya, candi ini tidak berdiri sendirian. Sebaliknya, candi ini menjadi titik awal dari jalur ziarah suci tiga serangkai bersama Candi Pawon dan Borobudur. Harmoni kosmik ini terlihat sangat jelas saat perayaan Waisak. Pada saat itu, prosesi suci umat Buddha selalu bermula dari pelataran candi ini.

Baca juga: Sejarah Candi Sambisari, Ditemukan Petani yang Sedang Mencangkul setelah Tertimbun Berabad-abad

Seperti banyak situs kuno lainnya di Jawa, bangunan suci ini sempat hilang tertimbun abu vulkanik letusan Gunung Merapi selama berabad-abad lamanya. Baru pada tahun 1836, reruntuhan candi ditemukan kembali oleh pemerintah kolonial. Namun, kondisinya sudah rusak parah, terutama bagian atap yang hilang.

Pemerintah Belanda kemudian melakukan upaya pemugaran besar-besaran antara tahun 1897 hingga 1904 untuk merekonstruksi bagian kaki dan tubuh candi. Proses restorasi yang panjang ini berlanjut hingga pemasangan kembali stupa-stupa kecil di atapnya. Tujuannya agar kemegahannya bisa dinikmati kembali seperti hari ini.

Nama “Mendut” sendiri dipercaya berasal dari frasa Sanskerta Venuvana yang memiliki arti puitis sebagai bangunan suci di tengah hutan bambu. Gambaran nama ini melukiskan suasana masa lalu candi yang dikelilingi oleh rerimbunan alam yang sunyi, asri, dan sangat sakral.

Kisah Hariti, Raksasa Pemakan Anak yang Bertobat

Dinding luar candi dihiasi dengan relief fabel dari kitab Jataka. Relief ini mengajarkan nilai-nilai moral kehidupan kepada setiap pengunjung. Salah satu kisah paling menarik yang terpahat adalah tentang Hariti, seorang raksasa wanita pemakan anak yang akhirnya bertobat setelah bertemu Buddha.

Baca juga: Sejarah Candi Prambanan, Ini 5 Fakta yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Sosok Hariti kemudian berubah drastis menjadi dewi pelindung anak-anak sekaligus simbol kesuburan yang dipuja oleh masyarakat kala itu. Relief ini mengajarkan pesan pertobatan yang kuat bahwa kejahatan yang paling keji sekalipun bisa berubah menjadi kebaikan yang melindungi sesama.

Keindahan ukiran ini bukan sekadar ornamen tempelan belaka, melainkan media bercerita visual yang efektif bagi para peziarah zaman dulu. Setiap panel batu seolah berbisik menyampaikan kebijaksanaan leluhur.

Mendut sejatinya adalah prolog penting yang wajib dikunjungi sebelum seseorang melangkah menuju kemegahan Borobudur dalam rangkaian wisata sejarah. Memahami sejarah Candi Mendut Borobudur secara utuh akan memberikan pengalaman batin dan menambah ilmu pengetahuan tentang Nusantara. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |