Candi Kedaton Jambi menjadi salah satu warisan budaya yang menyimpan jejak kejayaan masa lampau di Nusantara. Berada di kawasan Muaro Jambi, Candi Kedaton merupakan bagian dari kompleks super luas, sekitar 3.981 hektar. Bahkan, dalam penelitian arkeologi, percandian Hindu-Buddha ini disebut sebagai yang paling luas di Asia Tenggara.
Baca Juga: Jejak Arca Domas Cibalay Bogor Sebagai Bukti Peradaban Kuno di Indonesia
Mengenal Lebih Jauh Candi Kedaton Jambi
Seperti telah tertera sebelumnya, Kedaton berada di Desa Muaro Jambi, Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Lokasinya berjarak sekitar 1500 meter menuju arah barat dari Candi Gedong II. Uniknya keduanya sama-sama ada di dataran yang sekitarnya masih banyak semak belukar. Lokasinya yang relatif tersembunyi justru menambah kesan misterius sekaligus eksotis.
Sejarah Candi Kedaton sendiri konon berasal dari masa Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu. Pada masa itu, kawasan Muaro Jambi populer sebagai pusat kegiatan keagamaan dan intelektual. Kompleks percandian ini pun memainkan peran sentral dalam perkembangan peradaban di masa lampau.
Bahkan, pada abad ke-7, kawasan tersebut menjadi salah satu pusat pendidikan terbesar di Asia. Dari sejumlah penelitian, ini jadi tempat bagi para biksu dan pelajar dari berbagai wilayah datang untuk menimba ilmu. Semua pendatang hidup baik sementara maupun menetap sembari turut memperkuat sistem percandian.
Arsitektur dan Pembagian Ruang
Masuk ke dalam, Candi Kedaton Jambi memiliki struktur yang cukup kompleks dan terencana dengan baik. Termasuk kehadiran tembok pagar keliling berukuran besar, mencapai 200 x 230 meter yang membujur arah utara-selatan. Di sisi utara tembok pagar keliling terdapat reruntuhan gerbang pintu masuk halaman kelompok candi. Selanjutnya ini populer sebagai vihara.
Baca Juga: Eksplorasi Sejarah Pulau Paskah yang Mendunia
Di dalamnya, area candi terbagi beberapa ruang dengan bantuan tembok dari bata. Tembok-tembok penyekat tersebut membagi halaman candi menjadi sembilan ruang berbeda. Setiap ruang kemungkinan memiliki fungsi tertentu. Baik untuk kegiatan ritual, pendidikan, maupun aktivitas pendukung lainnya.
Di dalam halaman yang terpisah-pisah ini, terdapat paling sedikit 10 runtuhan bangunan. Termasuk bangunan induk, maṇḍapa, gerbang dan perwara yang ukurannya lebih kecil. Salah satu ruang terbesar memiliki ukuran 16,25 x 16,25 meter dengan tinggi mencapai 7,20 meter. Bagian ini berisi batu kerikil, yang hingga kini fungsinya masih menjadi misteri.
Bukti Sejarah yang Tersimpan
Ada banyak peninggalan bersejarah yang terdapat di kawasan Candi Kedaton Jambi. Setiap peninggalan mampu memperkuat nilai pentingnya sebagai situs budaya. Ikon paling menarik adalah pasangan makara yang memiliki tulisan dalam aksara Jawa Kuno. Tulisan ini mengacu pada “Mpu Kusuma” dan dapat ditafsirkan sebagai “tempat meditasi Mpu Kusuma.”
Selain itu, ada juga sumur kuno yang telah berusia sepanjang masa, seiring usia candi tersebut. Sumur ini menjadi bukti bahwa sistem kehidupan di kawasan Kedaton sudah cukup maju. Termasuk dalam hal pemenuhan kebutuhan air bersih untuk semua kebutuhan harian bagi masyarakat masa itu.
Penemuan lainnya yang tak kalah menarik adalah sebuah belanga besar. Belanga berukuran tinggi 67 cm dan berat 160 kg ini ditemukan di bagian timur kompleks Candi Kedaton pada 1994. Keberadaannya mengindikasikan adanya kegiatan memasak dalam skala besar. Hal yang mungkin berkaitan dengan kehidupan para penghuni atau kegiatan keagamaan.
Jadi Destinasi Wisata Budaya dan Edukatif
Candi Kedaton Jambi kini menjadi salah satu destinasi wisata budaya dan edukatif yang menarik untuk wisatawan kunjungi. Tempatnya cocok untuk mengisi waktu liburan sekaligus menambah wawasan sejarah. Suasana tenang, asri dan jauh dari hiruk-pikuk kota membuat pengunjung dapat menikmati pengalaman wisata yang berbeda.
Kawasan wisata kompleks Candi Muaro Jambi buka setiap hari mulai dari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Biaya masuknya pun cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp 9.000 per orang, meskipun harga dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu. Jika berangkat dari Kota Jambi, perjalanan darat menuju lokasi ini hanya memakan waktu sekitar 30 menit.
Selain menikmati keindahan situs candi, ada banyak aktivitas seru. Termasuk belajar tentang sejarah peradaban masa lampau secara lebih mendalam, mengenal arsitektur kuno, hingga memahami nilai-nilai spiritual yang pernah berkembang di kawasan ini. Tidak jarang, tempatnya dimanfaatkan untuk kegiatan penelitian dan edukasi oleh pelajar maupun akademisi.
Baca Juga: Mengenal Sejarah Goa Pawon Bandung Barat Sebagai Warisan Situs Purbakala
Secara keseluruhan, Candi Kedaton Jambi bukan hanya sekedar situs bersejarah, tetapi juga simbol kejayaan peradaban Nusantara. Keindahan, nilai sejarah, hingga suasana yang Candi Kedaton tawarkan menjadikannya destinasi khas. Jadi, jika sedang di Jambi jangan ragu untuk mengajak keluarga atau teman mampir Candi Kedaton. (R10/HR-Online)

4 hours ago
5

















































