Panen Raya Padi Organik di Pamarican, Langkah Strategis Ciamis Menuju Lumbung Pangan Masa Depan

11 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Kecamatan Pamarican semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan padi organik di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Hal itu ditandai dengan keberhasilan panen raya padi organik tingkat Kabupaten Ciamis. Panen tersebut berlangsung di Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, pada Kamis, 16 Juli 2026.

Baca Juga: Panen Raya, Petani Cisadap Ciamis Sukses Kembangkan SRI Organik

Panen kali ini menghasilkan produktivitas mencapai 6,11 ton gabah kering giling (GKG) per hektare. Kegiatan tersebut juga sekaligus diresmikannya Sekretariat Klaster Padi Pamarican, sebagai pusat pengembangan agribisnis padi organik.

Panen raya yang berlangsung di areal Kelompok Tani Parikesit, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, menjadi bukti bahwa pertanian organik tidak hanya mampu menjaga kelestarian lingkungan. Tetapi juga, memberikan hasil panen yang kompetitif dan bernilai ekonomi tinggi.

Momentum tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Ciamis dalam membangun sektor pertanian yang berkelanjutan. Salah satunya, melalui pengembangan budidaya padi organik berbasis kolaborasi antara pemerintah, petani, penyuluh pertanian, dan Bank Indonesia.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Ciamis, Ape Ruswandana mengatakan, panen raya tersebut merupakan kelanjutan dari Gerakan Tanam Padi Organik yang dilaksanakan pada April 2026 di lokasi yang sama. Program ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Ciamis. Tujuannya memperluas penerapan sistem pertanian organik yang ramah lingkungan. “Sekaligus juga meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya Jumat, (17/7/2026).

Berdasarkan hasil ubinan, lahan seluas 24,36 hektare milik Kelompok Tani Parikesit, mampu menghasilkan rata-rata 4,40 kilogram per petak ubinan. Atau setara dengan 6,11 ton GKG per hektare.

“Angka tersebut menunjukkan, bahwa budidaya padi organik mampu menghasilkan produktivitas yang optimal tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga: Hadapi El Nino, Ciamis Geber Gerakan Tanam Padi Serentak Demi Ketahanan Pangan

Bukan Sekadar Panen Raya, Ciamis Resmikan Pusat Pengembangan Padi Organik di Pamarican

Selain panen raya, perhatian juga tertuju pada peresmian Sekretariat Klaster Padi Pamarican. Kehadiran sekretariat tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kelembagaan petani. Sekaligus menjadi pusat koordinasi, pembinaan, edukasi, dan pengembangan klaster padi organik di Kabupaten Ciamis.

Ape melanjutkan, ke depan, sekretariat tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar. Selain itu dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia petani, mendorong inovasi budidaya maupun pascapanen. “Hingga memperkuat rantai agribisnis beras organik yang memiliki daya saing tinggi,” harapnya.

Menurutnya, keberhasilan Klaster Padi Pamarican juga tidak lepas dari peran Bank Indonesia Kantor Perwakilan Tasikmalaya. Bank tersebut menjadikan Kelompok Tani Parikesit sebagai kelompok tani binaan. Melalui program tersebut, petani memperoleh pendampingan intensif. Mulai dari penerapan teknik budidaya organik, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas petani, hingga pengembangan ekosistem agribisnis.

“Sinergi antara Bank Indonesia, Pemkab Ciamis, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, penyuluh pertanian, dan para petani, menjadi fondasi utama keberhasilan pengembangan klaster tersebut,” terangnya.

Baca Juga: Ikuti Panen Raya Jagung Serentak di Baregbeg, Dukungan DPKP Ciamis untuk Program Asta Cita Presiden

Hadir dalam panen raya padi organik ini, jajaran Forkopimda, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat, serta para pemangku kepentingan terkait. Mereka menyaksikan langsung bahwa ketika inovasi teknologi tepat guna bertemu dengan kolaborasi kebijakan yang solid. Pertanian organik bukan lagi pilihan sulit, melainkan sebuah masa depan yang menjanjikan bagi kedaulatan pangan nasional. (Fahmi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto) 

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |