Diskominfo Ciamis Suntik Teknologi Omni Channel ke Call Center 112

18 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Dinamika pelayanan publik di Kabupaten Ciamis kembali mencatat lompatan penting. Guna mempercepat respons kedaruratan sekaligus merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali, Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) resmi mengintegrasikan sistem Omni Channel ke dalam layanan Call Center 112.

Langkah strategis ini dimatangkan dalam forum Sosialisasi Pengembangan Call Center 112 berbasis Omni Channel yang digelar di Ruang Rapat Diskominfo Ciamis pada Kamis (16/07/2026).

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Ciamis, Herry Somantri, mengungkapkan kepercayaan masyarakat terhadap platform 112 terus melonjak tajam. Berdasarkan data infomasi yang dihimpun, hingga pertengahan tahun 2026, tercatat ada 5.510 laporan, baik yang bersifat darurat maupun non darurat telah ditangani.

Baca Juga: Komitmen Diskominfo Ciamis dalam Pemberantasan Hoaks

Menurutnya, tingginya antusiasme warga inilah yang memicu lahirnya inovasi Omni Channel. Sistem baru ini dirancang untuk menyatukan berbagai platform komunikasi ke dalam satu pintu kendali.

“Kami ingin pelayanan ini benar-benar inklusif. Melalui Omni Channel, akses Call Center 112 kini tidak lagi terbatas pada panggilan suara, melainkan langsung terhubung ke berbagai platform teks populer seperti WhatsApp, Instagram, Facebook Messenger, hingga TikTok ke depannya,” ujarnya.

Menjembatani Akses Inklusif Melalui Omni Channel Call Center 112

Inovasi layanan berbasis chat ini dihadirkan untuk memudahkan penyandang disabilitas mengakses layanan darurat tanpa harus menelepon. Pengembangannya juga menjadi bagian dari Aksi Perubahan Herry dalam PKA 2026 sekaligus mengakomodasi banyaknya masyarakat yang menggunakan layanan 112 untuk kebutuhan non-darurat.

Baca Juga: Wujudkan Layanan Smart City, Diskominfo Ciamis Perkenalkan Aplikasi Helo Ciamis

“Diskominfo kini mengawinkan infrastruktur kedaruratan ini dengan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Polanya, 112 bertindak sebagai garda terdepan penerima laporan, sementara PPID menyuplai validitas datanya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Ciamis, Enda Hidayat, menggarisbawahi bahwa adaptasi teknologi adalah harga mati agar pelayanan publik di Tatar Galuh Ciamis tidak berjalan di tempat.

Memasuki tahun ketiga operasionalnya, Call Center 112 Ciamis diakui masih menghadapi tantangan berat di lapangan. Salah satu yang paling menjengkelkan adalah maraknya panggilan iseng (prank call) dari oknum tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Diskominfo Ciamis Kenalkan Portal Web Porprov XIV Jabar

“Tantangan operasional di lapangan sangat dinamis. Menyikapi fenomena prank call, kami bergerak cepat menggandeng DSI selaku mitra pengembang sistem. Saat ini, kami sudah menerapkan sistem pemblokiran otomatis terhadap nomor-nomor anonim yang terdeteksi melakukan panggilan iseng,” tegasnya.

Enda mengatakan, layanan chat melalui Omni Channel diharapkan dapat menekan aksi prank karena identitas digital pelaku lebih mudah dilacak. Ia menegaskan, layanan 112 merupakan jalur darurat yang harus digunakan secara bertanggung jawab. Meski sistem terus dikembangkan, respons terhadap setiap laporan darurat, termasuk yang masuk melalui media sosial, tetap menjadi prioritas.

“Kami berharap forum koordinasi lintas sektor seperti ini bisa dirutinkan minimal setahun sekali. Tujuannya jelas, menjaga kekompakan demi memastikan Call Center 112 tetap menjadi benteng penyelamat yang diandalkan masyarakat Ciamis,” pungkasnya. (Ferry/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |