Selamatkan Sawah dari Ancaman Gagal Panen, Polres Sumedang Gelar Lomba Pembasmian Hama Tikus

7 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Merebaknya serangan hama tikus di sejumlah wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menjadi ancaman serius bagi para petani. Kondisi tersebut bahkan, menyebabkan banyak lahan pertanian mengalami gagal panen hingga dua musim berturut-turut. 

Untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, Polres Sumedang menggelar lomba pembasmian hama tikus Kapolres Cup 2026 serentak, di 26 kecamatan dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80.

Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, di area persawahan milik warga yang berlokasi di Blok Cibaros, Dusun Cihanyir, Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Girimukti, Supriatna mengatakan, kegiatan pembasmian hama tikus saat ini dilakukan secara bergilir di sejumlah kelompok tani yang berada di bawah naungannya. 

“Saya punya lima kelompok tani antara lain Kelompok Tani Ciwaru, Bojongloa, Bojong Kondang, Cihanyir, dan Girimukti,” kata Supriatna.

Baca Juga: Empat Motor Tabrak Truk Boks Mogok di Sumedang, Tiga Orang Terluka

Menurutnya, partisipasi dalam lomba yang digelar Polres Sumedang menjadi momentum penting untuk menekan populasi tikus yang selama ini menjadi penyebab utama merosotnya hasil pertanian di Desa Girimukti.

“Serangan tikus saat ini sudah sangat meresahkan. Banyak petani yang mengalami gagal panen, bahkan hingga dua musim tanam. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mengurangi populasi hama tikus sehingga hasil pertanian bisa kembali meningkat,” ujarnya.

Dampak Serangan Hama Tikus di Sumedang

Supriatna mengungkapkan, dampak serangan hama tikus semakin terasa karena biaya produksi pertanian terus meningkat. Mulai dari biaya sewa traktor, pupuk, hingga obat-obatan pertanian mengalami kenaikan, sementara hasil panen justru menurun drastis.

“Biasanya petani masih bisa mendapatkan hasil panen yang cukup baik, tetapi sekarang hasilnya jauh berkurang. Kondisi ini membuat banyak petani mengeluh karena pengeluaran besar tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh,” katanya.

Ia menambahkan, berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan petani untuk memberantas tikus, mulai dari penggunaan perangkap tradisional hingga umpan beracun. Namun tingginya populasi tikus membuat upaya tersebut belum memberikan hasil maksimal.

“Saya sebagai Ketua Gapoktan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Sumedang yang sudah menyelenggarakan acara ini. Mudah-mudahan ke depannya ada program-program yang seperti ini untuk meningkatkan hasil pangan khususnya di desa Girimukti umumnya se-Kabupaten Sumedang,” ucapnya.

Sementara itu Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika menjelaskan, lomba pembasmian hama tikus digelar untuk membantu petani menghadapi ancaman yang selama ini mengganggu produktivitas pertanian, khususnya menjelang musim tanam berikutnya.

“Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 26 kecamatan dan memperebutkan Piala Kapolres Cup 2026. Tujuannya bukan hanya sebagai perlombaan, tetapi juga sebagai langkah nyata membantu petani menekan populasi hama tikus yang berdampak besar terhadap hasil panen,” katanya.

Baca Juga: Dua Bersaudara di Sumedang Jadi Korban Dugaan Penyiraman Air Keras, Polisi Kejar Pelaku

Petani Merugi Gara-gara Hama Tikus di Sumedang

Berdasarkan hasil pemantauan jajaran Polres Sumedang di berbagai wilayah, serangan hama tikus telah menyebabkan kerugian signifikan bagi petani. Di beberapa daerah, tingkat kerusakan lahan akibat serangan tikus bahkan mencapai sekitar 50 persen.

“Banyak petani mengeluhkan penurunan hasil panen secara drastis. Ada yang biasanya mampu menghasilkan tiga ton gabah, namun kini hanya sekitar satu ton akibat serangan tikus,” ungkapnya.

Tyo menuturkan, daerah yang tercatat mengalami dampak cukup besar antara lain Kecamatan Tanjungkerta, Situraja, dan Darmaraja yang dikenal sebagai sentra produksi padi di Kabupaten Sumedang.

“Yang gagal panen itu ada di beberapa wilayah, salah satunya mungkin di Tanjungkerta, kemudian di daerah-daerah lainnya di Situraja, Darmaraja yang memang banyak tanaman padi yang merupakan komoditas utama masyarakat Sumedang,” tuturnya.

Polres Sumedang menargetkan kegiatan pembasmian dilakukan selama beberapa hari berturut-turut agar hasilnya lebih maksimal. Dalam perlombaan tersebut, pemenang akan ditentukan berdasarkan jumlah tikus yang berhasil ditangkap.

“Kategori penilaian nanti adalah semakin banyak hama tikus yang tertangkap, maka dihitung per ekor, itulah yang akan jadi pemenang. Jadi semakin banyak dia yang jadi pemenangnya,” pungkasnya.

Baca Juga: Sumedang Siapkan 220 Atlet untuk Porprov XV Jabar 2026, Bupati Dony Targetkan Tambahan Medali Emas

Melalui kolaborasi antara aparat kepolisian dan kelompok tani, diharapkan populasi hama tikus dapat ditekan sehingga petani lebih siap menghadapi musim tanam berikutnya dan produktivitas pertanian di Kabupaten Sumedang kembali meningkat. (Aang/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |