Krisis Demokrasi dan Rupiah Melemah, Ratusan Mahasiswa Kepung Kantor BI Jawa Barat

7 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Aliansi mahasiswa dari Universitas Pasundan (Unpas) dan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), melangsungkan aksi unjuk rasa di depan Kantor Perwakilan BI (Bank Indonesia) Jawa Barat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Senin (15/6/2026).

Massa menuntut ketegasan pemerintah dan Bank Indonesia dalam mengatasi berbagai persoalan nasional, mulai dari isu ekonomi hingga mundurnya iklim demokrasi.

Aksi di depan Kantor BI Jawa Barat yang mulai berlangsung sejak pukul 14.00 WIB ini diwarnai ketegangan saat mahasiswa mencoba membakar ban bekas sebagai bentuk protes.

Baca Juga: Demo Mahasiswa Kota Tasikmalaya Kepung DPRD hingga Menjelang Magrib, Suarakan 8 Tuntutan

Ketua BEM Fakultas Hukum UNPAS, Muamar Ba’asir, menyayangkan tindakan aparat yang terlalu membatasi ruang publik untuk menyampaikan aspirasi. Menurutnya, tindakan represif tersebut mencerminkan kemunduran demokrasi di Indonesia.

“Kami demonstrasi baru mau membakar ban saja sudah langsung dibubarkan. Ke mana sebenarnya negara demokrasi ini? Kami mahasiswa hari ini bertanya, apakah negara ini masih menganut demokrasi atau justru bobokrasi? Rezim pemerintah saat ini bertindak seenaknya dan melanggar konstitusi,” kata Muamar di sela-sela aksi.

Kepung Kantor BI Jawa Barat, Pertanyakan Langkah Strategis Atasi Dolar Tinggi

Muamar menegaskan, kedatangan para mahasiswa secara khusus ke Kantor BI Jabar untuk meminta klarifikasi dan langkah strategis yang konkret dari otoritas moneter tersebut, guna menekan laju mata uang dolar AS yang terus menguat terhadap rupiah.

Selain itu, mahasiswa mendesak pemerintah menekan harga BBM, serta mengevaluasi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, hingga sore hari, tidak ada satupun perwakilan dari Kantor BI Jawa Barat yang keluar untuk menemui massa aksi. Gerbang kantor justru mendapat penjagaan ketat dari barikade kepolisian.

Baca Juga: Empat Mahasiswa UPI yang Sempat Ditahan Polisi Jelang Demonstrasi Kini Telah Bebas

“Pihak BI belum berani menemui kami. Satu pun perwakilannya belum ada. Fokus kami hari ini memang ingin mendengar klarifikasi langsung dari BI kenapa rupiah terus melemah. Jika kondisi ini terus dibiarkan, kami berjanji aksi ini akan terus berlanjut dalam satu minggu kedepan,” ujar Muamar.

Sementara itu, Wakil Ketua BEM Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan UNJANI, Zihan Fitriyani, turut menyoroti dampak dari tidak jelasnya implementasi program MBG.

Ia menilai program tersebut telah menguras anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), sehingga mengorbankan sektor krusial lainnya.

“Program MBG ini tidak jelas arah implementasinya, tapi justru merongrong habis anggaran APBN. Akibatnya, anggaran penting untuk pendidikan dan kesehatan malah terkuras habis,” kata Zihan.

Soroti Militerisasi Jabatan Sipil dan Tahanan Politik

Selain persoalan ekonomi dan anggaran, mahasiswa juga membawa isu krusial terkait pengesahan Undang-Undang Polri yang dinilai membuka ruang bagi aparat untuk menduduki jabatan-jabatan sipil. Kebijakan ini dipandang melanggar asas reformasi dan memicu militerisasi di ranah publik.

Baca Juga: Demonstrasi di DPRD Jawa Barat, Mahasiswa di Bandung Soroti Pelemahan Rupiah Hingga Kenaikan BBM

Kekecewaan mahasiswa semakin memuncak lantaran adanya pembungkaman terhadap rekan sejawat mereka yang ditangkap hanya karena menyuarakan aspirasi di muka umum.

“Hak kami sebagai mahasiswa untuk bersuara dilindungi undang-undang. Tapi sayangnya, ada teman kami dari Unjani yang kini menjadi tahanan politik hanya karena menyuarakan hak masyarakat. Polisi malah menangkapnya. Kami meminta keadilan setinggi-tingginya, Indonesia saat ini sedang krisis demokrasi,” tegasnya. (Reza/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |