Inovasi “E-Bebegig” Ciamis Dilirik Hulu Sungai Utara, Belajar Teknologi IoT untuk Basmi Hama Burung

21 hours ago 14

harapanrakyat.com,- Upaya modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Ciamis, khususnya dalam membasmi hama burung, kian menarik perhatian daerah lain. Belum lama ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Ciamis menerima kunjungan kerja (kunker) dari jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Ikut Panen Perdana Padi Organik di Cigembor, Sekda Ciamis: Hasil Bagus, Biaya Produksi Lebih Murah

Agenda utama kunker yang berlangsung di Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, ini difokuskan khusus untuk mempelajari penerapan smart farming berbasis Internet of Things (IoT). Inovasi ini digunakan dalam mengatasi gangguan hama burung di areal persawahan.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut resmi dari Surat Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara Nomor 500.6.2.2/1633/DIPERTA tertanggal 12 Agustus 2026. Sementara itu, kehadiran delegasi dari Kalimantan tersebut disambut hangat oleh tuan rumah bersama unsur Pemerintah Desa Dewasari.

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Ciamis Matangkan Rencana Aksi Berbasis Potensi Lokal

Inovasi “E-Bebegig” dalam Basmi Hama Burung Tarik Perhatian Daerah Lain

Daya tarik utama dalam studi banding ini adalah pemanfaatan teknologi lokal bertajuk E-Bebegig. Perangkat ini mengadaptasi filosofi bebegig (orang-orangan sawah tradisional khas Sunda). Selanjutnya, perangkat ini telah bertransformasi menjadi alat pengendali hama burung modern yang terintegrasi secara digital menggunakan sistem IoT.

Kepala DPKP Ciamis, Ape Ruswandana mengatakan, bahwa kehadiran E-Bebegig di lahan pertanian terbukti menjadi alternatif efektif. “Sehingga, bisa menekan angka kerusakan tanaman padi akibat serangan burung, tanpa harus mengandalkan metode konvensional yang kurang efisien,” katanya, Selasa (1/9/2026).

Lanjutnya menambahkan, bahwa kunker tersebut diisi dengan sesi pemaparan, diskusi interaktif, serta pertukaran informasi. “Kami berbagi pengalaman lapangan terkait tantangan serta solusi adaptasi teknologi di sektor agraris,” ucapnya.

Transformasi menuju pertanian modern berbasis inovasi khususnya teknologi IoT untuk membasmi hama burung ini, menjadi benang merah dalam pertemuan tersebut. Selanjutnya, kedua belah pihak sepakat, bahwa penerapan smart farming harus dilakukan secara terukur. Inovasi ini tetap berpijak pada efektivitas, rasionalitas manfaat, serta penyesuaian terhadap karakteristik petani di tingkat akar rumput.

Baca Juga: Transformasi Teknologi, Strategi Ciamis Jaga Kedaulatan Pangan di Hari Krida Pertanian ke-54

Oleh karena itu, DPKP Ciamis menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mendukung pengembangan inovasi teknologi yang aplikatif. Langkah ini diyakini tidak hanya mampu menyelesaikan persoalan klasik petani. “Tetapi juga bermuara pada peningkatan produktivitas pangan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Fahmi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |