Konflik Fariz RM dan Syahravi belum juga menemui titik terang. Musisi senior tersebut bahkan secara resmi melaporkan Syahravi ke kepolisian terkait konflik karya dan pelanggaran hak cipta. Masalah ini sukses menjadi sorotan publik setelah sengketa hak cipta lagu berjudul Diantara Kata memasuki proses hukum.
Baca Juga: Ariel Tatum Asbun di Threads Bikin Netizen Merasa Punya Teman Nongkrong Virtual
Awal Mula Sengketa Lagu yang Picu Konflik Fariz RM dan Syahravi
Kasus pelik bermula ketika lagu Diantara Kata Syahravi nyanyikan dalam sebuah penampilan di ajang musik Java Jazz. Tepatnya pada bulan Mei tahun lalu. Awalnya, penampilan tersebut tidak menjadi persoalan besar. Namun, menurut Fariz RM, permasalahan muncul ketika lagu tersebut diduga Syahravi produksi kembali dalam bentuk rekaman.
Syahravi kemudian mempublikasikannya melalui berbagai platform digital. Fariz mengaku tidak pernah memberikan izin terkait reproduksi maupun distribusi karyanya. Sebagai pencipta, Fariz menegaskan bahwa setiap penggunaan karya yang berkaitan dengan produksi dan distribusi harus mendapatkan persetujuan resmi.
Hal itu menyangkut mechanical rights atau hak reproduksi yang merupakan bagian dari hak cipta. Karena merasa ada pelanggaran, Fariz mulai mengambil langkah untuk meminta klarifikasi. Ia juga mengharapkan pertanggungjawaban dari pihak yang bersangkutan. Hal yang sampai kini belum tercapai.
Tiga Kali Peringatan Sebelum Jalur Hukum
Sebelum konflik membesar sampai ke kepolisian, Fariz RM telah berupaya menyelesaikan persoalan dengan Syahravi secara baik-baik. Pihaknya mengaku tidak langsung membawa sengketa tersebut ke ranah hukum. Langkah pertama kala itu adalah mengirimkan somasi kepada pihak Syahravi.
Surat peringatan tersebut bertujuan untuk membuka ruang komunikasi dan mencari solusi tanpa harus melibatkan aparat penegak hukum. Karena tidak memperoleh tanggapan memadai, Fariz kemudian mengirimkan surat pribadi sebagai bentuk peringatan kedua. Melalui surat tersebut, ia berharap ada respons yang menunjukkan kesediaan untuk menyelesaikan masalah.
Upaya ketiga berlangsung melalui kuasa hukum. Pengacara Fariz menyampaikan peringatan lanjutan kepada pihak terlapor dengan harapan persoalan dapat selesai secara profesional. Lagi-lagi tidak ada perkembangan yang mengarah pada penyelesaian sengketa. Kondisi inilah yang akhirnya mendorongnya mengambil langkah hukum lebih lanjut.
“Tiga kali kami kirim peringatan. Ada somasi pertama ke pihak terlapor, ada surat pribadi yang kedua, kali ketiga lewat pengacara,” ungkap Fariz.
Laporan Polisi dari Juli 2025 Kini BAP
Setelah berbagai upaya tidak membuahkan hasil, Fariz RM resmi melaporkan dugaan pelanggaran hak cipta atas Syahravi sejak Juli 2025. Penanganan perkara di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya itu berjalan sesuai prosedur. Fariz RM dan tim kuasa hukum juga telah menjalani BAP.
“Kasus ini bergulir, berproses secara baik di Krimsus Polda Metro. Intinya memang unsur-unsurnya mengarah ke terpenuhi. Siapa nanti tersangkanya akan kelihatan. Tapi dari BAP masih ada gelar perkara lanjutan untuk kemungkinan peningkatan status,” ujar Deolipa Yumara kuasa hukum Fariz RM.
Baca Juga: Ruben Onsu Bertemu Kedua Putrinya Jelang Umrah, Momen Haru di Bandara Soekarno-Hatta
Meski laporan dan BAP sudah berjalan, Fariz RM masih membuka peluang penyelesaian konflik dengan Syahravi secara damai. Pihaknya tetap menunggu agar terlapor dapat menunjukkan itikad baik. Sementara itu, konflik Fariz RM dan Syahravi tentu dapat memberikan pembelajaran bagi pelaku industri musik. Terutama mengenai pentingnya menghormati hak cipta dan hak ekonomi pencipta lagu. Dengan begitu, sengketa serupa di masa mendatang dapat terminimalisir. (R10/HR-Online)

3 hours ago
7

















































