Kisah Nabi Daud Melawan Jalut, Panglima Perang Bangsa Filistin yang Kejam

7 hours ago 8

harapanrakyat.com,- Kisah Nabi Daud melawan Jalut menyimpan banyak sekali pelajaran berharga bagi bidang sejarah Islam. Selanjutnya, peperangan besar ini diyakini oleh para ahli sejarah terjadi pada sekitar tahun 1050 sebelum masehi. Pada masa itu, pasukan Bani Israil dipimpin oleh Raja Thalut untuk menghadapi penindasan kaum Amaliqah yang sangat kejam.

Baca juga: Fakta Menarik Seputar Kisah Nabi Ibrahim Dibakar Raja Namrud

Sementara itu, seorang arkeolog asal Israel bernama Profesor Yosef Garfinkel berhasil menemukan perkiraan lokasi pertempuran bersejarah tersebut. Lokasi peperangan ini diyakini berada di wilayah Lembah Elah yang letaknya sangat dekat dengan kota kuno Sha’arayim. Penemuan berupa benteng dengan dua pintu gerbang raksasa ini menjadi bukti penting peninggalan peradaban pada masa lampau.

Senjata Umban Sang Nabi Daud Saat Berani Melawan Pasukan Jalut

Sebelum pertempuran dimulai, pemimpin pasukan Bani Israil menguji kesetiaan prajuritnya melalui sebuah sungai yang airnya sangat menyegarkan. Mereka sangat dilarang keras untuk meminum air sungai tersebut lebih dari satu ceduk tangan saat sedang melewatinya. Sayangnya, sebagian besar prajurit justru melanggar larangan tersebut sehingga mereka merasa sangat ketakutan saat melihat pasukan musuh.

Kemudian, hanya sedikit prajurit yang tersisa dan tetap setia mendampingi raja mereka untuk terus maju ke medan pertempuran. Salah satu pemuda tangguh yang ikut dalam rombongan kecil tersebut adalah seorang penggembala kambing bertubuh cukup mungil. Meskipun usianya masih sangat belia, pemuda pemberani ini memiliki tingkat keimanan dan kepasrahan yang luar biasa kepada Tuhan.

Baca juga: Sejarah Idul Adha, Kisah Nabi Ibrahim Harus Korbankan Ismail

Di sisi lain, pemuda penggembala ini menolak menggunakan baju besi atau pedang berat saat maju bertarung ke garis depan. Sebaliknya, ia hanya membawa sebuah alat umban atau ketapel sederhana beserta tiga buah batu kerikil yang sangat licin. Bahkan, batu tersebut konon memanggil sang nabi muda agar dibawa untuk menghancurkan musuh yang sangat sombong itu.

Padahal, alat lontar kuno ini memiliki jarak tembak mematikan yang bisa mencapai jarak sekitar 375 meter. Tentu saja, senjata jarak jauh ini sangat efektif untuk menumbangkan prajurit infanteri berzirah berat seperti sang pemimpin pasukan musuh. Apalagi, bidikan jitu dari ketapel tersebut meluncur sangat cepat layaknya sebuah peluru tajam di arena pertempuran masa lampau.

Kemenangan Gemilang dan Hikmah Besar Peperangan

Akhirnya, batu lontaran tersebut meluncur dengan sangat tepat dan langsung mengenai dahi sang raksasa Jalut hingga tengkoraknya hancur berkeping-keping. Akibatnya, pemimpin pasukan musuh tersebut langsung tumbang dan tewas seketika di hadapan seluruh bala tentaranya yang sedang berkumpul. Setelah itu, pasukan Bani Israil berhasil memenangkan pertempuran berkat keberanian pemuda bersenjata ketapel yang sangat luar biasa ini.

Baca juga: Hikmah Idul Adha yang Dipetik dari Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim

Sebagai hadiah atas keberaniannya, sang pahlawan muda tersebut dijanjikan akan segera dinikahkan dengan putri cantik dari lingkungan kerajaan. Selain itu, ia juga mendapatkan kehormatan besar berupa separuh kekuasaan dari wilayah kerajaan milik penguasa Bani Israil. Pada akhirnya, sang pemuda saleh tersebut diangkat menjadi nabi sekaligus mewarisi takhta kerajaan sebagai penguasa yang adil.

Lebih lanjut, kisah kepahlawanan ini mengajarkan bahwa kecerdasan dan kelincahan mampu mengalahkan kekuatan fisik yang sangat besar. Sejalan dengan itu, kesuksesan taktik Nabi Daud melawan Jalut membuktikan bahwa tawakal kepada Tuhan selalu membawa pada sebuah kemenangan. Kesimpulannya, nilai luhur dari pertempuran bersejarah ini akan terus menjadi sumber inspirasi terbaik bagi seluruh umat manusia selamanya. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |