Aksi Kamisan Tasikmalaya Soroti Krisis Sampah TPA Ciangir, Desak Keadilan Ekologis

16 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Sejumlah mahasiswa dan elemen masyarakat yang tergabung dalam Aksi Kamisan Tasikmalaya menggelar aksi di Alun-alun Kota Tasikmalaya, Jawa Barat pada Kamis (16/7/2026). Mereka menyoroti persoalan pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ciangir yang dinilai berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan warga sekitar.

Dalam aksi tersebut, massa mengangkat tema “Kota yang Menitipkan Dosanya di Ciangir” sebagai simbol kritik terhadap tata kelola sampah di Kota Tasikmalaya. Mereka menilai warga di sekitar TPA selama ini menanggung dampak pencemaran, sementara persoalan tersebut belum ditangani secara optimal.

Salah seorang peserta aksi sekaligus mahasiswa Universitas Siliwangi, Biya (22), mengatakan Aksi Kamisan merupakan ruang untuk menyuarakan isu hak asasi manusia, termasuk hak masyarakat atas lingkungan hidup yang sehat.

Menurutnya, penggunaan istilah “dosa” dalam tema aksi merupakan metafora atas beban pencemaran yang harus ditanggung warga sekitar TPA akibat aktivitas perkotaan.

“Ini bukan sekadar persoalan estetika kota, tetapi menyangkut hak konstitusional warga. Saat masyarakat harus menghirup bau menyengat setiap hari, menghadapi pencemaran air lindi, hingga kesulitan mendapatkan air bersih, maka hak dasar mereka ikut terdampak,” ujarnya.

Baca Juga: Sosok Moch Haerul Ihsan: Pelopor Bank Sampah Tasikmalaya dan Revolusi Ekologi dari Sungai Cimulu

Biya juga menyoroti ketimpangan lingkungan yang terjadi. Menurutnya, masyarakat di pusat kota menikmati lingkungan yang lebih bersih, sedangkan warga di sekitar TPA harus menghadapi dampak pencemaran tanpa adanya upaya pemulihan yang memadai.

Melalui aksi, orasi, dan pembacaan puisi, Aksi Kamisan Tasikmalaya berharap persoalan tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Sementara itu, seorang pengajar yang turut mengikuti aksi, Rahmatunnisa (25), menilai persoalan TPA Ciangir tidak lagi sebatas masalah pengelolaan sampah. Tetapi sudah berkaitan dengan hak masyarakat untuk memperoleh lingkungan yang sehat.

“Dampak pencemaran, sebaran air lindi, hingga ancaman terhadap kesehatan warga. Semua ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya berorientasi pada membuang sampah ke TPA,” katanya.

Ia menilai persoalan di TPA Ciangir sudah berlangsung cukup lama sehingga diperlukan langkah konkret dari Pemerintah Kota Tasikmalaya. Mulai dari pengurangan sampah di sumber, pemilahan sampah, hingga perbaikan sistem pengelolaan TPA sesuai standar lingkungan.

“Penyelesaiannya harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Kami berharap persoalan ini tidak berhenti pada diskusi atau aksi simbolik, tetapi melahirkan kebijakan nyata yang melibatkan masyarakat,” tegasnya.

Rahmatunnisa menambahkan, keterlibatan generasi muda juga penting untuk mengawal penyelesaian persoalan sampah di Kota Tasikmalaya.

Baca Juga: Kota Tasikmalaya Dikepung 333 Ton Sampah per Hari, DLH Dorong Pengurangan Berbasis Wilayah

“Persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama, namun pemerintah memiliki tanggung jawab utama dalam memastikan pengelolaannya berjalan dengan baik. Krisis sampah bukan hanya berdampak saat ini, tetapi juga terhadap kualitas hidup generasi mendatang,” pungkasnya. (Rafi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |